Blog

Super Worth It? Benarkah 5 Jamu Tradisional Ini Aman Untuk Kesehatan Anak?

jamu tradisional
Obat

Super Worth It? Benarkah 5 Jamu Tradisional Ini Aman Untuk Kesehatan Anak?

Jamu adalah salah satu obat tradisional khas Indonesia yang sudah ada dari zaman dahulu. Jamu terbuat dari bahan-bahan alami yang banyak tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia. Ada berbagai bentuk yang biasa dikonsumsi seperti serbuk hingga cair. Banyaknya jenis tumbuhan ini dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang mempunyai manfaat untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Hasil Riskesdas tahun 2010 menunjukkan bahwa persentase penduduk Indonesia yang pernah mengonsumsi adalah sebanyak 59,12%. Sementara itu, yang rutin meminumnya adalah sekitar 95,60%.

Hingga saat ini, jamu tradisional ini menjadi salah satu alternatif obat yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya dikonsumsi oleh orang tua namun anak-anak juga mengonsumsinya. Ada beberapa jenisnya yang baik untuk anak-anak yang bisa rutin diminum atau sebagai pengganti obat-obatan kimia ketika mereka sakit. Biasanya masyarakat lebih sering mengonsumsi jamu tradisional yang biasanya dijual di toko-toko cina maupun pedagang keliling. Namun, benarkah jika anak-anak boleh mengkonsumsinya? Apakah aman untuk kesehatan anak?

Anjuran Minum Jamu Untuk Anak

jamu tradisional
Source: alodokter.com

Sebenarnya memberikan jamu kepada anak boleh saja namun ada aturannya. Tidak ada larangan khusus dari medis namun agar manfaat minuman tradisional tersebut dapat dirasakan sepenuhnya oleh anak terdapat beberapa hal yang wajib diperhatikan. Minuman ini tidak boleh diberikan kepada anak-anak yang berusia di bawah 6 bulan. Karena pada usia ini anak-anak hanya butuh nutrisi dari ASI atau susu formula. Lalu, dapat dikonsumsi oleh anak-anak asalkan mengandung bahan-bahan yang alami dan tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya seperti pengawet, pewarna, perasa buatan, atau zat adiktif lainnya.

Selain itu, jamu yang hendak diberikan kepada anak juga wajib terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga kualitasnya lebih terjamin. Apabila hendak membuat sendiri pastikan menggunakan bahan-bahan yang alami dan berkualitas dengan komposisi yang sesuai. Jika membuat sendiri maka harus segera dikonsumsi karena tidak boleh disimpan terlalu lama. Selain itu, saat membuat jamu sendiri perlu diperhatikan bahan-bahan yang digunakan harus segar, harus dicuci dengan air mengalir hingga bersih, dibuat menggunakan panci stainless steel, dan disimpan dalam botol kaca jika sudah matang.

Baca juga: Spoiler Alert ! Menilik 5 Resep Jamu Beras Kencur yang Mudah dan Menyehatkan

Jenis-Jenis Jamu Tradisional Untuk Anak

jamu
Source: alodokter.com

Sebagian orang lebih percaya jamu tradisional sebagai alternatif pengobatan daripada menggunakan obat-obatan herbal karena dianggap bersifat alami sehingga bebas dari efek samping yang tidak diinginkan. Manfaatnya bagi kesehatan sudah sangat dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya sebagai minuman kesehatan namun juga telah digunakan sejak lama sebagai ramuan obat. Beberapa bahan bakunya pun telah melalui uji klinis sehingga dapat dipastikan efektivitas dan manfaatnya. Ada beberapa bahan alami yang biasa diolah menjadi obat tradisional ini. Berikut ini adalah manfaat-manfaatnya beserta bahan bakunya:

1. Temulawak

Temulawak sudah sejak lama digunakan sebagai bahan utama pembuatan jamu. Temulawak terkenal dengan manfaatnya yang bisa menambah nafsu makan pada anak. Jika ingin membuat jamu temulawak untuk anak maka bisa mencampur dengan gula aren, asam jawa, dan pandan. Selain menambah nafsu makan pada anak, manfaat minuman dari temulawak ini bisa mengurangi rasa mual, pusing dan masuk angin yang dialami oleh anak. Jika mengonsumsi secara rutin, anak-anak juga bisa memiliki pencernaan yang lancar. Penelitian menunjukkan bahwa temulawak memiliki sifat antioksidan, antibakteri, antiperadangan, antikanker, dan antidiabetes.

2. Beras Kencur

Beras kencur adalah minuman tradisional berwarna putih pucat yang terdiri dari beras, ekstrak kencur, ekstrak jahe, dan ekstrak asam. Rasanya yang manis dan segar cocok dikonsumsi oleh anak-anak. Minuman ini dipercaya ampuh untuk mengurangi batuk berdahak pada anak. Selain itu, beras kencur juga bisa membantu meningkatkan nafsu makan. Biasanya saat membuat minuman ini cukup menambahkan madu atau gula aren agar tidak terlalu pahit dan pedas. Beras kencur ini memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang dipercaya memiliki banyak khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Baca juga: Mengenal Penggolongan Obat Tradisional

3. Kunyit Asam

Jamu kunyit asam dibuat dari buah atau daun asam dan rimpang kunyit. Warna kuning pada kunyit disebabkan oleh adanya pigmen dari senyawa kurkumin. Kurkumin diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, anti inflamasi, dan anti kanker. Manfaat kunyit asam bisa membantu menjaga imunitas atau daya tahan tubuh anak. Selain itu, kunyit asam juga bisa membantu meringankan diare pada anak. Agar efeknya lebih maksimal bisa dicampur dengan rebusan daun jambu biji yang masih muda. Namun, dianjurkan tidak minum kunyit asam terlalu sering. Beri jeda selama satu minggu untuk melihat efek terhadap tubuh anak.

4. Jahe

Jahe memang mempunyai manfaat yang banyak bagi tubuh terutama anak-anak. Jahe memiliki manfaat menghangatkan badan bagi anak dan mengurangi rasa kembung karena masuk angin. Selain itu, kandungan vitamin yang ada di jahe juga bisa membuat stamina pada anak lebih kuat. Untuk membuat jamu, campurkan air jahe dengan sereh, gula aren atau madu agar rasanya tidak terlalu pedas. Jahe sebaiknya tidak diberikan pada anak di bawah usia 6 tahun.

5. Kudu Laos

Berbeda dengan beras kencur dan kunyit asam, kudu laos mungkin tidak seterkenal itu. Namun, minuman ini memiliki manfaat untuk meredakan kembung pada anak. Selain mengatasi kembung, jamu ini juga bisa menghangatkan tubuh dan meredakan pusing pada anak. Cara membuatnya, tumbuk laos atau lengkuas lalu campur dengan pandan, gula aren atau madu agar tidak terlalu terasa getir. Dianjurkan memberikan jamu ini pada anak saat sudah berumur lebih dari 2 tahun karena pencernaannya sudah lebih siap. 

Itulah informasi mengenai jamu tradisional yang aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Mengonsumsi secara rutin dipercaya memiliki manfaat baik bagi tubuh Anda. Ketika memberikan jamu kemasan yang terpercaya atau membuat sendiri tetap awasi reaksi yang mungkin bisa terjadi ketika anak mencobanya pertama kali. Jika mengalami keluhan tertentu setelah mengonsumsi segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, bila anak memiliki suatu kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu sebelum memberinya jamu apapun.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare