Blog

Warning! Waspada 10 Penyakit Yang Terjadi Pada Sistem Saraf Manusia Dan Kenali Simple Ways Untuk Mencegah Sakit Saraf!!

saraf
Anatomi Penyakit

Warning! Waspada 10 Penyakit Yang Terjadi Pada Sistem Saraf Manusia Dan Kenali Simple Ways Untuk Mencegah Sakit Saraf!!

Sakit saraf adalah kondisi di mana terjadi gangguan pada sistem saraf. Ketika terganggu, maka penderitanya bisa kesulitan bergerak, berbicara, menelan, bernapas, atau berpikir.

Saraf adalah serat-serat yang menghubungkan organ-organ tubuh dengan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) serta antar bagian sistem sarah dengan lainnya. Sistem saraf manusia merupakan jaringan sel-sel saraf yang bertanggung jawab untuk mentransfer implus dari otak ke seluruh tubuh agar bisa menjalankan fungsi organ.

Oleh karena itu, tak heran jika sistem saraf yang rusak bisa mempengaruhi fungsi tubuh. Kerusakan saraf ini bisa disebabkan oleh banyak alasan seperti cedera, penyakit autoimun, diabetes, stroke, ataupun efek samping obat.

Ada beberapa tanda – tanda sakit saraf, berikut ini tanda – tanda sakit saraf pada umumnya.

1. Kebas atau Mati Rasa

Saraf yang rusak ditandai dengan munculnya perasaan kebas seperti mati rasa, kesemutan, atau rasa terbakar yang menyebar di sekitar tangan dan kaki, terutama di bagian jari-jari.

2. Sulit Bergerak

Kerusakan saraf bisa menurunkan aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Gejala ini bisa juga memberikan sinyal jika ada masalah serius yang membutuhkan tindakan cepat, contohnya sakit stroke.

3. Nyeri pada Kaki

Hal ini menandakan jika saraf siatik sedang tertekan atau rusak, bisa diakibat jatuh atau lelah pada tulang belakang.

4. Kehilangan Keseimbangan

Hal ini menandakan jika ada kerusakan saraf akibat kurangnya koordinasi.

5. Sering Buang Air Kecil

Kerusakan saraf bisa juga sebagai sinyal jika kandung kemih sedang mengalami kerusakan. Akibatnya, frekuensi buang air kecil menjadi meningkat.

6. Sering Sakit Kepala

Jika kamu mengalami sakit kepala yang terjadi secara berulang dan dalam jangka waktu yang panjang atau lama, kemungkinan kamu terkena occipital neuralgia, yaitu suatu kondisi yang bisa terjadi karena saraf di leher terjepit.

7. Muncul Keringat Berlebihan

Jika kamu mengeluarkan keringat berlebih atau terlalu sedikit mengeluarkan keringat tanpa ada jelasan yang jelas, bisa jadi ini adalah sinyal informasi kalau saraf yang membawa informasi dari otak ke kelenjar keringat sedang terganggu.

8. Respons Otak Melambat

Saraf sensorik seharusnya memberi tahu otak jika ada hal-hal yang berbahaya dan mengancam. Namun dalam hal ini, saraf sensorik justru tidak berfungsi sebagaimana semestinya.

Setelah mengenal gejala umum untuk sakit saraf, maka sekarang kita masuk ke pembahasan dan pengenalan 10 macam sakit saraf yang perlu diketahui dan diwaspadai.

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sangat berpotensi menyerang bagian syaraf pusat. Ada beberapa penyakit yang sudah bawaan sejak lahir. Ada pula yang muncul saat masa kanak-kanak, sampai dewasa

10 jenis sakit saraf yang perlu diketahui dan diwaspadai
saraf (sumber: sains-SINDOnews)
  1. Infeksi sistem syaraf pusat

Siapa sangka jika bakteri dan juga virus bisa menjalar ke mana mana, termasuk ke jaringan otak dan sumsum tulang belakang. Meskipun sebenarnya orang orang yang menderita jenis penyakit syaraf yang menginfeksi sistem saraf pusat ini tidak terlalu banyak, namun resiko untuk terkena penyakit ini pasti ada. Penyakit ini di nilai parah dan perlu penanganan yang serius.

  1. Ensefalitis atau radang otak

Penderita yang terkena penyakit ensefalitis atau infeksi otak biasnaya merasa demam dan sakit kepala yang berlebihan. Selain ituperasaan mengantuk dan juga bingung kerap terjadi pada mereka. Penyebab dari penyakit ini adalah virus.

3. Meningitis atau radang selaput

Penyakit merupakan salah satu bentuk infeksi yang menyerang pada selaput,  yang mana fungsinya menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Penderita akan merasakan demam cukup tinggi serta sakit kepala. Selain itu, leher mereka juga akan terasa kaku.

Penyebab dari penyakit ini adalah virus atau bakteri. Jika penderita terserang meningitis karena virus, maka akan sedikit aman. Sebab virus ini mampu dibersihkan dengan sendirinya sampai beberapa hari kemudian.

Sedangkan jika mengalami meningitis yang di sebabkan karena bakteri, jatuhnya akan lebih serius. Karena mampu menyebabkan kerusakan otak, bahkan parahnya sampai terjadi kematian. Tetapi jangan khawatir karena berkat kemajuan teknologi dan pendidikan, kini sebuah vaksin untuk mencegah meningitis sudah di temukan. Vaksin ini sudah mampu diberikan pada anak-anak sejak usia dua tahun. Dari beberapa dokter merekomendasaikan untuk pemberian vaksin sebelum anak masuk ke usia 12 tahun atau 13 tahun.

  1. Sindrom raye

Penyakit ini pun sebenarnya tergolong jarang, bahkan di nilai langka. Mereka yang terkena sindrom raye adalah orang tua yang memiliki infeksi virus, yang mana sebelumnya ketika masa muda yang mengambil aspirin.

Sindrom ini mampu menyebabkan pembengkakan pada otak, dan akibatnya bisa fatal. Biasanya mereka yang memiliki resiko terkena sindrom raye adalah yang memiliki kekebalan tubuh rendah.

5.Epilepsi

Jika di kategorikan, epilespi di bagi menjadi 3 jenis. Yakni epilepsi simptomatik, kriptogenik, dan idiopatik. Jenis epilepsi simptomatik, biasanya terjadi kejang-kejang yang di sebabkan karena ada gangguan atau kerusakan yang terjadi pada otak. Sedangkan jenis epilepsi idiopatik,  sama terjadi kejang kejang pada dirinya. Dan jenis epilespi yang terakhir, epilepsi kriptogenik membuat penderita mengalami kejang kejang tanpa di temukan alasan mengapa ia bisa mengalami kejang kejang ini.

6. Hidrocephalus

Penderita hidrosefalus akan mengalami penumpukan cairan di dalam otak. Akibatnya adalah terjadi peningkatan tekanan otak.

7. Alzheimer

Penderita penyakit ini akan di tandai dengan melemahnya daya ingat, apalagi yang baru saja terjadi. Karena penyakit ini menyerang memori yang baru saja ia simpan.

Tingkat parah dari penderita alzheimer adalah ia akan mengalami gangguan otak dalam melakukan perencanaan, penalaran, persepsi, sampai dengan berbahasa. Mereka juga akan mengalami disorientasi dan perubahan perilaku. Misalnya menjadi lebih agresif, penuntut, dan sangat mudah curiga terhadap orang lain.

  1. Vertigo

Jika anda mengalami sakit kepala yang di tandai dengan gejala sensasi diri sendiri atau sekeliling serasa berputar, mungkin anda terkena vertigo. Selain itu, penderita yang mengalami vertigo akan kehilangan keseimbangan dalam beberapa waktu. Hal ini membuatnya merasa kesulitan untuk berdiri, bahkan sampai berjalan. Mereka juga mengalami gejala mual mual dan muntah.

  1. Parkinson

Merupakan suatu penyakit yang menerang sistem syaraf. Hal ini menyebabkan terjadinya degenerasi sel saraf secara di bagian otak tengah. Padahal fungsi utama dari bagian ini adalah untuk mengatur pergerakan tubuh atau sistem motoriknya. Gejala yang timbul dari penderita adalah terjadinya tremor atau gemetaran. Meskipun pada tahap awalnya, penderita yang mengidap penyakit parkinson ini  tidak menunjukan gejala yang tampak.

Biasanya penderita akan merasa lemah pada tubuhnya. Bahkan sampai ada yang kaki pada beberapa bagian tubuhnya. Ia juga akan mengalami gemetar yang halus namunterus menerus pada satu organ. Biasanya terjadi saat ia sedang  beristirahat.

  1. Lumpuh otak

Penyakit lumpuh otak atau biasa di kenal dengan nama cerebral palsy merupakan jenis penyakit syaraf yang cukup mengganggu, bahkan sangat memengaruhi sistem koordinasi serta pergerakan tubuh. Penyebab terjadinya penyakit ini karena adanya masalah yang serius pada bagian otak besar. Biasanya menyerang pada anak anak. Dan karena alasan penyakit inilah yang menjadi penyebab utama mengapa terjadi kelumpuhan kronis pada anak anak.

Tentunya dengan mengetahui sakit saraf dan gejalanya, kita akan lebih waspada dalam mengatur pola hidup dan ingin mengetahui apa saja sih yang dapat mencegah terjadinya sakit saraf pada tubuh.

Nah, ini dia simple ways untuk mencegah sakit syaraf.
saraf (sumber: sehatQ)

1. Olahraga Teratur

Tidak hanya mampu menjaga tubuh tetap fit dan bugar, olahraga yang dilakukan secara teratur juga ternyata dapat membantu mencegah berbagai gangguan syaraf, lho. Satu hal yang perlu diingat bahwa olahraga yang perlu kamu lakukan secara teratur bukanlah olahraga berat, melainkan olahraga ringan sekitar 10-15 menit setiap pagi dan sore hari.

2. Hindari Pekerjaan yang Menuntut Gerakan Berulang.

Pekerjaan yang menuntut kita melakukan gerakan berulang, secara perlahan dapat memicu terjadinya gangguan saraf. Terlebih jika gerakan yang dilakukan adalah gerakan yang berat, atau membuat tubuh berada dalam posisi yang tidak nyaman. Maka dari itu cobalah untuk beristirahat selama beberapa menit dan lakukan gerakan-gerakan peregangan sederhana.

3. Jaga Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan beban pada kaki, dan memicu berbagai risiko penyakit kardiovaskuler. Orang dengan berat badan berlebih pun akan memiliki risiko terkena gangguan saraf lebih tinggi, dibanding mereka yang memiliki berat badan ideal. Oleh karena itu, cobalah untuk mulai menjaga berat badan tetap ideal, dengan menerapkan pola makan sehat rendah kalori.

4. Pastikan Asupan Vitamin B Tercukupi

Dalam hal menjaga kesehatan saraf, vitamin B merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting. Terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit diabetes dan penyakit ginjal kronis, yang sering berujung pada kerusakan saraf, vitamin B1, B6, dan B12 dapat menjadi penyelamat.

5. Hindari Alkohol

Kebiasaan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko gangguan saraf. Hal ini dikarenakan alkohol dapat mengganggu penyerapan vitamin B yang baik untuk saraf, dengan cara mendistraksi konsentrasi tubuh dalam menyerap vitamin B. Selain itu, mengonsumsi alkohol juga akan membuat neuropati mengganas, apalagi jika orang tersebut memiliki riwayat diabetes, penyakit ginjal kronis, dan pola makan yang tidak sehat.

Baca Juga: Spoiler Alert! Gangguan Sistem Pencernaan yang Sering Terjadi. Waspada No 3.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare