Blog

Kenali 6 Gejala Serius Laringitis yang Memerlukan Penanganan Khusus di IGD

Laringitis
Penyakit

Kenali 6 Gejala Serius Laringitis yang Memerlukan Penanganan Khusus di IGD

Pengertian Laringitis

Laringitis merupakan suatu peradangan yang menyebabkan pita suara membengkak, sehingga suara menjadi serak. Pita suara adalah suatu lipatan membran mukosa pada laring. Saat mengalami peradangan, suara yang terbentuk dari udara dan melewati pita suara akan menjadi parau. Laringitis umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2-3 minggu. Kendati demikian, jika penyakit ini bertahan dalam waktu yang lebih lama, dapat menjadi laringitis kronis. Laringitis kronis membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh, tergantung penyebabnya yang mendasarinya.

Faktor Risiko Laringitis

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya laringitis, antara lain:

  • Infeksi saluran napas, seperti flu, bronkitis, sinusitis.
  • Menggunakan suara secara berlebihan, seperti bicara terlalu banyak, terlalu keras, berteriak, atau menyanyi.
  • Paparan terhadap bahan iritan seperti asap rokok, meminum asam yang terlalu banyak, atau bahan kimia saat bekerja.
Penyebab Laringitis

Penyebab tersering dan paling umum dari laringitis adalah akibat terlalu banyak menggunakan suara dan infeksi virus. Beberapa penyebab lainnya, antara lain:

  • Trauma atau kerusakan pada pita suara
  • Reaksi alergi.
  • Pneumonia.
  • Penggunaan obat kortikosteroid hirup.
  • Mengering dan teriritasinya laring.
  • Infeksi saluran pernapasan atas akut.
  • Infeksi bakteri, atau jamur.
  • Bronkitis.
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD), atau naiknya asam lambung ke tenggorokan lewat kerongkongan
  • Bahan kimia dan stimulator.

Gejala Laringitis

Laringitis bisa ditandai dengan gejala ringan dan sementara (akut), hingga gejala yang lebih serius dan berlangsung lebih lama (kronik). Gejala yang biasa terjadi pada penderita laringitis meliputi:

Laringitis juga dapat terjadi bersama radang saluran pernapasan lainnya, yaitu hidung, tenggorokan, atau amandel. Gejala radang saluran pernapasan lain yang bisa muncul adalah adalah sakit kepala, pilek, lemas dan pegal linu, serta pembengkakan kelenjar getah bening.

https://ukmppd.com/2021/11/11/transplantasi-sel-punca-sumsum-tulang/(opens in a new tab)

Kapan harus pergi ke dokter

Kebanyakan kasus laringitis akut dapat diatasi sendiri di rumah. Namun jika gejala masih terus berlangsung hingga lebih dari dua minggu dan terus memburuk, disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter.

Laringitis bisa menimbulkan gejala lainnya yang lebih serius. Segera cari pertolongan medis ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) jika muncul gejala sebagai berikut:

  • Demam yang tidak kunjung reda
  • Sakit tenggorokan yang lebih parah
  • Sulit menelan
  • Batuk berdarah
  • Sulit bernapas

Penderita anak-anak juga dapat mengalami gejala serius yang memerlukan penanganan di IGD. Gejala tersebut meliputi:

  • Suara napas bernada tinggi yang timbul ketika menarik napas (stridor)
  • Ngiler atau mengeces berlebihan
  • Demam di atas 39ºC
  • Batuk berdarah
  • Sulit menelan
  • Sulit bernapas

Gejala tersebut dapat menandakan adanya kondisi lain yang serius, seperti croup dan epiglotitis.

Diagnosis Laringitis

Dalam mendiagnosis laringitis, dokter akan terlebih dahulu melihat gejala yang dialami penderita. Gejala laringitis yang paling mudah dideteksi adalah suara yang berubah menjadi serak atau bahkan hilang sama sekali.

Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik pada tenggorokan menggunakan kaca kecil. Dokter juga akan melakukan tes darah dan memeriksa tenggorokan dengan mengusap tenggorokan menggunakan cotton bud (kapas kecil) untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui jika ada infeksi bakteri atau jamur.

Untuk melihat kondisi laring lebih detail, misalnya iritasi atau kerusakan pada pita suara, beberapa pemeriksaan penunjang di bawah ini dapat dilakukan:

  • Laringoskopi
    Pemeriksaan laringoskopi dilakukan dengan memasukkan alat endoskopi, yaitu selang khusus yang dilengkapi dengan lampu dan kamera pada ujungnya, ke dalam laring melalui mulut atau hidung.
  • Biopsi
    Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sedikit sampel jaringan laring untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab laringitis.

Jika laringitis terus terjadi atau kambuh dalam jangka waktu yang lama, dokter akan merujuk pasien kepada dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

https://ukmppd.com/2021/11/09/anatomi-fisiologi-dermatologi-kulit-manusia/(opens in a new tab)

Pengobatan Laringitis

Kebanyakan laringitis bisa pulih sendiri dalam waktu sekitar satu minggu, tanpa obat-obatan. Tujuan pengobatan adalah untuk meredakan gejala yang mengganggu dan mempercepat kesembuhan.

Untuk menangani laringitis secara mandiri, ada beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah, di antaranya:

  • Minum banyak air putih dan menghindari konsumsi minuman yang mengandung kafein atau alkohol.
  • Menghirup inhaler dengan kandungan mentol untuk melegakan saluran pernapasan yang terasa tidak nyaman.
  • Mengonsumsi permen mint dan berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur khusus untuk melegakan tenggorokan.
  • Berbicara dengan suara perlahan untuk mengatasi suara serak serta mengurangi ketegangan pada pita suara yang sedang meradang.
  • Menghindari penggunaan obat-obatan yang dapat membuat tenggorokan kering, seperti dekongestan.
  • Menghindari paparan penyebab iritasi dan alergi, seperti asap rokok dan debu.
  • Berhenti merokok.

Selain pengobatan di rumah, beberapa obat-obatan juga dapat diberikan oleh dokter untuk menangani laringitis. Kebanyakan obat tersebut berfungsi untuk menangani penyebab atau kondisi yang mendasari terjadinya laringitis. Obat-obatan tersebut meliputi:

  • Ibuprofen atau paracetamol, untuk meredakan nyeri tenggorokan, sakit kepala, atau demam.
  • Obat antihistamin, untuk mengatasi alergi yang muncul.
  • Obat penurun asam lambung, untuk menangani penyakit GERD.
  • Obat batuk, untuk meredakan batuk.
  • Kortikosteroid, untuk meredakan peradangan pada pita suara.
  • Antibiotik, untuk menangani infeksi bakteri.

Komplikasi Laringitis

Komplikasi dapat terjadi ketika laringitis disebabkan oleh infeksi. Infeksi tersebut dapat menyebar ke bagian lain di saluran pernapasan, misalnya ke paru-paru.

Seseorang yang menderita laringitis juga bisa mengalami batuk kronis. Kondisi ini akan membuat penderitanya mudah tersedak, sehingga makanan masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan infeksi paru (pneumonia).

Pencegahan Laringitis

Laringitis dapat dihindari dengan mencegah penyebab dan faktor risikonya. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah laringitis:

  • Melakukan vaksinasi flu setiap tahun, sesuai jadwal.
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein.
  • Tidak merokok.
  • Memperbanyak minum air putih.
  • Membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan, atau setelah dari toilet.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) di tempat kerja.
  • Mengurangi volume suara ketika berbicara.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare