Blog

Spoiler Alert! Mengenal Sistem Pernapasan dan 3 Penyakit Pada Sistem Pernapasan yang Perlu Diketahui.

sistem pernapasan
Penyakit

Spoiler Alert! Mengenal Sistem Pernapasan dan 3 Penyakit Pada Sistem Pernapasan yang Perlu Diketahui.

Sistem pernapasan merupakan salah satu hal yang vital yang paling utama pada tubuh manusia. Untuk bisa bernapas dengan baik, manusia perlu didukung dengan sistem pernapasan yang sehat. Pernapasan atau respirasi adalah sebuah proses menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dari paru-paru serta penggunaan energi yang ada di dalam tubuh. Pertukaran antara oksigen dan karbon dioksida tersebut terjadi di dalam darah manusia.

Mengutip dari laman American Lung Association, fungsi dari sistem pernapasan adalah untuk menyediakan asupan oksigen secara konsisten agar seluruh fungsi tubuh bekerja dengan baik. Oleh karena itu, kita harus lebih menjaga sistem pernapasan agar tidak terkena penyakit. Selain itu, dalam sistem pernapasan ini ada banyak peranan penting dari berbagai organ yang terlibat. Lalu bagaimana cara kerjanya? Bagaimana pula cara memeliharanya? Untuk memahami hal tersebut, simak penjelasan berikut di bawah ini.

Sistem Pernapasan Pada Manusia

sistem pernapasan
Source: perpustakaan.id

Manusia yang memiliki pernapasan yang normal ditandai dengan bernapas sebanyak 12-20 kali dalam satu menit dan berlangsung secara berkesinambungan. Perlu diketahui bahwa kelancaran pernapasan merupakan hasil dari kerja berbagai organ dan jaringan. Fungsi dari sistem pernapasan adalah menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dari paru-paru serta penggunaan energi yang ada di dalam tubuh. Selain berperan dalam pertukaran udara dan gas, ada sebuah peran dalam memelihara dan menyeimbangkan kondisi di dalam tubuh agar tetap stabil.

Cara kerja dari sistem pernapasan adalah dengan melibatkan semua organ pernapasan. Organ-organ ini bekerja sama untuk membantu tubuh dalam pertukaran gas antara paru-paru (alveolus) dan pembuluh darah yang kemudian akan disalurkan ke seluruh bagian tubuh atau diembuskan ke udara. Dalam proses pernapasan terdapat organ pernapasan manusia yang bekerja dengan fungsinya masing-masing.

1. Hidung

Hidung adalah gerbang utama keluar masuknya udara setiap kali bernapas. Di dalam rongga hidung yang berselaput, ada kelenjar minyak dan juga kelenjar keringat. Selaput itu berfungsi untuk menangkap benda-benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Di dalam rongga hidung juga ada rambut-rambut kecil dan tebal yang berfungsi untuk menyaring kotoran-kotoran yang masuk ke dalam hidung bersama udara. Selain itu, ada juga konka yang memiliki fungsi untuk menghangatkan udara dingin yang masuk ke dalam rongga hidung.

2. Faring

Faring (tenggorokan bagian atas) adalah tabung yang terletak di belakang mulut dan rongga hidung yang menghubungkan keduanya ke trakea. Faring berfungsi untuk menyalurkan aliran udara dari hidung dan mulut untuk diteruskan ke trakea (batang tenggorokan). Di faring juga ada pita suara yang berguna untuk menghasilkan suara. Jika ada udara yang masuk, maka pita suara akan bergetar dan menghasilkan suara.

3. Epiglotis

Epiglotis adalah lipatan tulang rawan berbentuk daun yang terletak di belakang lidah, tepatnya di atas laring atau kotak suara. Selama bernapas, epiglotis akan terbuka untuk memungkinkan udara masuk ke laring menuju paru-paru. Namun, epiglotis akan menutup selama kita makan untuk mencegah makanan dan minuman secara tidak sengaja terhirup dan menyebabkan tersedak.

4. Laring

Laring atau kotak suara adalah tempat keluarnya masuk udara dan juga tempat menghasilkan suara. Letaknya di bawah persimpangan saluran faring yang membelah menjadi trakea dan kerongkongan. Organ pernapasan ini memiliki dua pita suara yang membuka saat bernapas dan menutup untuk memproduksi suara. Saat bernapas, udara mengalir melewati dua pita suara yang berimpitan sehingga menghasilkan getaran. Getaran inilah yang kemudian menghasilkan suara saat berbicara.

Baca juga: Awesome, Yuk Mengenal Lebih Jauh Organ Pernapasan Dan Fungsinya. No 3 Super Keren

5. Trakea

Trakea atau batang tenggorokan adalah tabung berongga lebar yang menghubungkan laring (kotak suara) ke bronkus paru-paru. Panjangnya sekitar 10 cm dan diameternya kurang dari 2,5 cm. Fungsi trakea yaitu mengalirkan udara dari dan menuju paru-paru. Trakea memanjang dari laring hingga ke bawah tulang dada (sternum) kemudian membelah menjadi dua tabung kecil yang disebut bronkus. Setiap sisi paru-paru memiliki satu bronkus.

6. Tabung Bronkial

Tabung bronkial berbentuk tabung dengan silia atau rambut-rambut kecil yang bergerak seperti gelombang. Gerakan gelombang tersebut akan membawa dahak, lendir, atau cairan ke atas hingga ke luar tenggorokan. Silia juga ada di dalam lubang hidung. Fungsi lendir atau dahak di tabung bronkial adalah untuk mencegah debu, kuman, atau benda asing lain agar tidak sampai masuk ke paru-paru.

7. Bronkiolus

Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus yang berfungsi untuk menyalurkan udara dari bronkus ke alveoli. Bronkiolus juga berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk dan keluar saat proses pernapasan berlangsung.

8. Paru-Paru

Paru-paru adalah sepasang organ yang terletak di dalam tulang rusuk. Masing-masing berada di kedua sisi dada. Paru-paru bagian kanan terdiri dari tiga lobus, sedangkan paru-paru kiri memiliki dua lobus saja. Fungsi utama paru-paru dalam sistem pernapasan adalah untuk menampung udara kaya oksigen dan mengalirkannya ke pembuluh darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh. 

9. Alveolus

Alveolus adalah kantung-kantung kecil dalam paru yang terletak di ujung bronkiolus. Dalam sistem pernapasan, alveoli berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Pada alveolus juga ada kapiler pembuluh darah. Nantinya, darah akan melewati kapiler dan dibawa oleh pembuluh darah vena dan arteri. Alveolus kemudian menyerap oksigen dari udara yang dibawa oleh bronkiolus dan mengalirkannya ke dalam darah. Setelah itu, karbon dioksida dari sel-sel tubuh mengalir bersama darah ke alveolus untuk diembuskan keluar.

10. Diafragma

Diafragma adalah dinding otot kuat yang memisahkan rongga dada dari rongga perut. Saat melakukan pernapasan perut, diafragma akan bergerak ke bawah dan menciptakan rongga kosong untuk menarik udara. Ini juga bisa membantu memperluas paru-paru.

Baca juga: Cara Menjaga Organ Pernapasan Agar Tetap Sehat

Penyakit Pada Sistem Pernapasan

penyakit pada sistem pernapasan
Source: kumparan.com

Dalam bernapas, umumnya manusia membutuhkan 300 liter oksigen dalam sehari. Jumlah oksigen yang diambil ini tergantung dari jenis aktivitas yang dilakukan, ukuran tubuh dan jenis makanan yang dikonsumsi. Jika seseorang tersebut sedang mengerjakan pekerjaan berat seperti mengangkat barang atau berolahraga, maka kebutuhan oksigennya menjadi bertambah berkali-kali lipat. Umumnya, orang-orang yang melakukan aktivitas berat akan mengambil oksigen lebih banyak dibanding orang yang melakukan aktivitas ringan. Orang yang memiliki tubuh yang lebih besar juga membutuhkan oksigen yang lebih banyak. Selain itu orang yang sering mengkonsumsi daging-dagingan akan membutuhkan lebih banyak oksigen dibanding orang yang lebih sering mengkonsumsi sayur-sayuran atau vegetarian.

Sistem pernapasan pada manusia memang tampak seperti hal yang sederhana. Namun di balik masing-masing satu helaan dan hembusan napas, terdapat kerjasama antar organ yang cukup rumit guna mendapatkan oksigen demi kelangsungan seluruh sistem dalam tubuh. Pernapasan yang berlangsung lancar adalah hasil dari kerja masing-masing jaringan dan organ yang menyusun sistem pernapasan manusia. Bila satu hal tidak bekerja dengan baik, fungsi secara keseluruhan juga bisa terganggu. Oleh sebab itu, kesehatannya harus dijaga dengan baik, misalnya dengan berhenti merokok atau menghindari asap rokok dan rajin berolahraha. Tak jarang juga ketika sistem pernapasan tidak bekerja dengan baik mengakibatkan banyak penyakit yang menyerang. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang menyerang sistem pernapasan.

1. Asma

Asma adalah salah satu penyakit pernapasan yang kronis. Asma merupakan kondisi membengkaknya saluran pernapasan (bronkus) yang menyebabkan jalur udara menjadi sempit akibat peradangan. Peradangan pada bronkus dapat disebabkan oleh debu, alergi, atau asap rokok. Gejala berat dari asma adalah serangan batuk yang hebat, sesak napas yang berat dan tersengal-sengal, kulit kebiruan, sulit tidur, dan kesadaran menurun. Asma tidak dapat disembuhkan. Meski demikian, gejalanya dapat dikendalikan sehingga tetap dapat hidup dengan normal.

2. Bronkitis

Bronkitis adalah gangguan pada cabang-cabang batang tenggorokan (bronkus) akibat peradangan atau imflamasi pada saluran tersebut. Gejala bronkitis adalah penderita mengalami demam dan menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan yang mengakibatnya penderita akan mengalami sesak napas. Bronkitis dibedakan menjadi dua yaitu akut dan kronis. Bronkitis akut biasanya terjadi lebih singkat dibandingkan kronis yang bisa bertahun-tahun.

3. Pneumonia

Pneumonia adalah penyakit paru-paru akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menyerang alveolus di dalam paru-paru. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua paru-paru. Infeksi yang terjadi dapat menyebabkan paru-paru (alveolus) berisi cairan atau bahkan nanah sehingga oksigen sulit berdifusi mencapai darah. Itu sebabnya, beberapa orang menyebut kondisi ini sebagai paru-paru basah. Gejala pneumonia yang muncul bisa bervariasi dari ringan hingga berat.

Itulah beberapa organ pernapasan dan fungsinya yang perlu diketahui serta penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Jika mengalami gejala adanya gangguan pada sistem pernapasan segera konsultasikan kondisi anda ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang aman.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare