Blog

Amazing, Mengenal Teknologi Bayi Tabung Sebagai Alternatif Solusi Mendapatkan Keturunan Dan 3 Faktor Keberhasilannya

anak bayi tabung
Teknologi medis Kesehatan

Amazing, Mengenal Teknologi Bayi Tabung Sebagai Alternatif Solusi Mendapatkan Keturunan Dan 3 Faktor Keberhasilannya

Bayi tabung menjadi salah satu teknologi bagi pasangan yang ingin mendapatkan keturunan. Biasanya teknologi ini digunakan oleh pasangan-pasangan yang mememiliki masalah dengan keuburan dan sulit memiliki anak. Teknologi ini bisa disebut juga dengan IVF (In Fitro Vertilization). Meskipun tampaknya cukup mudah untuk mengerti hal dasar tentang teknologi ini, namun sebenernya ketika memutuskan untuk menggunakan teknologi ini diperlukan banyak persiapan.

Bayi Tabung / IVF

newborn baby

Secara sekilas penjelasan bayi tabung adalah proses menggabungkan sel sprema dan sel telur di luar tubuh. Setelah sel telur yang sudah jadi atau dalam fase yang sudah siap maka sel telur akan dipindahkan lagi ke dalam rahim wanita. Berikut adalah proses atau langkah-langkah bayi tabung seperti yang dilansir oleh hellosehat.com :

  1. Siklus Menstruasi : Bagi calon ibu yang akan menjalani proses bayi tabung maka ibu tersebut harus mengetahui bagimana siklus menstruasinya. Pada masa subur dokter akan memberikan obat antagonis GnRH atau obat agonis GnRH. Obat ini disuntikkan dalam tubuh ibu yang akan memungkinkan untuk dokter dalam mengatur secara penuh siklus masa subur
  2. Pemantauan Ovarium : pada umumnya saat masa subur seorang wanita akan memproduksi satu sel telur. Namun dalam proses ini dokter akan memberikan obat yang akan disuntikkan baik secara mandiri atau dibantu dokter untuk menstimulasi agar ovarium bisa menghasilkansel telur lebih banyak.
  3. Pematangan Sel Telur dalam Ovarium : Sel telur yang akan diambil adalah sel telur yang bisa berkembang dengan baik. untuk memtangkan sel telur tersebut dokter akan menyuntikkan hormon hCG (human chorionic gonadotropin) peyuntikan juga harus dilakukan di waktu yang tepat agar sel telur bisa matang dengan baik dan bisa bertumbuh dengan baik.
  4. Pengambilan Sel Telur : Setelah menerima suntikan hCG selama 34-36 jam, maka proses pengambilan sel telur dapat dilakukan. Dokter akan dibantu oleh alat USG Transvaginal untuk melakukan pengambilan sel telur. Sebelum pengambilan ini seorang calon ibu akan diberikan anastesi agar tidak merasakan sakit.
  5. Pengambilan Sperma : sel sperma akan diambil dari sampel air mani yang diberikan kepada ahli medis. Biasanya air mani didapatkan dari proses masturbasi atau bisa juga dilakukan operasi untuk bisa mendapatkan sel sperma langsung dari testis.
  6. Pembuahan : sel telur atau folikel yang telah diambil sebelumnya akan dipilih kualitas yang paling bagus dan juga sel speraakan dipisahkan dari air mani dan juga dipilih yang paling bagus. Sel sperma dan sel telur akan ditempatkan dalam wadah yangakan diinkubasi dalam laboratorium. Selama 12-24 jam harapannya sudah terjadi pembuahan.
  7. Pemindahan ke dalam Rahim : pemindahan sel telur yang sudah dibuahi biaanya dilakuakn pada hari kelima pembuahan. Jumlah embrio yang akan dipindahkan biasnaya 2-5 buah. Sebelum pemindahan seorang calon ibu akan disuntikkan hormon progesteron untuk mempersiapkan dinding rahim yang akan digunakan sebagai tempat menempelnya embrio tersebut.

Faktor Keberhasilan Proses IVF

happy couple

Setelah mengetahui proses atau langkah-langkah dalam menjalankan bayi tabung, perlu diketahui juga apa saja faktor-faktor yang mendukung keberhasilan dari proses bayi tabung tersebut. Faktor yang menunjang bisa dari faktor internal yaitu dalam tubuh dan juga faktor eksternal yaitu keadaan di luar tubuh. Keadaan di luar tubuh harus dihindari apabila menimbulkan efek yang menganggu kesehatan tubuh secara fisik maupun psikis.

1. Gaya hidup sehat

Gaya hidup sehat akan mendukung dalam keberhasilan proses bayi tabung yang akan dijalankan. Gaya hidup sehat dilakukan oleh pasangan suami istri yang akan menjalankan proses ini. Seorang calon ibu disarankan mengonsumsi makanan-makanan yang menambah dalam peluang kehamilan seperti makanan yang mengandung protein, dan yang lainnya. Begitu juga seorang calon ayah harus menghindari makanan-makanan yang tidak sehat, kegiatan yang tidak sehat seperti merokok, minum-minuman keras yang bisa mempengaruhi kualitas sel spermanya. Baik calon ibu maupun ayah juga disarankan mengonsumsi atau memenuhi asupan vitamin yang akan seperti vitamin D yang akan mendukung keberhasilan proses ini.

2. Mengurangi stress

Faktor di luar tubuh seperti kondisi-kondisi yang akan berpotensi membuat stress sebaiknya dihindari. Meski tidak berhubungan secara langsung namun tingkat stress akan mempengaruhi kondisi psikis seseorang dan secara tidak langsung juga kana mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Stress akan memberikan dampak yang negatif dalma tubuh, bisa dibayangkan dalam elakukan kegiatan sehari-hari jika mengalami stress maka kegiatan yang dilakukan juga tidak akan mendapatkan hasil yang optial dna juga mempengaruhi kondisi fisik menjadi lemas kondisi psikis menjadi tidak semangat dan yang lainnya.

3. Menanam embrio lebih dari satu

Menanam embrio lebih dari satu bertujuan untuk meningkatkan peluang keberhasilan. Karena jika dalam prosesnya hanya satu yang ditanamkan maka bisa mengandung potensi berhasil dan tidak. Jika tidak berhasil maka akan sia-sia usaha yang dilakukan sebelumnya dan harus mengulanginya dari awal kembali. Sehingga dengan menanam enbrio yang lebih dari satu diharapkan bisa meningkatkan peluang keberhasilan proses bayi tabung ini.

Baca Juga : Spoiler Alert! Yuk Mengenal Teknologi Metode ERACS Yang Canggih Untuk Persalinan Dan 3 Manfaatnya

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare