Blog

Spoiler Alert! Nyeri Dada Apakah Tanda Penyakit Jantung? Kenali 4 Gejala Penyakit Jantung Ini.

penyakit jantung
Anatomi

Spoiler Alert! Nyeri Dada Apakah Tanda Penyakit Jantung? Kenali 4 Gejala Penyakit Jantung Ini.

Jantung merupakan salah satu organ vital yang penting bagi manusia. Fungsi dari organ ini adalah untuk memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh sehingga organ dan jaringan tubuh lainnya dapat menjalankan fungsi dengan baik. Jika seluruh organ tubuh telah mendapatkan oksigen, darah yang kekurangan oksigen akan kembali ke jantung kemudian kembali ke paru-paru untuk diisi dengan oksigen. Setelah diperbanyak dengan oksigen di paru-paru, darah akan kembali ke jantung untuk dialirkan ke seluruh tubuh.

Penyakit jantung ini merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia baik bagi pria maupun wanita. Ada banyak macam-macam penyakit jantung beserta gejala penyakit jantung yang perlu diketahui. Penyakit ini adalah suatu kondisi dimana jantung mengalami gangguan pada pembuluh darah jantung, otot jantung, atau katup jantung. Namun, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh infeksi atau kelainan sejak lahir. Penyakit ini termasuk kondisi kritis yang butuh penanganan segera. Tanpa pertolongan medis yang sesuai, penyakit ini bisa mengancam nyawa dan menyebabkan kematian.

Penyakit jantung sering dikaitkan dengan gejala nyeri pada dada. Namun, ada yang menganggap bahwa itu bukan tanda dari penyakit ini. Apakah benar nyeri dada termasuk tanda dari penyakit jantung? Atau memang bukan? Mari simak penjelasan berikut ini.

Macam-Macam Penyakit Jantung

penyakit jantung
Source: health.kompas.com

Penyakit jantung adalah penyakit yang tergolong umum terjadi yang bisa menimpa seseorang entah itu muda maupun tua. Penyakit ini terdiri dari berbagai macam mulai dari serangan jantung hingga gagal jantung disertai gejala yang berbeda-beda. Selain itu, terdapat penyakit jantung lainnya yang perlu diwaspadai mengingat peran vital jantung bagi tubuh. Melansir dari Health Line, penyakit ini lebih mudah diobati jika terdeteksi sejak dini. Mari kita simak informasi mengenai macam-macam penyakit ini selengkapnya dalam ulasan berikut ini:

1. Serangan Jantung

Serangan jantung adalah kondisi darurat yang terjadi saat darah yang menuju ke jantung terhambat secara total. Gangguan aliran darah ke jantung bisa merusak atau bahkan menghancurkan otot jantung dan bisa berakibat fatal. Serangan jantung biasanya disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Seseorang yang mengalami serangan jantung akan mengalami beberapa gejala. Gejala yang muncul biasanya berupa sesak napas, nyeri dada, dan keringat dingin.

Jika tidak segera ditangani, serangan jantung bisa menyebabkan kerusakan permanen pada organ tubuh tersebut. Bila kerusakan makin meluas, penderita serangan jantung dapat mengalami henti jantung mendadak. Serangan jantung yang parah atau terlambat ditangani bisa menyebabkan komplikasi hingga berakibat kematian. Biasanya pengobatan yang diberikan oleh dokter berupa obat-obatan atau pemasangan ring jantung.

2. Jantung Koroner

Penyakit ini adalah suatu penyakit yang terjadi akibat penyumbatan pada satu atau lebih pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh penumpukan plak. Penyebab pasti terbentuknya plak pada pembuluh arteri masih belum diketahui secara pasti. Darah arteri yang mengalirkan darah ke jantung ini menjadi mengeras dan mengalami penyempitan. Penyempitan arteri ini menyebabkan aliran darah dan oksigen ke jantung menjadi berkurang. Berkurangnya aliran darah ke jantung akan memicu gejala seperti angina dan sesak napas.

Baca juga: Spoiler Alert ! Mengenal Lambung dan 4 Lapisannya Pada Manusia

Gejala yang muncul dari penyakit ini adalah sesak napas, keringat dingin, nyeri dada, dada berdebar, dan mual. Nyeri dada bisa dirasakan menjalar hingga ke leher, rahang, tenggorokan, punggung, dan lengan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi berupa serangan jantung. Ini mengakibatnya organ tersebut tidak dapat berfungsi normal. Penyakit ini lebih sering terjadi pada rentang usia 45-54 tahun.

3. Aritmia

Aritmia adalah gangguan pada irama jantung. Penderita bisa merasakan irama jantungnya terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak teratur. Aritmia terjadi ketika impuls listrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Pengobatan yang digunakan pada penyakit ini tergantung pada jenis gangguan irama jantung yang dialami. Biasanya dokter akan melakukan metode pengobatan seperti obat-obatan, alat pacu jantung, ablasi, atau ICD.

Aritmia bisa disebabkan oleh penyakit jantung koroner, serangan jantung, kardiomiopati, dan gangguan elektrolit. Gejala aritmia berbeda-beda sesuai dengan jenis aritmia yang dialami. Namun, penyakit ini bisa saja tidak menunjukkan gejala. Akan tetapi, sebagian pasien dapat mengalami keluhan cepat lelah, nyeri dada, pusing, dada berdebar, dan serasa ingin pingsan.

4. Gagal Jantung

Gagal jantung merupakan suatu kondisi dimana jantung terlalu lemah untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Penyakit ini berkembang perlahan-lahan secara bertahap. Kondisi ini biasanya diawali oleh adanya penyakit penyerta lain seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, dan penyakit jantung bawaan. Jika berlangsung dalam jangka panjang, gagal jantung dapat memicu komplikasi serius seperti henti jantung, edema paru, gagal hati, dan gagal ginjal.

Gejala utama gagal jantung adalah sesak napas dan batuk-batuk terutama saat berbaring, nyeri dada setelah beraktivitas fisik, cepat lelah, perut membesar, serta pembengkakan pada tungkai dan pergelangan kaki. Pengobatan yang disarankan oleh dokter biasanya adalah penderita disarankan untuk membatasi aktivitas, menjalani pola hidup sehat, serta akan diberikan obat-obatan sesuai kondisi yang diderita atau berdasarkan penyebab gagal jantung yang dialami.

Gejala Penyakit Jantung

gejala penyakit jantung
Source: alodokter.com

Gejala penyakit ini tergantung pada jenis penyakit jantung yang dialami oleh penderita. Ada beberapa macam gejala dari ringan hingan berat. Ada pula yang menunjukkan gejala-gejala penyakit jantung yang khas tetapi sebagian tidak menunjukkan gejala-gejala yang jelas. Berikut ini adalah gejala-gejalanya antara lain:

1. Nyeri Dada

Nyeri dada merupakan gejala awal dari penyakit jantung yang cukup mengkhawatirkan. Gejala ini bersifat nyeri dan rasa tidak nyaman pada dada. Ini terjadi saat otot-otot jantung tidak memperoleh cukup darah yang banyak dari oksigen. Biasanya nyeri ini terjadi lebih dari beberapa menit. Saat seseorang memiliki sumbatan pada arteri, rasa sesak, perasaan nyeri, hingga tekanan di dada dapat dirasakan.

Gejala penyakit ini bisa muncul secara tiba-tiba baik saat sedang istirahat atau sedang beraktivitas. Biasanya dapat muncul dalam berbagai sensasi mulai dari rasa nyeri yang ringan hingga rasa sakit seperti ditusuk benda tajam. Kadang-kadang, nyeri dada juga dapat memberi sensasi terbakar di dada. Rasa sakit dapat menjalar hingga ke leher, rahang, hingga kedua lengan.

2. Detak Jantung Tidak Teratur

Biasanya gejala yang sangat umum terjadi pada penderita penyakit jantung adalah detak jantung tidak teratur. Banyak orang yang merasakan bahwa detak jantungnya berhenti sebentar tetapi kemudian berdetak kembali dengan irama yang kencang. Sebagian besar orang tidak memperhatikan detak jantungnya dan hanya mengukur tekanan darahnya. Padahal ini bisa saja menjadi gejala dari penyakit jantung.

Pada orang normal, detak jantungnya berkisar antara 50 hingga 100 kali denyut per menitnya. Jika detak kurang atau melebihi kisaran tersebut, orang tersebut mengidap aritmia. Jika detak jantung yang tidak teratur memang berujung pada sakit jantung, biasanya akan disertai dengan ciri-ciri lain seperti pusing, nyeri dada, sesak napas, hingga tubuh terasa goyah.

Baca juga: 10 Cara Mengobati Penyakit Jantung

3. Sesak Nafas

Sesak napas juga salah satu gejala yang sering terjadi sebagai tanda awal penyakit jantung. Dilansir dari Mayo Clinic, sesak napas bisa terjadi tidak hanya karena gangguan paru-paru namun bisa juga karena gangguan pada jantung. Fungsi organ jantung yang tidak normal lagi bisa berdampak pada kelancaran aliran darah. Aliran darah yang kurang lancar ini akan rentan menyebabkan kurangnya oksigen dan memicu sesak napas.

Sesak napas yang menjadi gejala penyakit jantung biasanya disertai dengan rasa mudah lelah, merasa sesak bila tidur hanya mengenakan satu bantal, napas yang dalam dan cepat hingga napas terhenti saat tidur. Dilansir dari Health Line, seseorang memiliki kemungkinan lebih sering merasa sesak napas jika memiliki masalah pada jantung ketimbang gangguan paru. Ini karena jantung berjuang untuk memompa darah yang banyak dari oksigen ke seluruh tubuh.

4. Berkeringat Dingin

Keluarnya keringat dingin tanpa sebab jelas bisa menjadi gejala penyakit jantung. Keringat dingin adalah kondisi ketika tiba-tiba merasakan dingin di tubuh yang terjadi bersamaan dengan keringat yang tidak normal terlepas dari seberapa panas atau dinginnya lingkungan. Keringat dingin biasanya muncul di bagian tubuh seperti telapak tangan, ketiak maupun telapak kaki.

Keringat dingin yang merupakan tanda penyakit jantung umumnya muncul disertai gejala yang juga khas penyakit jantung seperti nyeri dada. Terlebih bila keringat itu muncul saat sedang beristirahat atau tidak melakukan aktivitas yang menguras tenaga. Jika terbangun dari tidur saat malam hari dengan kondisi berkeringat atau sulit tidur karena terus keluar keringat dingin bisa jadi itu tanda serangan jantung.

Faktor Penyakit Jantung

Source: halodoc.com
  • Laki-laki berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.
  • Wanita akan meningkat risikonya setelah mengalami menopause.
  • Bertambahnya usia.
  • Punya kebiasaan merokok.
  • Memiliki ayah atau ibu dengan riwayat penyakit jantung.
  • Gaya hidup buruk.
  • Terdapat masalah kesehatan tertentu seperti diabetes, hipertensi atau kadar kolesterol tinggi.

Itulah beberapa gangguan kesehatan yang sering menyerang organ jantung beserta gejalanya. Sebagian besar penyakit jantung tidak bisa disembuhkan sehingga penderitanya perlu menjalani pengobatan terus menerus. Meski demikian, penyakit jantung dapat dikendalikan agar tidak semakin parah dengan menjalani gaya hidup sehat dan mengonsumsi obat-obatan. Jika gangguan pada jantung cukup parah, maka dokter akan menganjurkan untuk operasi jantung. Oleh sebab itu, jika mengalami keluhan pada bagian organ jantung lakukanlah pemeriksaan ke dokter. Tujuannya adalah agar dokter dapat mendeteksi sejak dini bila ada kelainan pada jantung anda.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare