Blog

Gastrointestinal Warning! Sering Nyeri Perut? Bisa Jadi Indikasi Terhadap Sakit Pencernaan, Spoiler Alert 5 Rekomendasi Makanan Yang Baik Untuk Pencernaan!

Gastrointestinal atau Sistem Pencernaan
Anatomi Kesehatan Penyakit

Gastrointestinal Warning! Sering Nyeri Perut? Bisa Jadi Indikasi Terhadap Sakit Pencernaan, Spoiler Alert 5 Rekomendasi Makanan Yang Baik Untuk Pencernaan!

Gastrointestinal adalah hal yang berkaitan dengan sistem pencernaan, terutama lambung dan usus. Penyakit pencernaan, disebut juga dengan penyakit gastrointestinal, adalah kondisi kelainan pada sistem pencernaan yang melibatkan organ dan jalur peredaran dalam proses mencerna makanan di dalam tubuh.

Pada dasarnya sistem pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Dimana semua organ itu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Fungsi utama dari sistem pencernaan yaitu sebagai pencerna nutrisi tubuh. Tetapi meskipun begitu, bukan  berarti sistem pencernaan pada tubuh manusia akan selalu baik – baik saja karena adanya nutrisi yang banyak. Pintu atau jalan masuknya zat dari luar dengan bebas ternyata akan menimbulkan banyak gangguan atau penyakit pada sistem pencernaan. Dimana penyakit tersebut akan mengganggu atau mengancam orang yang menderitanya. Penyakit atau gangguan yang menyerang ini akan menghambat sistem kerja organ-organ yang lainnya.

Lengkapnya, fungsi dari sistem pencernaan yaitu menerima, memproses, dan mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Lalu setelah makanan sudah dicerna, maka nutrisi dari setiap makanan akan diserap dan disalurkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Sistem pencernaan juga berfungsi untuk memisahkan bahkan membuang sisa makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia. Seringkali, sebagian orang mengalami masalah pencernaan seperti nyeri diperut, susah buang air besar, atau bahkan keseringan buang air besar, mengalami nyeri perut yang sangat perih seperti melilit, dan masih banyak lagi.

Ternyata sakit yang menyerang perut bisa jadi indikasi terhadap sakit pencernaan mau yang ringan, sedang, atau bahkan parah. Dari yang ringan sampai bisa menggangu aktivitas seseorang. Jika tidak segera diobati maka dampaknya akan besar bagi tubuh. Apa saja yang termasuk dalam Gastrointestinal atau sakit pencernaan? Simak penjelasannya di bawah ini!!

Macam – macam Gastrointestinal (Penyakit Pencernaan)
Gastrointestinal (Sistem Pencernaan)

1. Diare

Diare adalah peningkatan frekuensi BAB lebih dari 3 kali dalam sehari disertai perubahan konsistensi menjadi lebih cair. Kondisi ini bisa disebabkan oleh perubahan pola makan, infeksi rotavirus, atau bakteri. Diare bisa berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.

Selain menyebabkan perubahan frekuensi dan konsistensi BAB, diare juga bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kram perut, demam, kembung, dan mual.

2. Sembelit

Sembelit adalah perubahan frekuensi BAB menjadi lebih jarang dan disertai dengan kesulitan BAB. Hal ini bisa disebabkan oleh menurunnya pergerakan usus. Umumnya seseorang dianggap mengalami sembelit ketika frekuensi buang air besarnya kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Di samping frekuensi buang air besar yang menurun, gejala sembelit lainnya meliputi:

  • Feses keras.
  • Harus mengejan saat buang air besar.
  • Merasa ada penyumbatan di rektum, sehingga tinja sulit dikeluarkan.
  • Merasa tidak tuntas setelah buang air besar.
  • Perlu bantuan untuk mengeluarkan feses, misalnya menekan perut atau menggunakan jari tangan untuk mengeluarkan feses dari anus.

3. Wasir (Hemoroid)

Wasir terjadi ketika pembuluh darah vena yang terletak di luar atau di dalam saluran anus (rektum) mengalami pembengkakan. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, namun sekitar 50% penderitanya berusia di atas 50 tahun. Wasir dapat menimbulkan nyeri dan gatal pada anus, benjolan di anus, serta keluarnya darah ketika BAB. Kadang wasir juga bisa membuat penderitanya sulit untuk duduk.

4. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung terjadi ketika asam lambung naik menuju kerongkongan. Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya katup (sfingter) yang terletak di dalam saluran kerongkongan bagian bawah.

Pada orang sehat, katup tersebut akan berkontraksi dan menutup saluran kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. Namun pada penderita GERD, katup yang lemah menyebabkan kerongkongan tetap terbuka, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.

Beberapa gejala penyakit asam lambung adalah:

  • Rasa perih dan sensasi seperti terbakar di dada, yang bertambah parah setelah makan atau saat berbaring.
  • Rasa asam di belakang mulut.
  • Sakit saat menelan.
  • Adanya rasa mengganjal di kerongkongan.
  • Batuk tanpa dahak.
  • Radang tenggorok, jika asam lambung mengiritasi tenggorokan.

5. Tukak Lambung

Tukak lambung adalah luka pada lapisan lambung dan usus halus bagian atas. Pengikisan dan luka tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang.

Umumnya tukak lambung menimbulkan nyeri ulu hati. Gejala lain yang bisa muncul pada tukak lambung adalah:

  • Rasa begah dan kembung
  • Mual dan muntah
  • Feses berwarna gelap
  • Perubahan nafsu makan
  • Penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya

Itu dia macam-macam gangguan Gastrointestinal yang dapat menimbulkan efek yang ringan sampai ke yang berat sehingga tidak dapat melakukan aktivitas normal atau seperti biasanya. Setelah mengetahui macam – macam gangguan Gastrointestinal, ada baiknya jika kalian mengetahui pencegahaannya melalui makanan yang baik untuk pencernaan.

Berikut adalah 5 rekomendasi makanan yang baik untuk pencernaan melansir dari sains.kompas.com
healthy food

1.  Makanan Yang Mengandung Jahe

Seperti yang kita semua ketahui, bahwa jahe memiliki khasiat yang sangat banyak bahkan bisa untuk menyembuhkan beberapa penyakit dengan cara di gerus atau diseduh. Sama halnya dengan gangguan Gastrointestinal, jahe bisa mengurangi masalah kembung dan pencernaan lainnya. Mau jahe diolah untuk bumbu masakan atau teh juga bisa.

2. Lemak Tak Jenuh

Lemak tak jenuh membantu tubuh dalam menyerap vitamin, terlebih jika dikombinasikan dengan serat karena dapat membantu mendorong buang air besar. Karena itu, disarankan untuk mengkonsumsi lemak dalam jumlah sedang, Untuk dewasa, 2.000 kalori – asupan lemak tidak melebihi 77 gram per hari dinilai cukup.

3. Sayur Dan Buah

Tidak dapat diragukan lagi bahwa sayur dan buah memiliki khasiat dan manfaat yang sangat baik untuk tubuh. Sayur dan buah – buahan dikenal dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat dan segar. Sayuran memiliki kandungan serat tinggi dan membantu kita dalam mengeluarkan tinja dari tubuh. Banyak buah yang juga kaya akan serat. Mereka juga mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk pencernaan, seperti vitamin C dan kalium. Apel, jeruk, dan pisang adalah contoh buah-buahan bergizi yang dapat membantu pencernaan.

4. Makanan Bergandum

Makanan gandum juga memiliki kandungan serat tinggi yang membantu pencernaan. Tubuh akan memecah gandum yang masuk ke dalam sistem pencernaan menjadi pengontrol gula darah.

5. Yoghurt

Banyak produk yoghurt mengandung probiotik, bakteri hidup dan ragi yang bermanfaat untuk sistem pencernaan.

Setelah mengetahui macam – macam Gastrointestinal (sakit pencernaan) ada baiknya kalau kita menjaga pola makan kita, makan makanan yang baik untuk kesehatan tubuh serta baik untuk pencernaan.

Baca Juga : Spoiler Alert ! Mengenal Lambung dan 4 Lapisannya Pada Manusia

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare