Blog

Amazing! 5 Manfaat Swedish Massage, Massage yang Epic Untuk Para Atlet

Massage
Kesehatan Tips kesehatan

Amazing! 5 Manfaat Swedish Massage, Massage yang Epic Untuk Para Atlet

Apa itu Massage?

Kata massage berasal dari bahasa Arab ‘mash’ yang memiliki arti “menekan dengan lembut,” lalu dari bahasa Yunani ‘massien’ yang berarti “memijat atau melulut”. Secara menyeluruh, massage adalah ilmu pijat atau ilmu lulut. Kata ‘massage’ dalam bahasa Indonesia diadaptasi menjadi masase. Masseur adalah sebutan untuk para pelaku masase untuk pria, dan masseus adalah sebutan untuk para pelaku masase Wanita.

Tidak diketahui pasti kapan lahirnya teknik memijat ini, namun yang jelas kelahirannya dimulai bersamaan dengan kelahiran manusia itu sendiri. Bukti dari lahirnya massage ditandai dengan adanya gambar-gambar pada peninggalan jaman dahulu, dimana terdapat pada dinding kuno ataupun buku-buku kuno yang berhubungan dengan kedokteran. Sekitar abad ke-12 di Mesir dan Libya, telah dikenal massage dengan cara menggosok dan memukul.

Penemuan artefak yang diungkap oleh para arkeolog menunjukkan adanya sejarah massage dan penggunaan massage di sejumlah wilayah di dunia. Meskipun tidak ada bukti pre-historis langsung yang menjelaskan penggunaan massage untuk alasan-alasan medis, bukti tidak langsungnya sangat terlihat jelas bahwa massage berkaitan dengan medis.

Di bidang olahraga, praktek massage mulai diterapkan dan digunakan pertama kali di Yunani. Bagi olahragawan dan atlet, massage berguna sebagai salah satu cara atau metode yang sangat penting bagi mereka untuk memelihara kesehatan. Hal tersebut merupakan bukti bahwa massage dapat dijadikan sebagai pemelihara kesehatan yang dapat meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki kondisi hormonal, sebagai penenang atau perangsang saraf, serta sebagai pengobatan untuk berbagai macam penyakit.

Kemudian, seiring berkembangnya jaman, massage mulai digunakan oleh masyarakat di negara berkembang sebagai cara atau teknik penyembuhan cidera, atau sakit yang sering dialami oleh olahragawan atau atlet saat sedang berlatih atau bertanding turnamen – dimana massage itu sendiri berguna untuk mengembalikan kebugaran dan mencapai performa puncaknya sang atlet.

Seorang dokter Bernama Gustaf Zander, berasal dari Swedia, pada saat itu menciptakan beberapa tahapan dari massage dimana tahapan tersebut masih dipakai hingga saat ini dan terus berkembang seiring jalannya waktu, dan juga tahap tersebut telah banyak dipakai di seluruh dunia. Swedish massage dianjurkan penggunaannya pada olahragawan atau atlet sebelum mereka memulai latihan maupun lombanya – dilakukan baik sebelum latihan, saat sedang latihan, maupun sesudah latihan olahraga yang berat. (Johnson, 1995; Rachim, 1988; Salvano, 1999; dikutip dari Mardiyanto A, 2015)

Swedish Massage dan Tekniknya

Saat ini Swedish massage adalah teknik masase yang sudah sangat sering dipakai oleh atlet baik sebelum, selama, dan juga sesudah latihan atau pertandingan. Masase ini berguna untuk mengatasi kelelahan dan mengembalikan kebugaran bagi si atlet setelah melaksanakan latihan atau sesudah latihan. Terdapat 5 teknik dasar dari Swedish massage, terdiri dari:

  1. Effleurage (menggosok)
Effleurage

Teknik ini adalah gerakan dengan cara mengurut dan mengusap secara ritmis atau secara berirama, serta berurutan dari arah bawah menuju ke atas. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan telapak tangan dan jari yang dirapatkan. Pada saat tangan sedang mengurut di atas permukaan tubuh, maka gerakannya harus mengikuti kontur atau bentuk tubuh dan seirama tanpa gerakan terputus.

Pada teknik ini, biasanya dilakukan dengan gerakan yang ringan, akan tetapi akan semakin kuat ketika mulai menuju ke arah jantung. Rasa tenang akan didapatkan setelah gerakan tangan kembali ke posisi semula. Teknik ini memiliki fungsi sebagai meratakan minyak  ke seluruh bagian tubuh serat dapat membantu memperlancar aliran darah, dan juga dapat meningkatkan suhu tubuh.

  • Petrissage (memijat-mijat)
Petrissage

Teknik ini adalah gerakan yang dilakukan dengan menggunakan satu tangan, atau boleh juga dengan dua tangan. Teknik ini memiliki tujuan untuk melemaskan jaringan bagian dalam yang kaku. Apabila teknik ini dilakukan di bagian tubuh yang lebar, maka bisa dilakukan dengan cara menggunakan kedua tangan, dan digerakkan secara bergantian dan berurutan.

Tujuan dari gerakan ini adalah untuk memperlancar penyaluran zat-zat yang berada di jaringan bagian dalam ke dalam pembuluh darah dan juga getah bening. Sehingga teknik ini dapat membantu meningkatkan aliran darah, membuang hasil metabolic, dapat meredakan pembengkakan local, serta dapat meningkatkan nutrisi seluler di dalam tubuh. Selain itu, teknik ini juga dapat merelaksasi otot dan juga merangsang system saraf. (Goats, 1994; Rachim A, 1988; Salvano, 1999, dikutip dari Mardiyanto A, 2015)

  • Vibration (menggetarkan)
Vibration

Pada teknik ini, gerakan dilakukan dengan cara menggetarkan secara manual, akan tetapi juga bisa dilakukan dengan cara mekanik. Tujuan dari gerakan teknik ini adalah merangsang saraf secara halus dan lembut agar hal tersebut dapat mengurangi dan melemahkan rangsangan yang bersifat berlebihan, hal tersebut bisa berupa ketegangan pada saraf.

Gerakan dari teknik ini dilakukan dengan menggunakan telapak tangan atau jari-jari untuk menghasilkan kontraksi isometri dari bagian tubuh yang mengalami kontraksi, akan tetapi tidak akan mengalami pengerutan pada serabut otot. Teknik ini juga memiliki tujuan lain yaitu akan memberikan ketenangan pada saraf yang sedang mengalami ketegangan.

  • Friction (menggerus)
Friction

Pada teknik yang ke-4 ini, gerakannya dilakukan dengan cara menggerus arahnya naik turun secara bebas. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan ujung jari dan gerakan menggerus melingkar seperti spiral pada bagian otot tertentu. Teknik ini bertujuan untuk membakar energi yang terdapat pada otot atau yang biasanya menyebabkan otot mengeras.

  • Tapotement (memukul)
Tapotement

Teknik yang terakhir dilakukan dengan cara memukulkan tangan dengan ringan dan berirama yang lebih banyak dilakukan pada bagian tubuh cenderung berdaging. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk mempercepat aliran darah dan mendorong sisa-sisa pembakaran yang ada di dalam tubuh, serta dapat merangsang serabut saraf tepi dan juga dapat merangsang organ-organ tubuh bagian dalam. Gerakan ini dilakukan dengan cara mengepalkan tangan, jari lurus, atau dengan telapak tangan yang dibentuk mencekung, kemudian memukulkannya ke bagian tubuh otot besar, misalnya punggung.

4 Manfaat dari Swedish Massage

Melalui penjelasan di atas, tentunya memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah manfaat dari fisiologis. Menurut Best (2008:446) ada 5 proses dari fisiologi masase ini, diantaranya adalah:

  • Dapat membantu mengurangi pembengkakan pada fase kronis, dengan cara melewati mekanisme peningkatan aliran darah
  • Dapat mengurangi persepsi nyeri dengan cara menghambat rangsang nyeri
  • Dapat meningkatkan relaksasi otot sehingga bisa mengurangi ketegangan
  • Dapat meningkatkan jangkauan gerak, kekuatan, koordinasi, dan keseimbangan dari otot

Dari penjelasan di atas, kita tahu bahwa teknik pijat ini sangat dianjurkan dilakukan baik sebelum, saat pertandingan, maupun sesudah. Peranan penting dari teknik pijat ini ada baiknya dimanfaatkan sebagaimana mestinya dan untuk yang membutuhkan.

Selain itu, massage ini juga merupakan penunjang penting bagi seorang olahragawan atau atlet untuk prestasi mereka ke depannya. Hal tersebut dikarenakan manfaat dari massage ini bermanfaat untuk mempercepat pemulihan cedera bagi sang atlet.

Baca juga: https://ukmppd.com/2021/10/29/lima-manfaat-olahraga-muaythai-untuk-tubuh/

Comment (1)

  1. […] Baca juga: Amazing! 5 Manfaat Swedish Massage, Massage yang Epic Untuk Para Atlet […]

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare