Blog

Warning! 2 Jenis Penyakit Sinusitis Pada Hidung dan Pengobatan Sinusitis, Spoiler Alert!

Penyakit sinusitis dan pengobatan sinusitis.
Penyakit Kesehatan Tips kesehatan

Warning! 2 Jenis Penyakit Sinusitis Pada Hidung dan Pengobatan Sinusitis, Spoiler Alert!

Penyakit sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada dinding sinus yang berupa rongga kecil berisi udara yang terletak pada struktur tulang wajah. Sinus sendiri berupa ruang atau rongga yang berisi udara di belakang tulang wajah. Rongga tersebut akan berisi lendir serta adanya pembengkakan pada selaput lendirnya dan membuat sumbatan saat terinfeksi.

Gambaran sinusitis. Sumber: Alodokter

Pada dasarnya, sinus normal memiliki lendir tipis berfungsi untuk menangkap debu, kuman, atau benda lain di udara. Jika sinus tersumbat, kuman tumbuh dan menyebabkan infeksi sehingga terjadilah sinusitis. Peradangan yang terjadi biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Jika kamu memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, memiliki asma, penyumbatan pada hidung atau sinus, kemungkinan besar akan terkena penyakit sinusitis.

Jenis Penyakit Sinusitis

Jenis sinusitis. Sumber: Alodokter
  • Sinusitis Akut: Dilansir dari Hallosehat, sinus akut ini akan berlangsusng selama 10 hari atau lebih. Kondisi ini biasanya muncul gejala sinus yang membaik, namun sinus muncul dengan kondisi yang lebih parah. Sinusitis ini kerap kali dikaitkan dengan demam. Dalam sinusitis akut, terbagi menjadi dua lagi, yaitu sinusitis subakut dan sinusitis akut berulang. Subakut sendiri merupakan gejala infeksi sinus yang berlangsung selama 4-12 minggu. Sedangkan sinusitis akut berulang muncul sebanyak 4 kali sampai lebih dalam setahunnya dan berlangsung kurang dari 2 minggu. Sinusitis akut sebenarnya bisa diobati di rumah tapi jika kondisi tidak kunjung sembuh, kondisi ini dapat berkembang menjadi infeksi.
  • Sinusitis Kronis: Kondisi di mana rongga sinus terus meradang atau membengkak selama lebih dari 12 minggu atau 3 bulan meskipun telah dilakukan perawatan. Sinusitis kronis maupun akut, memiliki tanda dan gejala yang sama. Akan tetapi, sinusitis akut memiliki sifat sementara dan sering dikaitkan dengan demam biasa. Lalu sinusitis kornis juga berlangsung lebih lama dan ditandai dengan munculnya rasa lelah yang berlebihan.

Risiko Sinusitis

Risiko sinusitis. Sumber: SehatQ

Berikut ini risiko yang terjadi jika sinusitis muncul:

  • Kelainan struktur dari saluran hidung, seperti polip hidung atau penyimpangan septum hidung.
  • Masalah pernapasan yang disebabkan oleh sensitivitas obat-obatan tertentu.
  • Orang yang mengidap asma rentan mengalami sinusitis yang kronis.
  • Terpapar asap rokok secara berlebihan serta jangka waktu panjang.
  • Gejala alergi muncul untuk beberapa orang.

Gejala Sinusitis

Gejala demam. Sumber: Alodokter

Sinusitis sendiri memiliki gejala yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, namun adapun gejala umumnya:

  1. Hidung tersumbat dan hidung meler
  2. Ingus berwarna hijau atau kuning
  3. Sakit pada hidung, pipi, mata, dahi, telinga, dan tenggorokan
  4. Batuk serta kelelahan
  5. Bau mulut
  6. Sulit mencium bau
  7. Demam
  • Gejala Penyakit Sinusitis Akut

Gejala sinusitis akut biasanya muncul selama 4-12 minggu dan gejalanya akan muncul kembali dengan gejala yang lebih berat. Gejala pada sinusitis juga biasanya berupa demam. Selain itu, ada gejala-gejala lainnya:

  1. Lendir/ingus kental berwarna hijau atau kekuningan
  2. Lendir mengalir ke belakang tenggorokan
  3. Hidung tersumbat dan kesulitan bernafas
  4. Bengkak pada mata, hidung, pipi, dan dahi serta menimbulkan rasa sakit
  5. Sakit ketika menundukkan kepala, sakit pada telinga, gigi, dan kepala
  6. Kesulitan mencium bau, kelelahan, dan batuk bahkan sampai demam
Merasa Lelah. Sumber: Woman Indonesia
  • Gejala Penyakit Sinusitis Kronis

Gejala dari sinusitis kronis tidak memiliki perbedaan dengan sinusitis akut. Akan tetapi, gejala pada sinus ini berlangsung lebih lama dan menimbulkan kelelahan pada tubuh tidak seperti biasanya. Lalu tidak mengalami demam jika infeksi berlangsung dalam jangka panjang.

Baca juga: Warning! Lebih Aware, Kebiasaan Buruk Yang Sering Disepelekan Ternyata Dapat Mengganggu Kesehatan THT.

Penyebab Sinusitis

Tulang Hidung Bengkok. Sumber: Ladiestory.id

Berikut kondisi yang menyebabkan sinusitis:

  • Flu
  • Rhinitis alergi
  • Polip hidung
  • Bengkok tulang hidung
  • Alergi yang terjadi pada beberapa orang

Pengobatan Sinusitis

Dekongestan. Sumber: SehatQ

Jika kamu mengalami sinusitis, sebaiknya segera periksakan ke dokter THT. Bergantung dari tingkat keparahannya, jika masih ringan dokter akan memberikan obat dekongestan (obat semprot) untuk pengobatan sinusitis. Jika hanya timbul sakit kepala yang ringan, kamu bisa menggunakan obat seperti parasetamol yang bisa menghilangkan rasa sakit.

Jika kamu menderita polip hidung, dokter akan meresepkan antihistamin atau kortikosteroid yang disemprot ke hidung yang berfungsi untuk mengurangi pembengkakan sinus.Selain itu, dokter juga akan meresepkan antibiotik dikarenakan sinus sendiri disebabkan oleh infeksi. Kemudian dokter juga akan melakukan pembedahan pada sinus jika sinus disebabkan oleh infeksi jamur, septum hidung yang menyimpang atau polip hidung untuk pengobatan sinusitis.

Pencegahan Penyakit Sinusitis

Berikut beberapa cara agar sinusitis tidak kambuh:

  • Rajin cuci tangan: Cuci tangan merupakan hal penting guna menghindari sakit akibat penyebaran kuman atau virus ke dalam tubuh kita sendiri maupun orang lain. Sehingga kita tidak sembarangan menyentuh mata, hidung atau mulut kita dengan tangan yang kotor.
  • Mengonsumsi air secara rutin: Minum air mineral secukupnya setiap hari. Sehingga dapat menjaga selaput lendir tetap lembab dan tipis dan terhindar dari saluran hidung yang kering. Hal tersebut dapat membuat selaput lendir bekerja dengan baik dan tidak tertular infeksi virus.
  • Ikuti vaksin flu tahunan: Jika kamu mengikuti vaksin flu atau mencegah flu, dapat membuat kamu mencegah sinusitis.
  • Hindari stres: Sebaiknya kamu menghindari stres, hal tersebut dapat membuat antibodi kamu akan bereaksi dan membuatnya semakin lemah.
  • Makan makanan bergizi: Kamu harus makan sayur dan buah-buahan khususnya makanan yang mengandung antioksidan dan sayuran yang berwarna gelap sehingga membuat tubuhmu dalam keadaan yang prima.
  • Hindari pemicu alergi: Kamu harus hindari tempat atau kegiatan yang dapat memperburuk keadaan. Di antaranya seperti, asap rokok, debu, bulu binatang, dan lainnya.
  • Gunakan humidifier: Jika udara di rumah kamu kering, kamu bisa menggunakan humidifier untuk menyeimbangkan kelembapan udara. Humidifier juga harus rutin dibersihkan untuk menghindari penumpukan kotoran.

Jika kamu mengalami kesusahan bernafas dan bermasalah pada bagian hidung, sebaiknya segera periksakan ke dokter ya.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare