Blog

Interesting! Yuk Kenali Proses Menstruasi Pada Tubuh Wanita Serta 4 Fase Siklus Menstruasi, Spoiler Alert.

Proses menstruasi dan fase menstruasi pada tubuh wanita. Sumber: Orami
Anatomi Kesehatan

Interesting! Yuk Kenali Proses Menstruasi Pada Tubuh Wanita Serta 4 Fase Siklus Menstruasi, Spoiler Alert.

Kaum hawa pasti udah pada tahu apa itu menstruasi. Tapi kamu udah tahu belum proses menstruasi pada tubuh kita itu seperti apa? Kalau belum wajib banget buat kamu untuk baca!

Menstruasi kerap kali disebut haid atau datang bulan. Menstruasi sendiri merupakan suatu proses adanya pendarahan pada uterus yang mengalir dari rahim dan keluar melalui organ vagina. Namun kondisi ini merupakan hal yang normal terjadi pada wanita setiap bulannya.

Haid. Sumber: Orami

Menstruasi bisa terjadi karena naik turunnya hormon pada tubuh wanita. Biasanya durasi menstruasi ini terjadi setiap 28 hari atau 4-6 hari dan jumlah darah yang dikeluarkan saat datang bulan bisa mencapai 20-60 mililiter. Haid ini terjadi pada wanita yang telah mengalami masa puber.

Siklus Haid. Sumber: Alodokter

Dilansir dari Kompas.com, menstruasi bertujuan untuk mempersiapkan lapisan rahim saat wanita hamil. Namun jika wanita tidak mengalami kehamilan maka lapisan tersebut akan hilang disertai pendarahan. Terkadang haid muncul dengan pola yang teratur dan bisa diprediksi namun bisa juga terjadi sebaliknya.

Proses Menstruasi (Fase Siklus)

Fase Siklus Menstruasi. Sumber: Kamini.id
  • Fase Menstruasi: Pada fase ini, lapisan dinding rahim atau endometrium yang mengandung sel pembuluh darah, dinding rahim serta lendir akan jatuh dan keluar melalui organ vagina. Biasanya terjadi pada hari pertama sejak haid dimulai dan berlangsung selama 4-6 hari. Selama fase ini, wanita akan merasakan nyeri pada bagian perut bawah serta punggung karena rahim berkontraksi untuk menjatuhkan lapisan dinding rahim.
  • Fase Folikular: Berlangsung sejak hari pertama haid sampai fase ovulasi. Ovarium atau indung telur memproduksi folikel yang berisikan sel telur selama fase ini. Saat folikel ovarium bertumbuh, dinding rahim akan menebal untuk menyambut sel telur yang “diharapkan” sudah dibuahi sperma. Fase ini terjadi pada hari ke 10 dalam 28 hari pada siklus menstruasi. Durasi tersebut menentukan berapa lama siklus haid pada wanita.
Fase Siklus Menstruasi. Sumber: Siswapedia
  • Fase Ovulasi: Fase ini folikel memproduksi ovarium yang akan melepaskan sel telur untuk dibuahi. Sel telur yang matang akan bergerak melalui tuba fallopi dan menuju ke rahim. Sel telur tersebut akan bertahan selama 24 jam. Jika sel telur tidak dibuahi sperma maka sel telur akan mati. Namun jika sel telur dibuahi sperma maka terjadi kehamilan. Fase ini dianggap menandai masa subur wanita. Ovulasi terjadi biasanya sekitar 2 minggu sebelum siklus haid berikutnya terjadi.
  • Fase Luteal: Pada fase ini folikel yang pecah dan mengeluarkan sel telur akan membentuk korpus luteum. Yang mana, korpus luteum akan memicu peningkatan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal lapisan dinding rahim. Fase ini dikenal fase pramenstruasi yang ditandai dengan gejala payudara membesar, muncul jerawat, badan lemas, bahkan menjadi marah atau mudah emosi. Fase siklus menstruasi ini terus berputar dan berakhir jika wanita sudah menopause atau saat wanita berumur 40 tahun ke atas.

Hormon yang Mempengaruhi Siklus Haid

Hormon Haid. Sumber: Roboguru
  • Hormon Estrogen: Diproduksi di ovarium dan memiliki peran penting khususnya dalam proses ovulasi. Selain itu, berperan juga dalam perubahan tubuh wanita selama masa pubertas serta membentuk kembali lapisan rahim setelah mengalami proses menstruasi.
  • Hormon Progesteron: Hormon ini bekerja sama dengan estrogen yang berfungsi untuk menjaga siklus reproduksi serta menjaga kehamilan. Selain itu, hormon ini diproduksi juga di ovarium serta berfungsi menebalkan dinding rahim.
  • Hormon Perangsang Folikel/FSH: Berfungsi untuk mematangkan sel telur dalam ovarium hingga siap untuk dilepaskan dan hormon ini diproduksi di kelenjar ptuitari yang berada di bawah otak.
  • Hormon Pelutein/LH: Hormon ini juga diproduksi di kelenjar pituitari yang berfungsi untuk merangsang ovarium saat proses pelepasan sel telur.
  • Hormon Pelepas Gonadotropin/GnRH: Hormon ini sendiri diproduksi di otak. Yang mana, otak ini berfungsi dalam memberikan rangsangan pada tubuh untuk menghasilkan hormon perangsang folikel serta hormon pelutein yang memengaruhi proses pemgatangan dan pelepasan sel telur.

Baca juga: Recommended! Lebih Aware dengan Kesehatan Organ Reproduksi Lewat 5 Tips Berikut Ini!

Memantau Siklus Menstruasi

Catat Siklus Haid. Sumber: Viva

Kalau kalian masih bingung siklus haid kalian normal atau tidak, kalian wajib banget menulis atau menandai waktu menstruasi kalian di kalender atau di hp. Cara menulisnya mudah banget, kalian hanya menulis tanggal mulainya sampai berakhirnya haid setiap bulan secara berturut-turut. Selain itu, ada poin-poin yang juga yang harus kalian catat, yaitu:

  • Hari berakhir: Kapan haid berhenti? Lebih lama atau cepat dari biasanya?
  • Banyak darah: Seberapa banyak darah kalian selama haid. Apakah seperti biasanya atau berapa kali kalian mengganti pembalut dalam sehari?
  • Pendarahan tidak normal: Apakah kalian mengalami pendarahan di luar haid?
  • Sakit: Apakah kalian mengalami sakit selama menstruasi? Apakah sakitnya semakin parah jika haid datang?
  • Perubahan lainnya: Apakah suasana hati atau sikap kalian berubah selama haid?

Dengan mencatat hal-hal tersebut, kalian dapat dengan mudah mengetahui apakah selama ini menstruasi kalian normal atau tidak.

Gejala Menstruasi

Gejala Haid. Sumber: Mantra Sukabumi

Perlu kalian ketahui bahwa tiap orang mengalami gejala menstruasi yang berbeda-beda tergantung dari tubuh wanita tersebut. Namun biasanya menstruasi muncul pada wanita yang berusia 11-14 tahun hingga usia 51 tahun. Gejala umum yang biasanya dirasakan seperti:

  • Pendarahan selama 3-5 hari.
  • Nyeri dada.
  • Kram perut.
  • Mengidam makanan.
  • Kembung.
  • Mudah emosi atau mood swings.
  • Sakit kepala.
  • Mudah lelah.

Biasanya gejala juga bisa dirasakan sebelum haid muncul. Kondisi tersebut dinamakan PMS atau sindrom pramenstrual atau premenstrual syndrome. Namun jika kalian mengalami gejala PMS yang tidak normal atau sangat parah, sebaiknya konsultasikan pada dokter ya karena dokter akan mencarikan penanganan yang tepat untuk tubuh kalian.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare