Blog

Beware of ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) Sebagai Gejala Covid-19 Berat

Acute Respiratory Distress Syndrome
Penyakit

Beware of ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) Sebagai Gejala Covid-19 Berat

Apa itu Acute Respiratory Distress Syndrome?

Dilansir dari Mayo Clinic, ARDS atau Acute Respiratory Distress Syndrom adalah gangguan akut pada pernapasan yang terjadi karena terdapat cairan yang menumpuk pada kantung-kantung udara (alveoli) di paru-paru. Penumpukan cairan pada kantung udara di paru-paru tersebut menyebabkan udara yang akan masuk ke dalamnya tidak dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, oksigen yang seharusnya mengalir dalam aliran darah akan sedikit dan organ tubuh tidak akan berfungsi secara normal karena kekurangan oksigen.

ARDS disebabkan karena kerusakan alveoli akibat merembesnya cairan dari pembuluh darah kapiler di dalam paru-paru ke dalam alveoli. Alveoli adalah kantong udara yang terdapat pada paru-paru yang memiliki fungsi sebagai penyaluran oksigen menuju darah dan mengeluarkan karbondioksida dari dalam darah. Saat kondisi normalnya, membran yang melindungi pembuluh darah kapiler akan menjaga cairan tersebut tetap berada di dalam pembuluh darah. Namun apabila seseorang yang menderita ARDS, cedera atau penyakit berat dapat menyebabkan kerusakan pada membran pelindung tersebut.

Cairan yang tertumpuk pada paru-paru tersebut akan membuatnya tidak terisi udara, sehingga pasokan oksigen ke aliran darah dan tubuh menjadi berkurang. Kekurangan oksigen ini dapat menyebabkan terhentinya fungsi organ, seperti otak dan ginjal. Hal tersebut tentunya dapat mengacam nyara penderitanya. ARDS juga bisa disebabkan oleh penyakit yang kritis, misalnya seperti sepsis atau pneumonia berat. Virus Corona (COVID-19) merupakan salah satu penyebab dari pneumonia, lalu pasien dari COVID-19, kemudian pasien tersebut juga bisa mengalami ARDS.

Kondisi serta penyakit yang dapat menyebabkan seseorang terkena ARDS adalah diantaranya sepsis, cedera pada kepala atau dada (misalnya karena benturan saat kecelakaan), pneumonia, luka bakar, menghirup zat yang berbahaya (misalnya asap pekat atau uap kimia), tersedak, mendapatkan transfusi darah dengan volume darah yang banyak, dan pankreatitis.

Faktor dan Gejala Acute Respiratory Distress Syndrome

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena ARDS, di antaranya: orang yang berusia di atas 65 tahun. kebiasaan selalu merokok, memiliki kecanduan minuman beralkohol, orang dengan penderita paru-paru kronis, kelainan genetik, penderita obesitas, seseorang yang mengalami overdosis terhadap obat-obatan tertentu.

Kemudian, untuk gejala seseorang terkena ARDS tentu bisa berbeda-beda. Hal tersebut bergantung kepada penyebab, tingkat keparahan, dan apakah pasien tersebut ada menderita penyakit yang lain (misalnya seperti penyakit jantung atau paru-paru). Berikut beberapa gejala serta tanda yang dapat muncul apabila seseorang terkena ARDS, di antaranya: napas yang pendek dan cepat; sesak napas; hipotensi atau tekanan darah yang rendah; keringat yang berlebihan; sianosis (kondisi saat kuku dan bibir berwarna kebiruan); terasa nyeri di dada; denyut jantung yang meningkat; batuk; demam; sakit kepala atau pusing; dan mengalami kebingungan.

Metode Dalam Mengatasi ARDS

Pengobatan pada pasien yang terkena ARDS bertujuan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah agar organ tubuh pasien tersebut dapat berfungsi normal kembali dan terhindar dari gagal organ. Pengobatannya tersebut juga memiliki tujuan lain yaitu untuk meredakan gejala dan mencegah penyakit komplikasi. Beberapa metode yang dilakukan untuk mengatasi ARDS adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan selang pada hidung atau masker bagi pasien yang memiliki gejala ringan. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan oksigen.
  2. Memasang alat bernama ventilator atau alat bantu napas yang bertujuan untuk mengalirkan oksigen ke dalam paru-paru.
  3. Memberikan cairan melalui infus.
  4. Menggunakan selang nasogastrik. Selang tersebut dipasang melalui hidung dan bertujuan untuk memberikan asupan nutrisi bagi penderitanya.
  5. Memberikan obat antibiotik yang bertujuan untuk mencegah dan mengatasi infeksi.
  6. Mencegah penggumpalan darah di bagian kaki dan paru-paru dengan cara diberikan obat pengencer darah.
  7. Menggunakan obat pereda nyeri, obat untuk mengurangi asam lambung, dan obat untuk meredakan cemas yang berlebihan.

Dari ke 7 metode untuk mengatasi ARDS atau Acute Respiratory Distress Syndrome dapat didiagnosis melalui sejumlah pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut diantaranya adalah tes darah, rontgen dada, CT scan, ekokardiografi, elektrokardiogram, kultur, dan biopsi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas bawah penderita ARDS dapat mengalami komplikasi. Komplikasi adalah suatu kondisi perubahan pada penyakit atau kondisi kesehatan yang tidak dikehendaki. Ada pula beberapa komplikasi yang bisa menyerang pasien Acute Respiratory Distress Syndrome, yaitu seperti DVT (Deep Vein Thrombosis), adalah darah yang menggumpal pada pembuluh darah vena dan diakibatkan karena berbaring terus menerus; dan Pneumothorax, yaitu kondisi dimana udara tertumpuk pada selaput pleura, dan biasanya terjadi akibat tekanan udara saat penggunaan ventilator.

Baca juga: https://ukmppd.com/2021/11/15/kenali-6-gejala-serius-laringitis/

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare