Blog

Noted ! 7 Penyakit Mata yang Umum Ditemukan, Be Careful!

pemeriksaan mata
Penyakit

Noted ! 7 Penyakit Mata yang Umum Ditemukan, Be Careful!

Bermacam Penyebab Penyakit Mata

Penyakit mata merupakan salah satu gangguan pada mata yang kerap kali dijumpai di masyarakat, misalnya berupa mata kering, mata merah, terasa perih, penglihatan terganggu, bahkan yang paling fatal adalah kebutaan. Ada yang memang memiliki gangguan pada penglihatan sejak kecil ataupun karena faktor lainnya, seperti karena bertambahnya usia dan gaya hidup.

Gangguan mata membuat hari-hari kita jadi kurang produktif pastinya. Ketika ada seseorang yang menderita sindrom mata kering, pasti rasanya akan sangat tidak nyaman, apalagi yang pekerjaannya menuntut untuk di depan layar komputer setiap hari. Atau untuk kita yang pakai kacamata. Duh, kalau tidak menggunakan kacamata saat beraktivitas rasanya menyebalkan sekali karena tidak bisa melihat objek dengan jelas.

sakit pada mata
Rasa tidak nyaman pada mata setelah menggunakan gawai.

Kejadian diatas merupakan sedikit contoh dari penyakit mata. Sering terpapar sinar matahari, tidak mengistirahatkan mata setelah menatap layar gawai yang cukup lama, polusi udara, dan tidak berkedip ketika melakukan aktivitas adalah beberapa alasan mengapa penyakit mata bisa saja terjadi.

Dilansir dari sehatq.com, Indonesia punya kecenderungan untuk memiliki penyakit mata akibat gangguan penglihatan. Data yang didapatkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan tahun 2018, Indonesia masuk ke dalam lima besar negara dengan penderita gangguan penglihatan terbanyak. Jadi, terbayang ya banyaknya orang yang memiliki penyakit mata.

Jenis Penyakit Mata yang Umum Terjadi

Biar makin tahu apa saja sih penyakit mata yang lumrah dirasakan dan ditemukan, UKMPPD punya nih 5 daftarnya, dilansir dari hellosehat.com. Simak yuk!

1. Katarak

penyakit mata katarak
Katarak, salah satu penyakit mata yang menjangkit banyak lansia.
(Sumber: merdeka.com)

Pasti semuanya sudah tahu ya penyakit mata yang satu ini. Katarak mayoritas menjangkit lansia berusia 60 tahun keatas yang membuat penglihatan jadi kurang jelas dan kabur. Ini dikarenakan semakin bertambahnya umur, protein yang ada pada lensa mata dapat menggumpal, sehingga membentuk lapisan yang menyebabkan lensa mata menjadi berawan.

Perlu kita ketahui bahwa kasus katarak di Indonesia cukup tinggi dan mengkhawatirkan. 50% penyebab kebutaan adalah karena katarak. Menurut data dari Riskesdas Kemenkes RI tahun 2018, per setiap 1000 jiwa, ada 1 orang penderita baru katarak. Daerah yang paling banyak ditemukan kasus katarak adalah di Provinsi Sulawesi Utara, sedangkan yang terendah ada di Provinsi DKI Jakarta.

Tingginya penyakit mata ini diakibatkan kurangnya edukasi soal katarak, dari mulai gejalanya sampai tidak tahu kalau seseorang memiliki katarak di matanya. Gejala yang dirasakan para penderitanya biasanya kesulitan untuk melihat di malam hari, sensitif dengan cahaya, hingga tidak mampu membedakan banyak warna dengan jelas.

2. Glaukoma

glaukoma
Kondisi mata yang terkena glaukoma.
(Sumber: halodoc.com)

Penyakit mata yang ini juga turut menyumbang angka kebutaan di Indonesia. Jumlahnya sebanyak 13,4%. Diperkirakan ada 6 juta orang Indonesia yang mengalami glaukoma. Glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh saraf optik yang rusak karena peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan ini muncul dari timbunan cairan di dalam mata. Saraf optik berfungsi sebagai pengirim informasi visual ke otak.

Ada dua jenis glaukoma, yaitu glaukoma sudut terbuka primer dan glaukoma sudut tertutup. Faktor usia, keturunan, komplikasi hipertensi dan komplikasi diabetes, sampai penyakit mata lainnya. Sama dengan katarak, glaukoma lebih banyak menyerang lansia diatas 60 tahun.

Pada awalnya, glaukoma tidak memberikan tanda-tanda kemunculannya. Akan tetapi, mata mengalami tekanan yang meningkat dan titik-titik kebutaan berkembang di sisi pandangan. Yang lebih mengerikannya lagi, titik-titik tersebut tidak dapat diidentifikasi sampai saraf optik mendapat kerusakan serius atau ketika pemeriksaan dengan dokter.

Tenang, glaukoma tetap bisa dicegah dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat. Pengobatan glaukoma dapat dilakukan dengan obat minum atau tetes mata untuk mengurangi tekanan pada bola mata. Operasi juga dapat dilakukan untuk mengobati glaukoma, dengan laser maupun operasi mata konvensional.

3. Refraksi mata

pemeriksaan mata
Pemeriksaan mata untuk mengetahui gangguan mata myopia (rabun jauh)

Memang, istilah diatas masih terdengar asing. Tapi, kasusnya di mana-mana, mungkin kamu termasuk didalamnya. Gangguan ini yang menyebabkan cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat di retina.

Kelainan refraksi pada mata yang sangat lekat dengan kita adalah rabun dekat, rabun jauh, astigmatisme (mata silinder), dan presbiopia (mata tua).

Gejalanya adalah tidak mampu melihat objek dengan jelas dari jarak dekat maupun jauh, pandangan berbayang, hingga kepala terasa pusing ketika memusatkan titik penglihatan pada satu objek.

Untuk mengatasinya, kita dapat menggunakan kacamata yang sesuai dengan gangguan refraksi mata atau dengan cara operasi, seperti operasi lasik.

Baca juga: Important, Kenali 2 Rabun Pada Mata Yang Super Sering Dialami Banyak Orang

4. Konjungtivitis (mata merah)

konjungtivitis
Kondisi mata yang mengalami konjungtivitis.
(Sumber: essilor.co.id)

Penyakit mata yang satu ini lazim banget ditemukan. Semua orang pasti pernah mengalami mata merah. Misalnya ketika sedang mandi, busa sabun masuk ke mata dan menyebabkan mata terasa perih dan merah. Atau untuk orang yang sering beraktivitas di luar ruangan yang lebih berisiko terpapar asap polusi dan debu. Konjungtivitis juga dapat muncul akibat infeksi virus, bakteri, dan jamur.

Kalau mata sudah terasa perih, gatal, merah, berair, dan bengkak, tandanya mata sedang terkena konjungtivitis. Segera teteskan obat mata ya untuk memgurangi rasa tidak nyaman karena iritasi mata.

5. Sindrom mata kering

mata kering
Mata yang kering akibat kurangnya produksi air mata.

Mata kering terjadi dapat terjadi ketika mata mengalami kurangnya produksi air mata, infeksi, alergi, iritasi, autoimun, terlalu sering terpapar angin atau sinar matahari. Selain itu, kurangnya asupan nutrisi yang baik hingga efek samping dari obat tertentu juga mampu membuat mata terasa kering.

Mata kering mudah terjadi pada siapa saja, namun lazimnya dialami lansia dan wanita. Gejala yang dirasakan antara lain seperti ada benda asing di mata, mata merah, terasa perih dan gatal, hingga silau ketika terkena paparan cahaya. Untuk mengobatinya, diperlukan obat tetes mata atau obat untuk meningkatkan produksi air mata.

6. Retinopati diabetik

retinopati diabetik
Retinopati diabetik yang muncul akibat komplikasi diabetes.
(Sumber: jogja.tribunnews.com)

Kita semua tahu bahwa diabetes yang sudah cukup parah dapat menyebabkan komplikasi ke berbagai organ, termasuk mata. Penyakit mata ini terjadi akibat rusaknya pembuluh darah jaringan peka cahaya di bagian belakang mata (retina)

Retinopati diabetik tidak memberikan gejala yang pasti, atau gejala yang muncul dapat dikatakan ringan. Tapi, kondisi ini dapat menyebabkan masalah serius hingga berujung pada kebutaan.

Penderita diabetes tipe 1 atau tipe 2 memiliki risiko terkena penyakit mata ini. Jadi, gula darah tetap harus terjaga dan terkontrol. Sebab ketika diabetes semakin parah dan kadar gula darah terus naik, besar kemungkinannya untuk mengalami retinopati diabetik.

7. Strabismus

strabismus
Strabismus (mata juling).
(Sumber: rsjakarta.co.id)

Strabismus adalah kondisi mata yang tidak sejajar satu sama lain dan mengarah ke arah yang berbeda. Kita lebih familiar dengan istilah mata juling. Untuk melihat dengan baik, kedua mata haruslah mengarah pada tempat yang sama.

Ada beberapa faktor yang membuat strabismus terjadi pada seseorang, diantaranya diabetes, pernah mengalami cedera kepala, atau kerusakan otot mata pasca operasi mata.

Selain penyakit mata diatas, masih banyak juga penyakit mata yang dapat menjangkit kita. Yuk kita cegah dengan rutin periksa mata ke dokter. Dengan begitu, ketika terdapat gangguan mata, kita mengetahuinya lebih awal dan segera mendapat penanganan yang tepat. Gaya hidup dan kebiasaan juga harus diperhatikan ya!

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare