Blog

Super Keren! Tidak Hanya Ibu Hamil, Spesialisasi Obgyn Juga Bisa Menangani 5 Penyakit Ini Lho!

Obgyn
Kesehatan Penyakit

Super Keren! Tidak Hanya Ibu Hamil, Spesialisasi Obgyn Juga Bisa Menangani 5 Penyakit Ini Lho!

Setiap kali mendengar kata ‘dokter obgyn’ biasanya orang-orang akan berpikiran bahwa itu adalah dokter kandungan. Pada kenyataannya, dokter obgyn ini tidak hanya bisa memeriksa kondisi ibu hamil, lho! Apa saja ya yang bisa ditangani oleh dokter obgyn?

Apa Itu Spesialisasi Obgyn?

Obgyn adalah singkatan dari obstetrics and gynecology yaitu obstetri dan ginekologi. Dokter obgyn ini adalah dokter yang mendapatkan pelatihan khusus untuk merawat kesehatan reproduksi wanita secara menyeluruh. Obstetri tentu berhubungan dengan kehamilan, termasuk saat persalinan bayi. Sedangkan ginekologi adalah pemahaman yang mencakup sistem reproduksi pada perempuan.

Dokter obgyn ini tidak hanya melayani ibu hamil, tetapi juga terlatih untuk melayani kebutuhan pasien wanita mulai dari remaja hingga yang sudah memasuki masa menopause. Sebagai spesialis obstetri dan ginekologi, dokter bisa memeriksa kondisi kehamilan, menjalankan screening pada kanker ginekologi, bahkan operasi. Terdapat empat subspesialisasi dari dokter obgyn, yaitu:

  • Ginekologi Onkologi: bidang pada subspesialisasi ini meliputi pengobatan pada kanker yang terdapat pada organ reproduksi wanita. Ahli dari ginekologi onkologi ini mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani pasien dengan kanker ginekologi. Kanker ginekologi sendiri adalah penyakit ganas yang menyerang organ sistem reproduksi wanita diantaranya vagina, leher rahim, rahim, vulva, endometrium dan indung telur. Kanker tersebut berkembang secara metastatis seperti pada kanker serviks yang menyebar ke area vagina.
  • Kedokteran Ibu-Janin: salah satu jenis subspesialisasi ini adalah dokter obgyn yang ahli dalam hal kehamilan berisiko tinggi. Dokter ini dapat mengatasi masalah kesehatan pada ibu dan bayi, sekaligus dapat membantu mengelola kemungkinan komplikasi yang bisa timbul di masa kehamilan. Dokter ini dapat melakukan pemeriksaan, deteksi dini, dan penanganan janin apabila mengalami kelainan genetik, serta gangguan pembentukan organ atau cacat bawaan lahir (kelainan kongenital), meninggal dalam kandungan, atau lahir prematur.
  • Pengobatan Panggul dan Bedah Rekonstruktif: subspesialisasi dari dokter ini mampu memberikan perawatan medis dan bedah bagi wanita yang mengalami masalah yang berhubungan dengan tubuh bagian panggul. Dasar panggul merupakan kumpulan jaringan-jaringan yang bersama-sama berfungsi sebagai penyokong organ panggul (diantaranya vagina, saluran kemih bawah, saluran anorektal). Contoh dari masalah tersebut adalah inkontinensia urine yaitu kondisi dimana penderitanya tidak dapat mengontrol buang air kecil dan prolaps organ panggul.
  • Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas: dokter ahil endokrinologi reproduksi mampu mengevaluasi sekaligus menangani masalah kesuburan. Dokter ini juga sudah dilatih untuk mengatasi berbagai gangguan reproduksi seperti endometriosis. Lalu, endometriosis dapat menyebabkan infertilitas, itu adalah salah satu penyebab sulitnya pasangan untuk memiliki keturunan atau anak. Hal tersebut disebabkan karena berbagai masalah pada sistem reproduksi wanita seperti gangguan hormon dan kelainan pada organ reproduksi.

Penyakit Apa Saja Yang Dapat Ditangani Oleh Dokter Obgyn?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa dokter spesialisasi ini tidak hanya menangani kondisi ibu hamil, tetapi juga dapat menangani beragam penyakit dan kondisi kandungan. Berikut beberapa masalah medis yang bisa ditangani oleh dokter obgyn:

  • Kanker Serviks
Kanker Serviks

Dilansir dari alodokter, kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Pada umumnya, kanker ini berkembang perlahan dan baru akan menunjukkan gejalanya ketika sudah memasuki stadium lanjut. Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Berdasarkan studi pada tahun 2020, ada lebih dari 600.000 kasus kanker serviks dengan 342.000 kematian di seluruh dunia.

Di negara kita, Indonesia, kanker serviks menempati peringkat kedua setelah kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak menyerang penderitannya di seluruh kasus kanker pada tahun 2020. Sudah tercatat lebih dari 36.000 kasusu dan 21.000 kematian akibat kanker serviks. Maka dari ini, penting untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini sebelum berlanjut ke masalah yang serius.

  • Servisitis
Servisitis

Servisitis adalah suatu peradangan yang terjadi di daerah serviks. Masalah pada daerah serviks ini bisa menjadi bentuk lanjutan dari komplikasi vaginitis. Penyakit ini paling sering terjadi akibat terkena infeksi yang ditularkan saat melakukan hubungan seksual. Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan servisitis yaitu diantaranya aktivitas seks yang tidak aman seperti tidak menggunakan kondom; banyak melakukan hubungan seks dengan orang yang berbeda; melakukan seks di usia dini; serta memiliki riwayat infeksi yang menular.

Gejala pada penyakit ini cenderung tidak terlihat. Sang penderita biasanya hanya mengeluhkan rasa nyeri saat berhubungan seksual, keputihan yang berlebihan, pendarahan di luar siklus menstruasi, dan pendarahan saat sedang berhubungan seksual. Apabila infeksi tersebut sudah menjalar ke uretra, maka rasa nyeri saat buang air kecil dapat terjadi dan menyebabkan infeksi saluran kencing. Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan menjaga hubungan seksual yang bersih.

  • Cadangan Ovarium yang Berkurang

Dikutip dari American College of Obstetricians & Gynecologist (ACOG), wanita lahir dengan beberapa jumlah telur di dalam ovariumnya, dan itu disebut dengan cadangan ovarium. Endokrinologi Reproduksi dari Universitas Alabama Birmingham, Deidre Gunn M. D. mengatakan bahwa “Jika dokter mengatakan bahwa cadangan ovarium rendah atau berkurang, berarti jumlah atau kualitas telur lebih rendah dari yang diharapkan sesuai usianya.”

Penyebab dari berkurangnya cadangan ovarium adalah ketika remaja hingga akhir usia 20-an akan mengalami penurunan jumlah cadangan telur secara alami. Termasuk juga dengan kualitasnya, karena telur yang tersisa memiliki kromosom yang abnormal maka akan menyulitkan terjadinya pembuahan. Akibatnya wanita akan kesulitan untuk hamil setelah usianya 30 tahun dan akan semakin menurut saat mencapai pertengana usia 30 tahun.

Kemudian penyebabkan juga bisa terjadi apabila si pasien menjalani pengobatan kemoterapi, radiasi, dan mutasi gen dimana berkaitan dengan fungsi ovarium, sehingga terjadi kista yang terbentuk karena kondisi endometriosis. Penyakit radang pada panggul yang terjadi karena bakteri dari infeksi menular seksual yang tidak diobati dan menyebar juga dapat menyebabkan berkurangnya cadangan ovarium tersebut.

  • Dismenore
Dismenore

Dismenore atau nyeri menstruasi (haid) adalah hal yang sangat umum dialami oleh wanita. Dismenore dibagi menjadi dua yaitu, dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore primer adalah nyeri pada perut bagian bawah saat menstruasi tanpa adanya kelainan atau penyakit pada panggul. Sedangkan dismenore sekunder adalah nyeri pada perut bagian bawah saat menstruasi yang disertai dengan adanya kelainan atau penyakit pada panggul.

Belum diketahui dengan jelas penyebab dari dismenore primer. Namun, nyeri ini diduga akibat adanya peningkatan jumlah prostaglandin di dalam rahim saat menstruasi. Prostaglandin adalah sejenis hormon yang berperan dalam proses terjadinya nyeri. Faktor yang meningkatkan wanita mengalami dismenore primer adalah usia yang kurang dari 20 tahun, usaha penurunan berat badan, depresi atau kecemasan, menstruasi dalam jumlah yang berlebihan, dll.

Gejala utama bagi yang menderita dismenore adalah nyeri hingga ke bagian punggung dan kaki saat hari pertama atau sehari sebelum menstruasi, biasanya berlangsung selama 12-24 jam. Namun, beberapa kasus juga bisa berlangsung hingga 2-3 hari. Gejala lain yang muncul saat dismenore adalah kelelahan, nyeri pada payudara, mual, kembung, konstipasi (sembelit), lebih emosional dan mudah merasa sedih, sakit kepala, bahkan pingsan.

  • Endometriosis
Endometriosis

Dilansir dari alodokter, endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan di dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan tersebut disebut dengan endometrium ini dapat tumbuh di indung telur, usus, tuba falopi (saluran telur), vagina, bahkan rektum (bagian akhir usus yang terhubung ke anus). Penyebab dari endometriosis adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh, atau aliran darah menstruasi yang berballik arah.

Sebelum menstruasi, endometrium akan menebal sebagai tempat untuk menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Bila saat tidak dalam kondisi hamil, endometrium akan luruh, lalu akan keluar dari tubuh sebagai darah menstruasi. Namun, pada kasus endometriosis, jaringan endometrium di luar rahim juga akan ikut menebal, tetapi tidak akan luruh dan keluar dari tubuh. Kondisi tersebut dapat menimbulkan nyeri bahkan dapat menyebabkan kemandulan atau infertilitas wanita.

Setelah penjelasan di atas, tentunya dokter obgyn sangat berperan penting bagi kesehatan seluruh perempuan, tidak hanya yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan. Para wanita disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter obgyn pertama kali saat mulai menginjak usia 18 tahun. Dokter akan memeriksa dan mengevaluasi pasien secara keseluruhan, dan masalah pada tubuh kita akan terlihat sehingga dapat dilakukan pencegahan sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.

Baca juga: https://ukmppd.com/2021/11/24/massage-aman-untuk-bayi-dan-5-tujuan-massage/

Comment (1)

  1. […] Baca Juga : Super Keren! Tidak Hanya Ibu Hamil, Spesialisasi Obgyn Juga Bisa Menangani 5 Penyakit Ini Lho! […]

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare