Blog

Spoiler Alert! Gangguan Pada Otak Ini Bisa Mengganggu Kesehatan. Waspada No 2!

otak
Penyakit

Spoiler Alert! Gangguan Pada Otak Ini Bisa Mengganggu Kesehatan. Waspada No 2!

Otak adalah salah satu organ yang paling vital dan kompleks dalam tubuh manusia. Organ ini terdiri dari sejumlah jaringan dan miliaran sel saraf yang terhubung dengan sumsum tulang belakang. Terhubungnya sumsum tulang belakang dan sel saraf ini maka membuatnya menjadi pusat perintah dan sistem saraf manusia. Sistem saraf inilah yang kemudian bekerja sama dengan sistem saraf tepi untuk memberi kemampuan manusia dalam melakukan berbagai aktivitas.

Otak terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai fungsinya masing-masing. Setiap bagiannya memiliki tugas tertentu yang mempengaruhi sistem kerja berbagai organ tubuh lainnya. Salah satunya adalah sebagai pengendali semua fungsi tubuh bagi manusia. Contohnya yaitu mengendalikan ingatan, pikiran, ucapan, perasaan, maupun gerakan. Itulah mengapa kesehatan organ ini sangat penting untuk dijaga agar fungsi tubuh dapat berjalan dengan baik. Namun banyak sekali gangguan pada otak yang bisa berefek buruk bagi kesehatan. Ketika organ ini mengalami gangguan maka seluruh fungsi tubuh lainnya bisa terganggu.

Fungsi Otak Manusia

Otak
Source: hellosehat.com

Organ yang sangat penting pada tubuh manusia ini memiliki 3 bagian utama, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brainstem). Selain itu, ia memiliki banyak fungsi bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, penanganan sejak dini dapat membantu mengendalikan gejala dan mencegah kondisi pengidapnya semakin memburuk. Berikut ini adalah fungsinya berdasarkan bagian-bagiannya:

Otak besar (cerebrum)

Cerebrum merupakan bagian terbesar dari otak. Fungsi dari organ ini adalah mengatur gerakan tubuh, kemampuan berbahasa, berpikir dan menyimpan memori. Cerebrum terbagi menjadi 2 bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri. Belahan otak sebelah kanan berfungsi untuk mengontrol pergerakan di sisi kiri tubuh dan belahan otak sebelah kiri mengontrol gerakan di sisi kanan tubuh.

Baca juga: Kenali Tahap Perkembangan Otak Anak, Optimalkan Pertumbuhannya

Otak kecil (cerebellum)

Cerebellum terletak di bawah cerebrum pada bagian belakang tepatnya di bawah lobus oksipital. Sama seperti cerebrum, cerebellum juga memiliki 2 belahan. Fungsi dari bagian ini adalah untuk mengatur kerja sama antar otot, mengendalikan keseimbangan, dan menjaga postur tubuh. Gangguan pada organ ini tidak hanya dapat mempengaruhi kemampuan bergerak namun juga dapat mempengaruhi kemampuan berbicara.

Batang otak (Brainstem)

Brainstrem adalah seikat jaringan saraf yang berada di dasar. Bagian ini memiliki fungsi sebagai tempat pemancar yang menghubungkan cerebrum ke saraf tulang belakang serta mengirim dan menerima pesan antara berbagai bagian tubuh dan otak. Selain itu, fungsinya adalah memegang fungsi vital dalam kehidupan manusia seperti membuat kita dapat bernapas, menelan, mengatur detak jantung dan tekanan darah, pencernaan hingga mengatur siklus tidur.

Gangguan Pada Otak

gangguan pada otak
Source: alodokter.com

Gangguan pada otak tidak memandang usia dan bisa menyerang siapa saja baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Namun, orang dalam kondisi tertentu beresiko tinggi mengalami hal tersebut. Ada berbagai jenis gangguan pada otak yang biasa terjadi. Berikut ini adalah gangguan-gangguan yang harus diketahui:

1. Alzheimer

Penyakit alzheimer adalah penyakit yang menyerang otak yang mengakibatkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir dan bicara, serta perubahan perilaku secara bertahap. Biasanya kondisi ini terjadi pada orang-orang yang berumur di atas 65 tahun. Penyebab dari penyakit alzheimer ini terjadi karena pengendapan protein di dalam otak sehingga menghalangi asupan nutrisi ke sel-sel otak.

Gejala-gejala dari penyakit ini akan memburuk seiring berjalannya waktu. Pada stadium awal, pengidap akan mengalami turunnya daya ingat yang ringan sehingga sering kali tidak disadari baik oleh pengidap maupun orang-orang terdekat. Pada stadium lanjut, gejala akan semakin parah sampai pada tahap pengidap tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain dan merespons terhadap lingkungan sekitarnya.

2. Parkinson

Penyakit parkinson adalah penyakit yang sangat berbahaya yang dapat menyerang bagian otak. Penyakit ini merupakan penyakit degenaratif saraf yang membuat pengidapnya mengalami kelumpuhan pada salah satu atau bisa pada seluruh anggota tubuh. Akibatnya, penderita kesulitan mengatur gerakan tubuh termasuk saat berbicara, berjalan, maupun menulis.

Penyebab dari penyakit ini adalah virus, obat-obatan dan dapat juga disebabkan oleh sel saraf pembentuk dopamin berkurang. Gejala yang dialami oleh pengidap penyakit parkinson adalah disebabkan oleh kurangnya dopamin karena hilangnya sel-sel penghasil dopamin di bagian substantia nigra. Ketika jumlah dopamin terlalu rendah, komunikasi antara substantia nigra dan corpus striatum menjadi tidak efektif.

Baca juga: Stop Worry! Kenali 4 Penyakit Saraf Pada Anak-Anak Yuk Sebelum Terlambat.

3. Epilepsi

Epilepsi adalah sebuah gangguan sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik otak yang tidak normal. Gangguan ini terjadi ketika aktivitas otak menjadi tidak normal dan menyebabkan kejang, sensasi dan perilaku yang tidak biasa hingga kehilangan kesadaran. Gangguan ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti karena kelainan pada jaringan otak, ketidakseimbangan zat kimia di dalam otak, ataupun kombinasi dari beberapa faktor penyebab tersebut.

Gejala pada epilepsi adalah kejang yang terjadi saat timbul impuls listrik pada otak melebihi batas normal. Kondisi tersebut menyebar ke area sekelilingnya lalu menimbulkan sinyal listrik yang tidak terkendali. Sinyal tersebut terkirim juga pada otot sehingga menimbulkan kedutan hingga kejang.

4. Skizofrenia

Skizofrenia adalah penyakit yang membuat sel di dalam otak menjadi tidak seimbang. Sel tersebut bernama sel dopamin. Gejala yang dialami oleh orang yang mengidap penyakit ini adalah orang tersebut menjadi delusi, tidak terkendali, suka berhalusinasi dan kurang motivasi di hidupnya. Penyebab skizofrenia belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan terjadinya skizofrenia, di antaranya faktor genetik dan pengaruh lingkungan.

Berdasarkan data dari WHO, ada lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia menderita skizofrenia. Sementara, menurut penelitian Kementerian Kesehatan RI tahun 2019, diperkirakan ada 450.000 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat di Indonesia, termasuk skizofrenia. Skizofrenia bisa terjadi pada siapapun dan tidak mengenal umur. Tetapi pada umumnya pengidap penyakit ini adalah kalangan remaja dan orang yang baru menginjak usia 20 tahun awal yang berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.

Segera berkonsultasi dengan dokter jika anda mengalami keluhan pada otak untuk mendapat penanganan yang tepat. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari anda dari komplikasi berbahaya. Itulah tadi penjelasan mengenai salah satu bagian yang sangat penting bagi tubuh manusia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare