Blog

Interesting ! Mengetahui Perkembangan Bioteknologi di 2 Bidang, Selain Bidang Kesehatan

ousa-chea-gKUC4TMhOiY-unsplash (1)
Teknologi medis Kesehatan

Interesting ! Mengetahui Perkembangan Bioteknologi di 2 Bidang, Selain Bidang Kesehatan

Perkembangan bioteknologi di dunia sudah semakin maju dan beragam. Bioteknologi sendiri berhasil membantu berbagai bidang dengan beragam jenis penelitian. Bioteknologi sendiri adalah cabang ilmu biologi dan teknologi yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup atau komponen subselulernya dalam industri jasa, serta pengelolaan lingkungan. Bioteknologi mencakup penggunaan kultur bakteri, ragi, kapang, alga, sel tumbuhan, dan sel jaringan hewan dalam berbagai operasi industri.

Bioteknologi ini pertama-tama akan menguntungkan bisnis perawatan kesehatan terutama di bidang farmasi. Menyusul keberhasilan para spesialis dalam memproduksi hormon insulin dari jamur roti Sacharomyces cerevisae, teknologi bioteknologi saat ini digunakan untuk memproduksi secara massal berbagai obat-obatan, hormon, enzim, dan vaksinasi.

perkembangan bioteknologi
Pemanfaatan Bioteknologi (sumber: apindonesianews.com)

Kesimpulannya, bioteknologi sangat penting untuk kemajuan kedokteran. Bioteknologi memiliki sejumlah manfaat kesehatan, termasuk pengembangan teknik yang lebih murah dan lebih berhasil dalam memproduksi interferon murni untuk studi dan, akhirnya, untuk penggunaan luas dalam pengobatan. Bioteknologi juga menambah metode memerangi infeksi virus.

Bioteknologi dapat membantu mengatasi masalah yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan atau kelainan kimia tubuh, termasuk beberapa penyakit turunan, selain memerangi penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan protozoa. Sekarang dimungkinkan untuk mengembangkan berbagai senyawa alami yang mungkin atau dapat digunakan untuk mengobati penyakit seperti diabetes, radang sendi, kelainan tulang, dan kerusakan saraf, serta senyawa penghilang rasa sakit dan bahan untuk perawatan luka dan luka bakar.

Baca juga : Superb Technology! Tidak Hanya Digunakan dalam Bidang Pangan, Bioteknologi Juga Dimanfaatkan Untuk Kemajuan di Bidang Medis dan Kesehatan, Lho! Ini Dia 4 Produknya!

Pentingnya bioteknologi secara umum, serta pengembangan teknik rekayasa genetika baru untuk digunakan dalam kesehatan dan pembuatan obat kesehatan masyarakat. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan teknologi dapat membantu meningkatkan upaya kesehatan masyarakat.

Penyakit kini dapat dikenali secara dini dan tepat karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terapi yang lebih khusus dapat diberikan, dan sintesis senyawa medis dapat dilakukan dengan lebih efektif, memungkinkan produksi bahan obat yang sebelumnya sulit diproduksi. Penerapan industri biologi di bidang medis maju dan berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Berbagai komponen bioteknologi telah digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan desain melawan penyakit, terutama dalam pencarian bentuk-bentuk baru bakteri yang ada di alam atau dapat diproduksi melalui rekayasa genetika dan dapat digunakan untuk memproduksi obat-obatan, vaksin, hormon, dan enzim. Teknik baru, seperti antibodi minoclonal, dapat membantu diagnosis dan pengobatan, dan fusi sel dapat mengarah pada pengembangan antibiotik baru yang sangat efektif.

Karena dimasukkan ke dalam gen jamur sebagai “enhancer” atau penambah ekspresi gen yang mampu menggandakan produk penisilin, maka antibiotik penisilin yang dihasilkan oleh jamur rekayasa genetika Penicillium menghasilkan penisilin dalam jumlah gram/liter yang lebih besar dari penisilin aslinya.

perkembangan bioteknologi
Vaksin merupakan salah atu perkembangan bioteknologi medis

Industri mikrobiologi memproduksi vaksin. Telur ayam atau kultur sel digunakan untuk memproduksi banyak vaksin antivirus secara massal. Pengembangan sejumlah besar bakteri diperlukan untuk produksi vaksin untuk penyakit infeksi bakteri. Vaksinasi subunit memerlukan pendekatan rekayasa genetika untuk membuat dan memproduksinya.

Penelitian berbasis bioteknologi tentang produksi berbagai jenis vaksin untuk berbagai penyakit bakteri, virus, dan parasit juga cukup maju. Dalam 25 tahun ke depan, satu vaksinasi diharapkan dapat mencegah beberapa penyakit sekaligus, antara lain DPT, campak, hepatitis B, pertusis, cacar, malaria dan yang terbaru adalah vaksin untuk covid-19.

Teknologi baru ini sekarang diharapkan memiliki dampak signifikan pada praktik medis, yang memengaruhi segala hal mulai dari kanker dan penyakit ginjal hingga infeksi virus dan bakteri. Antibodi monoklonal memiliki potensi untuk meningkatkan pertahanan alami pasien, meningkatkan kemungkinan transplantasi organ, mengarahkan obat ke area tubuh tertentu, dan memurnikan obat sebelum diberikan kepada pasien.

Bioteknologi telah dikembangkan di Indonesia sejak lama, dengan contohnya seperti keju, tempe, dan oncom. Bioteknologi modern, sebaliknya, tidak ada sampai tahun 1985, ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyetujui pembentukan program-program bioteknologi di IPB, UGM, dan ITB Bandung, seperti Bioteknologi Pertanian, Bioteknologi Kesehatan, dan Bioteknologi Industri/lingkungan.

Bioteknologi Konvensional (sumber: pahamify.com)

Tujuan pemerintah dengan program ini adalah untuk meningkatkan penelitian bioteknologi dan memperluas jaringan bioteknologi di tingkat nasional dan dunia. Konsorsium Bioteknologi Indonesia (IBC) didirikan pada tahun 1994 dengan tujuan untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan dan penerapan bioteknologi yang bijaksana untuk kesejahteraan manusia dan perlindungan lingkungan.

Bioteknologi mendapat perhatian lebih pada tahun 1988. Peran pemerintah dalam memberikan pedoman untuk pertumbuhan bioindustri, serta dukungan dari Penelitian dan Pengembangan, menunjukkan hal ini. Jaringan bioteknologi berkembang hingga pada tahun 1999, Lembaga Eijkman mengembangkan vaksin hepatitis B bekerjasama dengan PT. Biofarma.

Indonesia (Kementerian Riset dan Teknologi) dan Jerman bekerja sama pada tahun 2013 untuk mengembangkan bioteknologi untuk produksi obat. Kemudian, pada tahun 2018, Indonesia ditetapkan sebagai Center of Excellence untuk pembuatan vaksin dan barang bioteknologi bagi anggota OKI (Organization of Islamic Cooperation) yang merupakan produsen vaksin.

Ciri Produk Bioteknologi

Untuk diklasifikasikan sebagai produk bioteknologi, barang tersebut harus menunjukkan kualitas tertentu. Untuk memulai, proses produksi produk harus mencakup organisme hidup. Bakteri, jamur, mamalia, dan tumbuhan termasuk di antara makhluk hidup yang disebutkan di sini. Mikroorganisme seperti bakteri dan jamur biasanya yang paling umum digunakan dalam bioteknologi. Alasannya, selain mudah diperoleh, proses pertumbuhan mikroorganisme ini juga cepat dan mudah beradaptasi.

Kualitas kedua yang harus dimiliki produk bioteknologi adalah harus menggunakan informasi yang mendukung proses bioteknologi dalam proses pembuatannya. Mikrobiologi, biokimia, biologi molekuler, genetika, enzim, ilmu pangan, rekayasa teknologi pangan, dan rekayasa biokimia adalah beberapa ilmu yang terlibat.

Peran Pemerintah dalam Perkembangan Bioteknologi

Hibah penelitian, termasuk di bidang bioteknologi, rutin diberikan oleh pemerintah. Kualitas dan kuantitas penelitian meningkat sebagai hasil dari inisiatif ini. Hibah Kompetitif, Program Pelatihan Penelitian, dan Program Penelitian Universitas untuk Pendidikan Pascasarjana adalah contoh pembiayaan pemerintah untuk penelitian bagi tenaga pengajar di universitas (URGE). Bioteknologi juga telah dikembangkan di Indonesia oleh sejumlah lembaga penelitian dan universitas.

Keterlibatan pemerintah sebagai pemberi dana penelitian untuk memajukan pengetahuan, kualitas, dan kemajuan bioteknologi di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan bioteknologi. Selain pemerintah, pihak swasta, lembaga donor nasional dan internasional, dan individu semua berkontribusi dalam pengembangan bioteknologi Indonesia. Pada tahun 1995, pemerintah mengalokasikan $500 miliar untuk penelitian di berbagai bidang seperti bioteknologi, kesehatan, pertanian, dan industri.

Selain memberikan dukungan finansial, pemerintah juga berperan dalam menetapkan kebijakan bioteknologi. Kebijakan ini, di sisi lain, tampaknya memperpanjang proses administrasi yang harus diselesaikan. Di bidang bioteknologi pertanian, misalnya, larangan wajib pemerintah terhadap uji coba lapangan dan pertumbuhan tanaman rekayasa genetika telah menghambat investasi. Untuk menghasilkan barang bioteknologi yang aman dikonsumsi, kebijakan pemerintah harus melalui proses yang panjang. Prosedur ini meliputi: (1) permohonan izin pemanfaatan tanaman transgenik, (2) permohonan saran teknis pemanfaatan tanaman transgenik, (3) permohonan studi kelayakan teknis pemanfaatan tanaman transgenik, (4) pemberian saran kelayakan teknis pemanfaatan tanaman transgenik, (5) pemberian rekomendasi usulan pemanfaatan tanaman transgenik, (6) permohonan izin pelepasan varietas tanaman, dan (7) persetujuan/penolakan.

Pemerintah Indonesia telah bekerja untuk memastikan keamanan organisme hasil rekayasa genetika (GMO) atau produk rekayasa genetika (GMO) dengan menetapkan instrumen peraturan, seperti undang-undang dan peraturan yang mengatur produk rekayasa genetika. Tujuan utama dari instrumen peraturan ini adalah untuk memastikan penggunaan yang aman dari makanan yang dimodifikasi secara genetik untuk konsumsi publik.

Dukungan kebijakan pengembangan produk tanaman rekayasa genetika, kebijakan penelitian dan pengembangan, khususnya sumber daya manusia dan fasilitas, kebijakan advokasi, sosialisasi, penyusunan pedoman pengembangan regulasi dan koordinasi produk rekayasa genetika, instansi terkait, dan dukungan kebijakan penelitian dampak pengembangan produk tanaman rekayasa genetika masih dibutuhkan di Indonesia.

Status Bioteknologi di Indonesia

Jika dibandingkan dengan negara lain, kemajuan bioteknologi Indonesia dinilai masih kurang baik. Indonesia tertinggal dalam pengembangan bioteknologi karena kurangnya dana penelitian. Anggaran riset Indonesia paling kecil di Asia Tenggara, yakni 0,2 persen dari PDB atau 17 triliun dolar AS, dibandingkan 2,5 persen di Singapura dan Thailand dan 1,8 persen di Malaysia. Beberapa ahli menyatakan perkembangan bioteknologi di dunia internasional sudah menggunakan teknologi modern, sedangkan perkembangan bioteknologi di Indonesia memprihatinkan karena keterbatasan fasilitas dan bahan yang masih harus diimpor. Kemajuan bioteknologi diperlambat oleh persoalan di bidang agama, budaya, dan suku, di samping keterbatasan keuangan dan infrastruktur.

Indonesia telah memanfaatkan produk bioteknologi secara ekstensif, khususnya makanan dan obat-obatan. Di Indonesia, penggunaan produk modifikasi dikendalikan, dan harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sumber daya manusia, sumber daya keuangan, investasi yang tidak memadai, infrastruktur, dan industri, serta regulasi pasar terus menjadi kendala negara berkembang seperti Indonesia. Inilah alasan mengapa selalu ada daftar besar masalah yang dapat menghambat kemajuan bioteknologi. Karena investasinya sangat mahal, hanya sebagian kecil dari sektor swasta yang mau mendanai penelitian di bidang ini.

Bioteknologi (sumber: diadona.id)

Selain sukses dibidang kesehatan bioteknologi juga mulai digunakan dan dikembangkan pada bidang lain yaitu :

1. Bioteknologi pada Bidang Pertanian

Bukankah penelitian bioteknologi pertanian semakin populer? Pada tahun 1985, Menteri Negara Riset dan Teknologi membentuk Komite Nasional Bioteknologi. Dengan dilaksanakannya Program Riset Terpadu (RUT) yang dikelola oleh Dewan Riset Nasional dan Hibah Bersaing yang dilakukan oleh perguruan tinggi, kegiatan penelitian bioteknologi pertanian mulai terasa lebih meningkat, memungkinkan kegiatan penelitian lebih lama dengan pendanaan yang berkelanjutan. Dalam bidang pertanian bioteknologi, baik institusi swasta maupun publik berperan dalam penelitian.

Di bidang pertanian, penelitian dan pengembangan bioteknologi dilakukan untuk membangun varietas unggul seperti tanaman padi dan tanaman semusim yang sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Terlepas dari kenyataan bahwa bioteknologi baru dimulai, masih ada penentangan terhadap hal-hal yang telah dikembangkan. Menurut beberapa ahli, masalah yang dihadapi negara berkembang seperti Indonesia adalah masalah sosial tantangan dalam memasarkan produk rekayasa genetika, dimana produsen harus melakukan uji lapangan yang memakan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit sehingga menyebabkan proses penerapan rekayasa genetika produk membutuhkan waktu lama.

Kekhawatiran terhadap lingkungan, kesehatan, agama, dan etika menjadi faktor penolakan masyarakat terhadap makanan hasil rekayasa genetika. Pada dasarnya, item yang dimodifikasi secara genetik adalah hasil dari gen terpilih yang ditransfer melalui teknologi DNA rekombinan. Materi genetik tambahan mungkin atau mungkin tidak berhasil diangkut ke sel target, memungkinkan aktivasi, modifikasi, atau penonaktifan gen di dekat sel target. Hal ini dapat mengakibatkan mutasi yang berbahaya atau tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Selanjutnya, sebagai tanaman proses pertahanan, kemunculan virus baru pada tanaman transgenik sangat mungkin terjadi. Ada item rekayasa genetika yang dapat membahayakan keanekaragaman hayati dan menyebabkan alergi dari makanan rekayasa genetika.

Pengembangan bioteknologi di sektor pertanian, di sisi lain, memiliki potensi untuk menguntungkan. Peneliti sekarang dapat memperoleh gen dan fitur baru dari sumber eksotis dan beragam untuk dimasukkan dalam varietas unggul/hibrida berkat rekayasa genetika. Tujuan utama perancangan genetika perakitan produk adalah untuk memecahkan berbagai tantangan pangan yang muncul di berbagai belahan dunia, khususnya Indonesia, sebagai akibat dari pertambahan penduduk yang pesat. Rekayasa genetika produk dapat membantu mengurangi penggunaan pestisida kimia sekaligus menghasilkan lebih banyak makanan bergizi dan medis.

2. Bioteknologi Pada Bidang Kesehatan

Dalam industri kesehatan, bioteknologi menawarkan solusi untuk masalah seperti mengidentifikasi, mencegah, dan mengobati berbagai penyakit, termasuk penyakit keturunan. Antibodi monoklonal dapat membantu dalam diagnosis penyakit. Pelaporan terobosan bioteknologi dalam industri kesehatan, khususnya terapi gen, yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit, baik genetik maupun tidak. Terapi gen adalah teknik yang menggunakan vektor untuk menyuntikkan DNA ke dalam sel untuk menggantikan gen yang rusak dengan yang normal.

Vaksin adalah produk bioteknologi yang diproduksi secara teratur untuk manusia dan ternak. Vaksin adalah senyawa antigenik yang memberikan perlindungan terhadap penyakit dengan mengandung virus atau mikroba yang telah mati atau dilemahkan. Vaksinasi (imunisasi) dimulai di Indonesia pada tahun 1956, dan telah tumbuh dan berkembang sejak tahun 1977, dengan tujuan mencegah penyebaran berbagai penyakit.

3. Bioteknologi Pada Bidang Lingkungan

Bioteknologi lingkungan telah digunakan di Indonesia karena industrialisasi dan urbanisasi telah merusak ekologi negara yang dulunya masih asli. Kemajuan bioteknologi di bidang lingkungan berpotensi untuk membersihkan lingkungan yang tercemar dan meningkatkan kualitas lingkungan, khususnya bagi manusia. Bioteknologi menggunakan mikroorganisme dalam pengolahan limbah dan tantangan lingkungan lainnya untuk memecahkan kesulitan karena mereka lebih alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada bahan kimia atau sintetis.

Bioteknologi Memberikan Keuntungan Pada Lingkungan

Bioremediasi, bioleaching (pelepasan logam dari mineral atau sedimen), menghasilkan pupuk hayati yang mudah larut oleh lingkungan, dan meminimalkan sampah plastik dengan membuat bioplastik dari gula, lemak, protein, dan serat tumbuhan hanyalah beberapa contohnya. Bakteri Desulfotomaculum orientis, yang digunakan dalam teknik bioteknologi, dapat menurunkan kadar Cr dalam air limbah industri hingga 92,7 persen selama 30 hari. Penggunaan bioplastik akan membantu meringankan masalah lingkungan. Di Indonesia, dimana sampah plastik saat ini menjadi masalah di seluruh dunia.

Bioplastik adalah polimer yang dapat digunakan dengan cara yang sama seperti plastik biasa, tetapi ketika dibuang di tanah, mereka akan cepat rusak dan membentuk konstituen aslinya, yaitu air dan karbon dioksida. Bioleaching adalah jenis bioteknologi lingkungan yang melibatkan penggunaan mikroorganisme. Di Indonesia, bioleaching digunakan untuk mengekstraksi emas, pirat, tembaga, dan besi. Logam nikel dapat diekstraksi dengan menggunakan Penicillium chrysogenum yang menghasilkan 12,87 persen, dan Aspergillus niger yang menghasilkan 11,83 persen. Studi lain menemukan bahwa bakteri mixotropic dapat mengekstrak 34,3 persen nikel dari substrat organik dengan penambahan belerang 20 persen setelah proses 28 hari.

Bioteknologi memberikan banyak keuntungan bagi pertanian, kesehatan, dan pertumbuhan lingkungan. Bioteknologi belum berkembang cepat di Indonesia seperti di negara-negara Asia lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal, Kemajuan bioteknologi ini terhambat oleh keterbatasan dana penelitian, sumber daya manusia, dan fasilitas. Unsur-unsur lain, seperti budaya dan agama, berdampak pada perkembangan bioteknologi di Indonesia. baik pemerintah maupun para ilmuan mencoba untuk menemukan solusi terbaik agar bioteknologi di Indonesia semakin baik dan maju. Berbagai penelitian bioteknologi harus terus dilakukan untuk mengembangkan produk/ bahan yang dapat meningkatkan produktivitas atau mengatasi kesulitan di industri/ bidang lain.

Comment (1)

  1. […] Baca juga: Interesting ! Mengetahui Perkembangan Bioteknologi di 2 Bidang, Selain Bidang Kesehatan […]

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare