Blog

Penyakit Kuning Pada Bayi? Don’t Worry!! Yuk Kenali Apa Itu Penyakit Kuning Yang Rentan Terjadi Pada Bayi.

Penyakit Kuning Pada Bayi
Kesehatan Penyakit

Penyakit Kuning Pada Bayi? Don’t Worry!! Yuk Kenali Apa Itu Penyakit Kuning Yang Rentan Terjadi Pada Bayi.

Biasanya pada saat bayi lahir, terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan bayi terlahir dengan seluruh badan yang bewarna kuning pucat atau biasa disebut dengan penyakit kuning (bayi kuning).

Apa sih itu penyakit kuning yang biasanya terjadi pada bayi yang baru saja lahir? Bayi kuning atau penyakit kuning adalah kondisi yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan umumnya tidak berbahaya. Tanda-tanda bayi kuning mudah terlihat karena ciri khas pewarnaan kuning pada kulit dan juga pada bagian putih mata. Istilah medis untuk kondisi ini adalah ikterik neonatorum.

Apakah perlu untuk khawatir jika bayi mengidap penyakit kuning? Tentu tidak. Para Mom’s tidak perlu khawatir karena penyakit ini sebenarnya adalah hal yang normal terjadi pada beberapa proses kelahiran sang buah hati. Pada umumnya, penyakit ini yang terjadi pada bayi yang baru lahir akan muncul 2-3 hari setelah kelahiran bayi tersebut. Normalnya, penyakit ini bisa hilang sendiri dalam kurun waktu 2 minggu.

Tetapi jika penyakit ini si buah hati tidak kunjung membaik dalam kurun waktu yang normal yakni 2 minggu, maka sebaiknya diperiksa ke dokter karena bisa jadi hal tersebut mengacu pada penyakit lainnya yang mungkin bisa saja berbahaya bagi sang bayi.

Penyebab Penyakit Kuning (Bayi Kuning)
Penyakit Kuning

Penyakit ini yang menyerang bayi baru lahir disebabkan oleh adanya gangguan pada proses pembentukan dan pembuangan zat bilirubin pada tubuh. Bilirubin sendiri merupakan zat yang terbentuk dari proses penghancuran sel darah merah. Zat ini kemudian akan mengalir di dalam darah dan dibawa menuju organ hati untuk diolah, kemudian dibuang bersama urine dan tinja.

Pada bayi pengidap penyakit ini, proses tersebut tidak berjalan dengan normal, sehingga zat bilirubin menumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh lain. Akibatnya, kulit bayi tampak menguning. Tidak berjalannya proses pembuangan bilirubin dapat terjadi karena sejumlah faktor pemicu yang mendasarinya, beberapa di antaranya: 

  • Bayi dengan kelahiran prematur, sehingga mereka akan memiliki fungsi hati yang belum sepenuhnya sempurna. Dalam hal ini, penyakit kuning dapat bertahan dalam tubuh bayi selama lebih dari dua minggu.
  • Bayi yang mengalami penurunan berat badan secara drastis. Kondisi ini dapat terjadi karena kurangnya asupan ASI pada bayi.
  • Bayi yang lahir dengan metode induksi. Kondisi ini akan membuat bertambahnya oksitosin dalam tubuh bayi yang berakibat munculnya gejala penyakit kuning saat mereka lahir.
  • Ibu hamil yang mengidap penyakit diabetes.
  • Bayi mengalami pendarahan internal, sehingga mereka lahir dengan memar pada tubuh.
  • Bayi mengalami masalah pada hari.
  • Bayi mengalami infeksi selama masa kehamilan.
  • Bayi mengalami kelainan sel darah merah.

Kadar bilirubin sebaiknya dijaga dalam batas normal. Pasalnya, kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat menjadi pemicu kerusakan otak di kemudian hari.

Penyakit Kuning Pada Bayi

Jadi pada intinya, tidak perlu khawatir jika bayi mengalami penyakit kuning karena hal tersebut merupakan hal yang normal, tetapi perlu di waspadai jika penyakit kuning tidak kunjung membaik. Segera periksa ke dokter yang professional jika hal tersebut terjadi melebihi batas waktu normal yang seharusnya terjadi.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare