Blog

Spoiler Alert! Gangguan Sistem Pencernaan yang Sering Terjadi. Waspada No 3.

gangguan pencernaan
Anatomi

Spoiler Alert! Gangguan Sistem Pencernaan yang Sering Terjadi. Waspada No 3.

Sistem pencernaan manusia dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu organ dalam saluran pencernaan dan organ pencernaan pelengkap. Organ-organ pada saluran pencernaan meliputi mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Sementara itu, organ-organ pada pencernaan pelengkap adalah mulut, kantung empedu, kelenjar air liur, hati, dan pankreas. Sistem pencernaan biasa disebut juga dengan gastrointestinal. Ini adalah sistem yang berkaitan dengan pencernaan terutama pada lambung dan usus.

Namun biasanya sistem pada pencernaan sering mengalami gangguan. Padahal ini merupakan hal yang penting bagi tubuh. Pencernaan amatlah penting karena tubuh membutuhkan zat gizi dari makanan serta cairan dari minuman untuk tetap sehat dan berfungsi dengan normal. Zat gizi pun diperlukan untuk pembentukan energi, pertumbuhan, dan perbaikan jaringan.

Sistem Pencernaan

sistem pencernaan
Source: indozone.id

Sistem pencernaan atau disebut juga dengan gastrointestinal adalah saluran yang memanjang dari mulut hingga ke anus. Saluran ini berkaitan dengan pencernaan terutama pada lambung dan usus. Fungsi dari sistem ini adalah menerima dan mencerna makanan. Setelah dicerna, nutrisi tersebut kemudian diserap dan disalurkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Sistem ini juga berfungsi untuk memisahkan dan membuang sisa makanan yang tidak bisa dicerna oleh tubuh.

Kerja sistem pada pencernaan manusia ini dikendalikan oleh sistem saraf, peredaran darah, dan beragam hormon lainnya. Selain itu, proses pencernaan makanan juga dibantu oleh banyaknya bakteri yang bermanfaat di dalam usus yang disebut mikrobioma. Setiap organ sistem pada pencernaan akan membantu menggerakkan makanan dan cairan yang dikonsumsi dalam urutan tertentu.

Saat berada dalam sistem pada pencernaan ini semua makanan dan cairan akan diuraikan menjadi bentuk yang sangat kecil. Hasil pencernaan yang berukuran kecil tersebut kemudian diserap dan disalurkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah. Sementara itu, ampas dari makanan yang tidak lagi mengandung zat gizi akan dikeluarkan dalam bentuk feses. Namun ketika tubuh tidak dapat mencerna makanan dengan baik, kondisi tersebut dapat menyebababkan intoleransi makanan.

Gangguan Sistem Pencernaan

gangguan sistem pencernaan
Source: sehatq.com

Gangguan pada sistem pencernaan adalah masalah atau kelainan yang terjadi pada saluran atau organ yang terlibat dalam pencernaan secara bersamaan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari alat pencernaan, infeksi kuman, atau mengonsumsi makanan yang memiliki efek tertentu. Gejala gangguan ini pun bervariasi tergantung pada penyakitnya mulai dari yang ringan hingga yang berat. Pada orang dengan kondisi tubuh yang sehat tidak akan berakibat fatal, tetapi pada pada bayi, orang tua, dan orang yang bermasalah dengan sistem kekebalan tubuh akan dapat berakibat fatal.

Baca juga: 6 Organ yang Menyusun Sistem Pencernaan (Gastrointestinal) pada Manusia

Sistem pencernaan harus mampu bekerja dengan baik supaya tubuh dapat berfungsi dengan normal. Tidak hanya itu, sistem pencernaan yang sehat juga akan membantu mempertahankan kesehatan. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa ada banyak faktor yang dapat menimbulkan gangguan sistem pada pencernaan. Jika satu saja organ pencernaan terganggu maka seluruh mekanisme yang terlibat pada sistem ini tentu tidak dapat berjalan dengan semestinya. Selain itu, gangguan sistem pencernaan bisa menghambat penyerapan zat gizi yang mengakibatkan tubuh akan menjadi rentan terhadap penyakit atau tidak dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Lantas, apa saja gangguan yang bisa terjadi pada sistem pencernaan manusia? Simak lebih lanjut berikut ini.

1. Diare

Diare adalah suatu gangguan pencernaan yang frekuensi buang air besar menjadi meningkat dengan tekstur feses yang cair. Diare biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu. Gangguan ini diakibatkan oleh banyak faktor diantaranya alergi makanan, infeksi virus, terkontaminasi bakteri, maupun operasi kandung empedu atau perut. Penyakit ini sangat umum dan mudah diobati. Namun, diare parah yang tidak ditangani dengan baik dapat berakibat fatal. Diare yang parah dapat mengakibatkan demam, turunnya berat badan, hingga feses berdarah. Jika tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama diare, buang air besar terus-menerus juga dapat membuat dehidrasi dan kehilangan nutrisi.

2. Maag

Maag atau tukak lambung adalah suatu kondisi kronis pada sistem pencernaan yang menyebabkan nyeri ulu hati dan berkepanjangan. Biasanya ditandai dengan kembung, mual, muntah-muntah dan kurang nafsu makan. Gejala tersebut dapat terjadi 2-3 jam setelah makan atau terjadi pada malam hari saat perut kosong. Gangguan ini umumnya ringan dan muncul ketika mengonsumsi makanan atau minuman tertentu serta saat terlambat makan. Selain itu, maag timbul ketika asam di saluran pencernaan mulai menyerang permukaan bagian dalam lambung atau usus kecil. Maag bisa diatasi dengan memperbaiki pola makan dan menghindari hal-hal yang memicunya.

3. GERD

Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD adalah suatu penyakit pada sistem pencernaan yang ditandai dengan naiknya asam lambung menuju kerongkongan. Gangguan pencernaan ini terjadi karena longgar atau tidak menutup dengan baiknya katup antara esofagus dan lambung. Jika tidak ditangani, asam lambung yang naik dapat menyebabkan iritasi pada lapisan dalam kerongkongan. Oleh karena itu ketika gejala GERD kambuh, pengidapnya mengalami sensasi panas di dada, mual, muntah, kesulitan menelan, dan batuk. Selain itu, gangguan pencernaan ini juga bisa dipicu oleh kebiasaan merokok, makan dalam porsi besar, dan konsumsi aspirin. Penyakit GERD sendiri memiliki potensi untuk menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

4. Sembelit

Sembelit atau konstipasi adalah suatu penyakit pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh perubahan pola makan atau asupan nutrisi. Kondisi ini terjadi karena usus besar menyerap air secara berlebihan sehingga feses menjadi kering dan keras. Gejala sembelit adalah frekuensi BAB tiba-tiba lebih jarang atau lebih sulit dari biasanya. Gangguan pencernaan ini terjadi karena kurang minum air putih, kurang mengonsumsi makanan yang berserat, hingga pengaruh obat-obatan. Sembelit bukan termasuk gangguan sistem pencernaan yang serius tetapi kondisi ini akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Cara mencegah dan mengatasi sembelit adalah dengan memperbanyak konsumsi minum air, makan makanan yang berserat dan berolahraga.

Baca juga: Ketahui Proses Pencernaan Makanan dan Penyerapan Nutrisi di Dalam Tubuh

Cara Menjaga Sistem Pada Pencernaan

Source: lifestyle.kompas.com

1. Minum Air yang Banyak

Minum air yang banyak dapat membantu sistem pencernaan manusia dalam menjalankan fungsinya. Oleh kareena itu, sebisa mungkin untuk cukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya. Cairan tubuh yang tercukupi akan membuat sistem pencernaan berjalan dengan lancar. Cairan dalam sistem pencernaan dapat membantu memecah lemak dan serat larut air sehingga tubuh dapat mencernanya lebih mudah. Konsumsi setidaknya 8 gelas air setiap harinya atau 2 liter air. Dengan asupan air yang cukup, anda akan jarang mengalami dehidrasi sehingga tubuh menjadi lebih segar dan kesehatan pencernaan pun terjaga dengan baik.

2. Makan Makanan yang Banyak Serat

Serat merupakan zat gizi yang wajib dipenuhi setiap hari. Melansir dari Mayo Clinic, untuk mendapatkan manfaat yang banyak direkomendasikan untuk mengonsumsi serat sebesar 38 gram per hari untuk pria di bawah 50 tahun.  Sedangkan wanita dengan kelompok usia yang sama disarankan untuk mengonsumsi serat sebesar 25 gram per hari. Memenuhi kebutuhan serat harian dapat membuat sistem pencernaan bekerja dengan lebih lancar. Ini bisa menghindari masalah pencernaan seperti sembelit, divertikulosis, hingga wasir. Dengan makan lebih banyak serat dapat juga mempertahankan berat badan yang sehat. Sumber serat terbaik adalah sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

3. Perhatikan Pola Makan

Perut memang dapat menampung banyak makanan dalam sekali makan. Namun sebaiknya hal tersebut tidak dilakukan. Untuk menghindari gangguan pencernaan disarankan untuk makan dengan porsi kecil tetapi sering. Makan berlebihan akan membuat sistem pencernaan kelebihan beban dan tidak bisa memecah serta menyerap nutrisi secara maksimal. Selain itu, makan dalam prosi besar bisa memicu sakit perut karena bisa menyebabkan naiknya asam lambung. Makan berlebihan juga mamicu penumpukan gas, mual dan muntah. 

Itulah beberapa jenis gangguan pada sistem pencernaan yang umum terjadi. Jenis gangguan sistem pencernaan yang dijelaskan di atas dapat menimbulkan keluhan yang ringan sampai berat dan mengggangu aktivitas. Oleh karena itu, jangan abaikan gejala yang muncul pada sistem pencernaan. Gangguan tersebut tidak bisa disepelekan karena jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan kondisi serius. Jika mengalami keluhan pada sistem pencernaan, segeralah pergi ke dokter agar diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare