Blog

Wow! Jamu Ternyata Punya 3 Definisi, Lho

jamu gendong
Obat

Wow! Jamu Ternyata Punya 3 Definisi, Lho

Kebiasaan masyarakat zaman dulu yang gemar mengonsumsi jamu bisa dilacak sejak tahun 722 Masehi pada masa Kerajaan Hindu-Budha. Eksistensi jamu sejak ratusan tahun silam tampak pada relief Candi Borobudur, Prambanan, Penataran, Sukuh, dan Tegalwangi. Pada masa itu pula dikenal istilah Acaraki, yaitu tukang racik jamu yang terukir dalam prasasti Madhawapura.

Jamu berasal dari bahasa Jawa Kuno, “djampi” dan “oesodo.” “Djampi” berarti penyembuhan menggunakan obat-obatan. Arti lainnya adalah doa atau ajian. Sedangkan “oesodo” berarti kesehatan. Perpaduan kata “djampi” dan “oesodo” inilah yang kita kenal sebagai jamu.

Secara etimologis, kemungkinan besar jamu diperkenalkan oleh dukun. Terlebih zaman dahulu sebelum ada dokter, orang berobat ke dukun. Pasien diminta mengonsumsi ramuan herbal racikan dukun disertai ajian untuk menyembuhkan penyakit. Seiring berjalannya waktu, jamu diasosiasikan dengan mbok Jawa berkebaya yang menggendong baskom bambu berisi botol-botol ramuan herbal. Pun dengan istilahnya yang berubah menjadi Traditional Indonesian Medicine (TIM).

Shutterstock

Meski terkesan kuno, jamu tetap digemari oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, masyarakat di luar negeri pun tak ragu untuk mengonsumsinya. Tak heran, produk jamu buatan pabrik asal Indonesia banyak yang diekspor ke mancanegera. Terlebih selama pandemi Covid-19, kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat semakin meningkat. Alhasil, permintaan jamu pun melonjak demi menjaga kesehatan dan kekebalan tubuh.

Hasil penelitian Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2018 menyatakan pelayanan kesehatan tradisional dilihat dari pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) meningkat dari 30,4% pada 2013 menjadi 31,4%. Dari 30,4% rumah tangga yang memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional ini, sebanyak 77,80% memilih keterampilan tanpa alat dan sebanyak 49% memilih ramuan.

Masyarakat Indonesia sangat terbiasa dengan jamu. Selain dikonsumsi sebagai pelengkap pengobatan, ramuan tradisional ini sudah mengakar kuat sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Sebut saja sakit kepala, kembung, masuk angin, demam, wasir, sakit pinggang, sakit tenggorokan, kencing batu, dan diabetes.

Baca Juga: 6 Obat Tradisional Tiongkok yang Diyakini Efektif Menangani Virus Covid-19

Lalu, bagaimana pemerintah mendefinisikan jamu?

Ada tiga aturan pemerintah mengenai ramuan herbal yang dituangkan dalam undang-undang, keputusan menteri kesehatan, dan peraturan badan pengawas obat dan makanan (BPOM).

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/187/2017 Tentang Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia menyatakan Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia yang selanjutnya disingkat FROTI merupakan informasi tentang jenis-jenis tumbuhan obat yang tumbuh di Indonesia yang telah terbukti aman jika digunakan sesuai aturan dan secara empiris bermanfaat bagi kesehatan.

Sementara itu, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 1 Angka 16 tentang Kesehatan menyatakan pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun-temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Adapun Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 32 Tahun 2019 Tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional membedakan definisi obat tradisional dan jamu.

Dalam Peraturan BPOM No. 32/2019 Pasal 1, obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Sedangkan dalam Peraturan BPOM No. 32/2019 Pasal 2, jamu adalah obat tradisional yang dibuat di Indonesia

Selain jamu, ada dua pengobatan herbal lain, yaitu herbal terstandar dan fitofarmaka. Namun, hanya jamu yang tidak melalui uji klinik dan bahan bakunya tidak mempunyai standardisasi.

Ramuan tradisional tak hanya ada di Indonesia. Bangsa lain pun mengembangkan ramuan tradisionalnya sendiri sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Salah satunya adalah obat Cina yang dikenal dengan Traditional Chinese Medicine (TCM). Bisa dikatakan, TIM dan TCM adalah produk budaya.

Sama seperti produk budaya lain, jamu merupakan produk budaya dengan ciri khas Nusantara. Cara melestarikan dengan meracik dan mengonsumsinya. Kamu suka jamu atau malah bisa meracik jamu sendiri?

Ayo konsumsi jamu untuk menjaga kesehatan dan kelestarian budaya Indonesia.

Referensi

Asal Muasal Istilah Jamu, Sudah Tahu?

Jamu Gendong, Solusi Sehat Tanpa Obat

Diluncurkan, Riskesdas 2018 menjadi Input RPJMN dan Renstra Kemenkes

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare