Blog

Spoiler ! 7 Risk Terapi Akupuntur, Wajib Tahu Untuk yang Ingin Mencoba

akupuntur
Kesehatan Obat

Spoiler ! 7 Risk Terapi Akupuntur, Wajib Tahu Untuk yang Ingin Mencoba

Manfaat Akupuntur yang Super Oke

Ada yang tahu akupuntur? Pengobatan tradisional asal Tiongkok dengan media jarum kecil yang ditusukkan ke bagian tubuh tertentu telah lama dipercaya dan diandalkan untuk meredakan penyakit atau gejala tertentu, seperti melancarkan aliran darah dan tekanan darah tinggi yang terkontrol. Untuk yang sulit tidur dan cukup stres dengan rutinitas tertentu, metode pengobatan ini bisa menjadi solusi untuk kamu.

Sebagai bagian penting dalam pengobatan alternatif atau Complementary and Alternative Medicine (CAM), akupuntur mendukung proses penyembuhan seseorang dengan menstimulasi titik-titik yang ada di bagian tubuh. Peminatnya pun tidak pernah surut, sebab khasiat yang diberikan nyata dan terasa. Menyaran dari voaindonesia.com, penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal Kanada menyebutkan bahwa akupuntur aman untuk anak-anak, bahkan bayi sekalipun.

jarum akupuntur
Jarum akupuntur yang ditusukkan ke beberapa bagian tubuh.

Pada dasarnya, metode ini dilakukan untuk menyeimbangkan energi yang dapat kita sebut dengan meridian. Ketika terapis mulai menusukkan jarum-jarum kecil di lokasi tertentu di sepanjang jalur meridian, tubuh akan mendapat energi yang seimbang. Teknik tradisional ini dipercaya oleh ilmu kedokteran barat untuk merangsang saraf, otot, dan jaringan ikat. Cocok pokoknya untuk yang ingin menghilangkan nyeri-nyeri di tubuh.

Baca juga: Spoiler Kenali 6 Titik Akupunktur yang Terbukti Ampuh Sembuhkan Vertigo

Untuk obesitas dan kecantikan kulit? Bisa juga, dong! Terapi tradisional ini mampu menaikkan metabolisme dan menekan nafsu makan yang dikombinasikan dengan pola makan sehat serta olahraga teratur tentunya. Akupuntur kosmetik dikatakan dapat memperlambat penuaan kulit dengan jarum yang ditusukkan di titik tertentu pada wajah, kepala, dan leher.

Menilik Risiko yang Dapat Timbul Akibat Akupuntur

Eits, meskipun akupuntur memiliki segudang manfaat untuk kesehatan, ada beberapa risiko yang patut diperhatikan. Risiko ini dapat timbul apabila proses terapi dilakukan oleh terapis yang kurang berpengalaman, belum memiliki sertifikasi, dan kondisi tubuh orang yang menjalani terapi. Dilansir dari hellosehat.com, inilah 7 risiko yang mungkin muncul saat atau pasca terapi akupuntur.

1. Kelelahan

kelelahan
Kelelahan yang dapat datang setelah terapi akupuntur.

Salah satu manfaat yang bisa kamu dapatkan setelah terapi adalah energi yang kembali terisi dan siap untuk menjalani hari-hari dengan lebih baik. Namun, ternyata ada juga beberapa orang mengeluhkan rasa lelah setelah melalukan terapi akupuntur.

Jika hal ini sudah muncul, tandanya kamu sudah harus beristirahat setelah terapi untuk memulihkan badan. Disarankan untuk tidur lebih awal, ya. Istirahat cukup akan membantu efek baik pengobatan ini menjadi lebih oke dan kamu bisa merasa lebih fit kembali.

2. Ruam Kulit

ruam kulit
Ruam kulit akibat dermatitis kontak setelah terapi.
(Sumber: republika.co.id)

Iritasi kulit, seperti ruam, kemerahan, dan rasa gatal setelah kulit ditusukkan jarum akupuntur dapat disebabkan oleh infeksi. Selain itu, ruam pada kulit dapat juga disebabkan oleh dermatitis kontak yang tergolong ringan akibat stimulasi jarum. Jika kondisi kulit memburuk, segera periksakan ke dokter ya untuk meminimalisir kemungkinan kondisi kulit yang semakin parah, sebab ruam yang parah juga dapat muncul karena iritasi pembuluh darah.

3. Risiko Infeksi

ruam kulit hiv
Kasus langka akibat kurang sterilnya peralatan akupuntur, yaitu terinfeksi HIV.
(Sumber: alodokter.com)

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh health.detik.com, jarum akupuntur menjadi salah satu media penyebaran bakteri, hepatitis B dan C, bahkan mungkin saja HIV. Jarum yang tidak steril bisa mendatangkan infeksi yang pastinya harus kita hindari.

Patrick Woo, seorang profesor mikrobiologi dari University of Hong Kong menuturkan bahwa pengendalian infeksi harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya infeksi, seeprti menggunakan jarum suntik sekali pakai, desinfektan kulit, dan menggunakan teknik septis.

Lalu, peraturan yang ketat harus diterapkan untuk tempat yang menyediakan terapi ini. Tentunya, tempat terapi itu juga sudah harus memiliki sertifikasi agar lebih terpercaya. 

4. Rasa sakit dan memar pada kulit

sakit pada kulit
Kulit yang terasa sakit pasca terapi.

Meskipun jarum akupuntur ukurannya kecil, tapi jarum tetaplah benda yang bisa menyebabkan rasa sakit ketika ditusukkan ke tubuh. Nyeri akan muncul terutama di bagian telapak tangan dan jari kaki setelah jarum diangkat. Rasa sakit ini biasanya akan hilang dalam 24 jam.

Dalam beberapa kasus langka, memar dapat muncul di tempat bekas tusukan jarum. Namun, tidak perlu takut, kok, karena ini bukan sesuatu yang sangat dikhawatirkan. Rasa sakit ini wajar dan sebagai bagian dari ketidaknyamanan semata.

5. Kedutan otot

kedutan otot
Kedutan otot pada tangan.

Kedutan otot bisa dirasakan saat atau setelah terapi, dan ini terjadi di luar sadar. Kalau kamu merasa ada otot yang kedutannya cukup serius, terutama pada bagian yang baru saja ditusuk jarum, jangan ragu untuk beri tahu praktisi akupuntur ya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Pusing

dizzy
Rasa pusing akibat bangun terlalu cepat dari meja akupuntur.

Jika kamu bangun secara tiba-tiba dari dan cepat dari meja akupuntur, kepala dapat terasa pusing. Kalau kamu merasakan kepala yang terasa ringan setelah terapi, kamu bisa duduk sejenak dahulu di ruang tunggu praktisi akupuntur dan tarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa pusing.

7. Cedera organ

cedera paru
Cedera paru-paru akibat jarum yang menusuk terlalu dalam. Kasusnya sangat langka.
(Sumber: doktersehat.com)

Kasus ini dapat terjadi, tapi sangat langka. Cedera organ diakibatkan jarum yang menusuk terlalu dalam yang dapat masuk ke dalam organ, terutama paru-paru. Ngeri juga ya! Cedera organ dapat terjadi apabila terapis kurang berpengalaman dan belum tersertifikasi.

Akupuntur dapat menjadi pilihan untuk mengatasi beberapa penyakit, apalagi untuk nyeri di bagian badan. Pastikan tempat yang kamu datangi sudah mendapat izin, klinik dan alat-alatnya steril, serta ditangani oleh praktisi berpengalaman pastinya, agar lebih aman.

Comment (1)

  1. […] Baca Juga: Spoiler ! 7 Risk Terapi Akupuntur, Wajib Tahu Untuk yang Ingin Mencoba […]

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare