Blog

Spoiler Alert ! Mengetahui 7 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Anak

patricia-prudente-LqaLgCnnh3Y-unsplash (1)
Tips kesehatan Kesehatan

Spoiler Alert ! Mengetahui 7 Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Anak

Gigi yang sehat tidak berlubang atau telah dirawat dengan baik sehingga tidak mengganggu fungsinya. Fungsi gigi untuk mengunyah, fonetik, dan estetika semuanya dapat berjalan efektif dengan gigi yang sehat. Karena jaringan periodontal merupakan jaringan pendukung gigi, maka kondisi gigi yang sehat harus ditopang oleh jaringan periodontal yang sehat.

gigi
Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi (sumber: alodokter.com)

Mulut berfungsi sebagai portal ke seluruh tubuh. Mekanisme pencernaan tubuh akan dipengaruhi oleh proses pengunyahan yang sempurna. Gigi dan gusi yang bebas karies merupakan tanda kesehatan gigi dan mulut yang sehat. Karies gigi adalah jenis kerusakan gigi yang dimulai pada permukaan email, berlanjut ke dentin, dan akhirnya mencapai pulpa. Konsumsi karbohidrat, mikroba di rongga mulut, dan bentuk gigi semuanya dapat berkontribusi pada kerusakan gigi. Streptococcus mutans dan Lactobacillus sp. adalah dua bakteri paling umum yang menyebabkan gigi berlubang. Karies yang tidak diobati dapat menyebabkan ketidaknyamanan, infeksi, dan kehilangan gigi.

Karies adalah jenis kerusakan gigi yang dihasilkan oleh aktivitas asam bakteri dan konsekuensi dari fermentasi karbohidrat. Karies adalah proses demineralisasi progresif yang menyebabkan komponen mineral hancur, mengakibatkan rongga. Karies dapat berkembang ketika keseimbangan antara proses demineralisasi dan remineralisasi terganggu. Karies adalah masalah besar di sebagian besar negara; 60-90 persen karies terjadi pada anak sekolah, selebihnya terjadi pada remaja dan dewasa.

Banyak anak yang mengalami gigi berlubang akibat kerusakan gigi. Konsumsi gula berlebih, perawatan gigi yang buruk, dan aktivitas vital seperti membersihkan gigi yang jarang dilakukan di rumah atau di sekolah merupakan faktor penyebabnya. Ini adalah kebiasaan yang diturunkan dari orang tua kepada anak-anak, termasuk beberapa anak siswa TK. Akibatnya, gigi menjadi kuning, dan dalam beberapa kasus, menjadi hitam.

Kesehatan gigi dan mulut anak sangat penting. Anak-anak pada umumnya tidak menyadari perlunya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Orang tua dan guru harus berperan penting dalam menanamkan kebiasaan menggosok gigi pada anak sejak dini sehingga menjadi kebiasaan sepanjang hayat.

Waktu yang Tepat Untuk Memulai Menyikat Gigi

Membersihkan gigi anak sebaiknya dimulai saat gigi pertama muncul, yaitu sekitar usia enam bulan. Cukup bersihkan gigi dengan sapu tangan atau sedikit handuk lembut untuk membersihkannya. Sejujurnya, tidak ada solusi pasti untuk pertanyaan sebelumnya. Beberapa spesialis memiliki sudut pandang yang berlawanan. Beberapa di antaranya menyarankan menyikat gigi sejak usia dua hingga tiga tahun. Yang lain menganjurkan menyikat gigi anak-anak sejak mereka memiliki empat gigi pertama.

Anda harus menggunakan sikat gigi yang didesain khusus untuk anak-anak. Anak-anak di bawah usia tiga tahun biasanya tidak bisa menggenggam benda kecil, apalagi sikat gigi. Akibatnya, Anda harus membantu anak dalam menyikat gigi. Anda dapat secara bertahap mengajari anak-anak cara mencuci gigi mereka sendiri setelah mereka mencapai usia tiga tahun. Bagaimanapun, Anda harus tetap bersamanya.

Mulut dan gigi merupakan bagian penting dari tubuh yang harus dijaga kebersihannya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kebersihan mulut adalah praktik menyikat gigi dan flossing untuk menjaga kebersihan mulut dan menghindari masalah gigi. Karena banyak anak yang menderita karies atau gigi berlubang, perawatan gigi harus dimulai sejak usia muda.

Gaya hidup sehat dan bersih diperlukan untuk mencapai kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Menyikat gigi dua kali sehari dan menghindari makanan manis dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Keberhasilan memelihara kesehatan gigi dan mulut ditentukan oleh kesadaran sejak dini. Anak usia prasekolah, khususnya yang berusia sekitar 4-6 tahun, dapat mulai mengembangkan kesadarannya sejak dini. Anak-anak lebih aktif, inventif, dan imajinatif pada usia ini.

Pemahaman dan kesadaran akan memotivasi seseorang untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat. Kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia muda (masa kanak-kanak) akan membantu Anda mempertahankan kesehatan gigi yang baik hingga dewasa. Namun, menurut temuan penelitian, hanya 2,8 persen penduduk Indonesia berusia tiga tahun ke atas yang sadar bahwa mereka harus menyikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Baca juga : Simple Ways Untuk Melakukan Clean Eat Beserta 5 Rekomendasi Makanan Yang Perlu Dicoba.

Permasalahan Gigi yang Sering Dialami Anak

Masalah Gigi yang Dialami Anak (sumber: klikdokter.com)
  • Tumbuh Gigi

Tumbuh gigi dimulai ketika seorang anak masih bayi dan mengenali makanan setengah padat. Gigi dapat dirangsang dengan makan makanan semipadat.

  • Gigi Copot

Kehilangan gigi adalah tahap perkembangan gigi. Gigi permanen baru (gigi sekunder) disiapkan untuk digunakan pada masa dewasa selama fase ini.

  • Kerusakan Gigi

Susunan gigi yang tidak rata, gigi berlubang, karies, dan warna gigi yang tidak putih merupakan gejala kerusakan gigi pada anak. Hal ini disebabkan penggunaan dot dan botol susu, serta konsumsi gula yang berlebihan, perawatan gigi yang kurang, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

  • Sakit Gigi

Kerusakan gigi adalah penyebab sakit gigi. Gigi berlubang adalah penyebab paling umum dari sakit gigi pada anak-anak. Ketika makanan bersentuhan dengan saraf gigi, yang terekspos ke luar karena lapisan dentin gigi terluka, hal ini terjadi.

  • Perawatan Gigi

Menyikat gigi dan memeriksakan diri ke dokter gigi adalah dua contoh perawatan gigi yang terkadang diabaikan. Banyak orang tua percaya bahwa pemeriksaan gigi tidak penting.

Faktor dan Resiko Utama Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Anak

Faktor dan Resiko Utama Masalah kesehatan Gigi Anak (sumber: himedik.com)

1. Kebiasaan Mengkonsumsi Makanan Kariogenik

Karies anak dan erosi gigi sering dikaitkan dengan praktik konsumsi makanan kariogenik. Di sela-sela aktivitasnya, anak kerap mengonsumsi snack bar yang diyakini mengandung bahan penambah energi. Snack bar ini biasanya tinggi protein dan serat, serta disempurnakan dengan berbagai kacang, kismis, coklat, madu, dan bahan indeks glikemik tinggi lainnya. Makanan yang lengket bertahan lebih lama dan menempel di permukaan gigi, sehingga snack bar ini biasanya memiliki konsistensi yang lengket. Makanan lengket sulit dibersihkan dengan air liur dan harus dihilangkan dengan membersihkan gigi.

Plak gigi terbentuk ketika sisa makanan yang lengket dan mengandung glukosa membentuk lapisan biofilm pada permukaan gigi. Dalam lingkungan asam, plak gigi yang dikombinasikan dengan bakteri Streptococcus mutans menyebabkan demineralisasi. Lapisan gigi akan rusak akibat proses demineralisasi yang terjadi secara rutin.

2. Kebiasaan Mengkonsumsi Minuman Kariogenik

Minuman manis dan isotonik sangat populer di kalangan anak-anak. Berbagai minuman olahraga memiliki pH rendah dan kandungan karbohidrat tinggi. Pemanis buatan, asam, dan perasa tambahan biasanya ditemukan dalam minuman ini. Minuman isotonik dan soda memiliki rasa asam dan manis yang nyata, menurut beberapa penelitian. Asam fosfat, asam sitrat, asam maleat, dan asam tartarat adalah beberapa asam tinggi yang ditemukan dalam minuman isotonik. Minuman isotonik juga memiliki kandungan gula yang tinggi, berkisar antara 6 hingga 8%.

Minuman ringan, di sisi lain, mengandung karbohidrat dengan proporsi tinggi pemanis berkalori tinggi, seperti sukrosa (7,8%-10,3%). Asam fosfat dan sitrat juga ditemukan dalam minuman berkarbonasi. Isi minuman akan mudah mengendap di rongga mulut, dimana akan menempel pada permukaan gigi dan membentuk lapisan plak. Adanya lingkungan yang asam memudahkan terjadinya aktivitas demineralisasi oleh bakteri.

Asupan snack bar dan minuman olahraga tidak ada hubungannya dengan munculnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak. Namun mari kembali ke rutinitas dan kesadaran diri anak agar gigi dan mulutnya tetap sehat. Setelah mengonsumsi makanan dan minuman kariogenik, sebaiknya segera sikat gigi. Tindakan ini bertujuan untuk menghilangkan sisa makanan dan minuman yang telah mengendap di permukaan gigi untuk mencegah demineralisasi. Juga dibantu dengan minum air mineral yang cukup, yang bisa diselingi dengan gerakan berkumur.

Penyebab Kerusakan Gigi

Kerusakan gigi mempengaruhi banyak anak muda karena berbagai alasan, termasuk:

  • Terlalu malas untuk mengosok gigi. Meski anak-anak belum terbiasa menyikat gigi, namun bukan berarti mereka tidak membiarkan giginya dibersihkan. Orang tua harus mengajari anak-anaknya cara mencuci gigi yang benar, membiasakannya, dan menjelaskan akibat negatif dari tidak menggosok gigi.
  • Terlalu banyak makan makanan manis dan lengket. Karena anak-anak suka makanan manis, ini bisa menjadi penyebab utama gigi berlubang di dalamnya. Hal ini disebabkan fakta bahwa makanan manis adalah favorit bakteri mulut.
  • Setelah makan langsung pergi tidur. Jika anak-anak membersihkan gigi sebelum malam, ini tidak akan menjadi masalah, tetapi jika tidak, itu akan menjadi salah satu penyebab gigi berlubang. Karena mulut menjadi asam setelah makan, sejumlah besar air liur diperlukan untuk melawan situasi asam. Air liur yang dihasilkan oleh mulut tidak berlebihan saat tidur.
  • Waktu menyikat tidak tepat. Saat kita mandi, baik pagi maupun sore, kita membersihkan gigi. Menyikat gigi setelah makan sangat dianjurkan.
  • Minum banyak minuman berkarbonasi. Soda memiliki tingkat keasaman yang tinggi, yang menyebabkan demineralisasi gigi, yang mengarah pada pembentukan rongga.

Tips dan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

Kesehatan gigi dan mulut anak sangat penting untuk kesehatannya secara umum. Anda harus menjaga kesehatan gigi dan mulut anak Anda sejak dini karena membantunya makan dan berbicara. Anak-anak beresiko terkena infeksi dan gangguan gigi dan mulut lainnya jika kesehatannya tidak terjaga. Simak saran-saran berikut untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anak Anda.

Tips Menjaga Kesehatan Gigi Pada Anak (sumber: haibunda.com)

1. Menjelaskan Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Membaca Buku

Strategi ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong anak-anak untuk merawat giginya. Pilih buku yang berisi informasi tentang kesehatan gigi dan, tentu saja, cerita yang menarik.

American Dental Association (ADA) telah menerbitkan buku tentang seorang anak muda yang mampu melawan “monster” yang membahayakan kesehatan, termasuk plak. Menyikat gigi selama dua menit, dua kali sehari, adalah kuncinya.

2. Menggunakan Kartun dan Video

Anak-anak juga dapat belajar tentang kesehatan mulut dengan menonton film-film informatif. Sekarang ada banyak sekali video kartun yang membahas masalah kesehatan gigi dan mulut. Hal ini dimaksudkan agar dengan melihat kartun, anak-anak akan dapat memahami dan mempraktekkan teknik menyikat gigi yang benar.

3. Memutar Lagu Selama 2 Menit

Menyikat gigi harus memakan waktu setidaknya dua menit. Sayangnya, 2 menit bukanlah waktu yang singkat untuk anak-anak. Mungkin saja mereka bosan. Mereka juga kesulitan memperkirakan berapa lama dua menit itu. Anda bisa mengakalinya dengan membersihkan gigi sambil mendengarkan lagu favoritnya. Pilih lagu dengan durasi minimal 2 menit.

4. Mengajak Anak Memilih Sikat Gigi dan Pasta Giginya

Sikat gigi anak kini tersedia dengan karakter kartun, superhero, dan warna-warna cerah yang eye-catching. Biarkan mereka memilih sikat gigi dan pasta gigi favorit mereka saat membeli sikat gigi. Cukup pastikan bulu dan ukuran sikat gigi yang mereka beli sesuai dengan kondisi mulut dan usia mereka. Pastikan juga pasta gigi yang Anda beli aman.

5. Menggosok Gigi Bersama

Anak kecil, termasuk pengasuh dan orang tua, memiliki kecenderungan untuk meniru orang-orang di sekitarnya. Anda dapat menggunakannya dengan mendemonstrasikan cara menyikat gigi yang benar. Menyikat gigi dengan anak Anda setiap pagi dan malam sebelum tidur adalah triknya.

6. Memantau Kesehatan Mulut dengan Membuat Kalender

Anda dapat melacak kebersihan mulut anak Anda dengan membuat kalender kesehatan gigi. Kalender bisa berbentuk kolom untuk diperiksa anak Anda. Jadi, mintalah anak Anda untuk memeriksa kalender setelah menyikat gigi di pagi dan sore hari. Anda juga dapat memintanya untuk menghias kolom kalender dengan stiker yang menggemaskan. Tujuannya adalah untuk membantu anak-anak mengembangkan praktik kebersihan mulut yang baik sejak usia muda.

7. Memberikan Penghargaan

Anda dapat mengungkapkan rasa terima kasih Anda dalam bentuk pujian atau hadiah jika anak Anda menyikat gigi dengan benar secara teratur tanpa diminta. Anak akan lebih bersemangat dan termotivasi untuk mencuci gigi setiap hari jika diberi reward. Hal-hal sederhana seperti menambah jam bermain, menonton acara TV favoritnya, atau memberinya masakan favorit dapat disajikan sebagai hadiah. Strategi ini diharapkan dapat membantu Anda mengembangkan kebiasaan menyikat gigi selama dua menit dua kali sehari.

Anda dapat mulai mengajari anak Anda tentang perlunya obat kumur dan flossing sebagai sarana untuk menjaga kesehatan giginya saat mereka berusia 6 tahun atau lebih. Ternyata membersihkan mulut dengan obat kumur dapat membantu mencegah plak dan radang gusi sekaligus menjaga nafas tetap segar. Membersihkan sela-sela gigi Anda dengan benang gigi atau flossing, di sisi lain, sama pentingnya.

Selain menjaga kesehatan gigi anak di rumah, pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi anak juga diperlukan. Pemeriksaan rutin ini membantu dalam mendeteksi adanya kerusakan pada gigi anak sehingga pengobatan dapat diberikan dan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut dapat dihindari. Buatlah janji dengan dokter gigi Anda di rumah sakit terdekat untuk memudahkan Anda dan anak Anda memeriksakan diri.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare