Blog

Kegunaan Alat Ekokardiografi Super Canggih Untuk Mengetahui Kesehatan Jantung dan 5 Jenis-Jenisnya.

Alat Ekokardiografi untuk Kesehatan Jantung. Sumber: Liputan6
Teknologi medis Penyakit

Kegunaan Alat Ekokardiografi Super Canggih Untuk Mengetahui Kesehatan Jantung dan 5 Jenis-Jenisnya.

Alat ekokardiografi atau istilahnya USG jantung merupakan metode pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara yang memiliki frekuensi tinggi untuk menangkap gambaran struktur organ jantung. Ekokardiografi juga menggunakan Doppler yang berfungsi untuk mengukur kecepatan dan arah aliran darah.

Doppler pada alat ekokardiografi. Sumber: PNGEgg

Ekokardiografi sendiri berfungsi untuk memeriksa apakah ada kelainan pada organ jantung, pembuluh darah, aliran darah, atau kinerja jantung seperti kemampuan otot jantung dalam memompa darah. Metode ini dapat digunakan untuk mendeteksi kesehatan jantung, penyakitnya, serta dapat menentukan pengobatan apa yang tepat, dan juga mengevaluasi pengobatan yang telah diberikan.

Dilansir dari Liputan6, alat ekokardiografi ini digunakan apabila pasien mengalami gangguan fungsi pompa jantung atau pada katup jantung. Keluhannya dapat dilihat dari sesak nafas, berdebar/nyeri dada, adanya kelainan jantung dan bising jantung. Pemeriksaan menggunakan alat ekokardiografi perlu dilakukan pada bayi sampai dengan usia remaja jika ada bawaan kelainan pada jantung sehingga bisa diperiksa apakah ada kelainan anatomi jantung sejak dini. Untuk itu penggunaan ekokardiografi sangat bagus digunakan untuk mengetahui kesehatan jantung.

Jenis-Jenis Alat Ekokardiografi

  • Transthoracic edchocardiogram (TTE)
TTE. Sumber: Sonosif

TTE sama seperti USG yang menggunakan transducer atau sensor elektroda. Penggunannya dilakukan dengan cara ditmpelkan dan digerakkkan di atas dada pasien. Kemudian hasilnya bisa langsung terlihat di monitor. Alat ini menjadi pilihan bagi yang ingin memeriksa kelainan jantung, baik itu strukturnya atau fungsi kerja jantung.

  • Transesophageal echocardiogram (TEE)
TTE. Sumber: Wikimedia commons

TTE menggunakan alat endoskopi yang dimasukkan melalui mulut menuju kerongkongan pasien yang bertujuan untuk menangkap gambar dari struktur jantung secara jelas dan rinci sehingga tidak terhalang gambar dada atau paru-paru. Penggunaan TEE dianjurkan jika TTE tidak bisa menangkap gambar jantung secara jelas. Hal tersebut dikhususkan bagi pasien yang menjalani operasi jantung.

  • Stress echocardiogram
Stress echocardiogram. Sumber: Cardiovascular Institue

Penggunaan metode ini bertujuan untuk memeriksa kekuatan fungsi jantung serta aliran darah saat pasien beraktivitas atau ketika jantung distimulasi dengan diberi obat khusus yang membuat jantung bekerja seperti berolahraga.

  • USG intravaskular
USG Intravaskular. Sumber: Alodokter

USG ini dapat digunakan untuk membantu dokter dalam mengetahui penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah secara detail. Caranya dengan memasukkkan transducer ke dalam pembuluh darah jantung dengan bantuan kateter (selang panjang/kecil) melalui sayatan kecil yang dibuat di selangkangan.

  • Alat Ekokardiografi janin
Ekokardiografi Janin. Sumber: Webtech

Alat ini berfungsi untuk mendeteksi jantung pada janin. Metode ini dilakukan pada ibu hamil dengan usia kehamilan 18-22 minggu. Pemeriksaan ini aman dikarenakan tidak menggunakan radiasi seperti Rontgen.

Baca juga: Melafind Scanner Diyakini 98% Akurat Dapat Deteksi Kanker Kulit Melanoma Melalui Gelombang Elektromagnetik, Impressive

Aturan Ekokardiografi

Alat ekokardiografi untuk kesehatan jantung. Sumber: Pelita Sukabumi

Pengggunaan alat ekokardiografi yang dilakukan dokter kepada pasien pastinya berbeda-beda, hal tersebut dikarenakan tergantung dari gejala atau penyakit yang dirasakannya. Berikut penjelasannya:

  • Transthoracic edchocardiogram (TTE)

Penggunaan alat ini dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat keparagan dan membantu proses pengobatan dengan kondisi seperti:

  1. Penyakit katup jantung.
  2. Jantung bawaan.
  3. Gangguan pompa jantung karena gagal jantung.
  4. Penyumbatan pembuluh darah akibat stroke.
  5. Infeksi sekitar katup jantung, dan lainnya.
  • Transesophageal echocardiogram (TEE)

Dokter akan menggunakan alat ini jika pasien mengalami:

  1. Hasil TTE tidak jelas karena organ lain menutupi ketika ingin mengambil gambar jantung. Kasus ini terjadi biasanya pada penderita obesitas.
  2. Memerlukan gambar yang rinci sebelum melakukan operasi jantung.
  • Stress echocardiogram

Tujuan penggunaan alat ini berupa:

  1. Mendeteksi gangguan jantung yang muncul saat olahraga atau melakukan aktivitas fisik yang berat.
  2. Mendeteksi jantung koroner atau kerusakan jantung akibat serangan jantung.
  3. Melihat batas kemampuan jantung untuk program rehabilitasi jantung.
  4. Mengevaluasi keberhasilan pengobatan atau tindakan medis, dan lainnya.
  • USG intravaskular dan Ekokardiografi janin

Penggunaan USG intravaskular biasanya difungsikan untuk melihat penyumbatan di dalam pembuluh darah secara lebih rinci. Untuk ekokardiografi janin sendiri bertujuan untuk mendeteksi gangguan jantung bawaan orangtua yang ada pada janin serta keehatan pada kondisi ibu bayi tersebut.

Prosedur Alat Ekokardiografi

Prosedur penggunaan. Sumber: HonestDocs
  • Transthoracic edchocardiogram (TTE)

Biasanya pasien diminta untuk berbaring di atas tempat tidur dengan melepas baju karena eketroda akan dipasang di beberapa titik di dada. Selanjutnya dokter akan mengoleskan gel pelumas ke sekeliling dada dan menggerakkan probe yang tersambung dengan monitor. Gelombang suara elektroda dan probe akan terekam sehingga terlihat pada monitor yang diletakkan jauh dari posisi pasien.

Pasien akan mendengar suara berdesir saat pemindaian berlangsung namun hal ini normal dikarenakan probe sedang menangkap suara aliran darah. Kemudian pasien diminta menarik napas dan menahan napas atau berbalik ke arah kiri sambil menekan probe pada area dada untuk menangkap gambar dengan rinci. Efeknya akan timbul rasa tidak nyaman untuk beberapa saat.

  • Transesophageal echocardiogram (TEE)

Pasien yang telah berbaring kemudian diberikan suntikan seperti obat penenang dan semprotan bius lokal. Dokter kemudian akan memasukkan alat endoskopi melalui mulut, lalu didorong ke arah kerongkongan. Alat pengukur tekanan darah serta tingkat oksigen dan elektroda akan dipasang juga untuk melihat kondisi pasien. Jika dokter telah mendapatkan posisi yang tepat, dokter akan merekam gambar jantung secara rinci melalui gelombang suara.

  • Stress echocardiogram

Dokter akan melakukan TTE terlebih dahulu, lalu pasien akan diminta beraktivitas dengan menggunakan treadmill yang telah disediakan. Pasien akan diminta melalakukannya selama 6-10 menit tergantung kondisi pasien. Namun jika pasien tidak bisa berolahraga, dokter akan menyuntikkan obat pemicu jantung agar jantung dapat memompa seperti sedang berolahraga. Efek dari obat tersebut adalah pasien akan merasa hangat atau pusing.

Setelah pasien berolahraga, dokter akan menanyakan kondisi pasien untuk memastikan tidak adanya efek samping yang muncul. Namun jika pasien merasa tidak nyaman pada bagian-bagian tertentu, pasien diharapkan segera memberi tahu dokter. Dokter akan memeriksa apakah olahraga tersebut cukup atau belum, jika sudah cukup maka dokter akan menurunkan intensitas olahraganya sehingga denyut jantung pasien akan kembali ke awal. Dokter kemudian akan membandigkan kondisi jantung pasien sebelum atau sesudah olahraga.

  • USG intravaskular

Dokter akan memasang elektroda pada dada pasien yang telah berbaring. Kemudian dokter memasang selang infus dan menyuntikkan obat penenang pada pasien agar rileks. Dokter akan menyuntikkan obat bius pada salah satu sisi selangkangan pasien dan membuat sayatan kecil pada bagian tersebut. Lalu tabung kecil akan dimasukkan melalui sayatan yang dibuat lalu digunakan untuk akses masuknya kateter.

Kateter tersebut dilengkapi dengan kawat ultrasound atau transducer di dalamnya yang berfungsi untuk menangkap gambar kondisi secara detail dalam pembuluh darah. Jika sudah selesai, kateter dan tabung akan dikeluarkan dari tubuh pasien. Dokter kemudian membalut bekas sayatan agar tidak pendarahan. Pasien harus berbaring selama 3-6 jam atau melakukan rawat inap jika diperlukan.

  • Alat Ekokardiografi janin

Dilakukan pada bagian perut atau vagina. Prosesnya mirip dengan pemeriksaan USG. Pasien diminta berbaring dan melepas baju. Kemudian dokter mengoleskan gel pelumas pada kulit perut guna mencegah adanya gesekan, memudahkan pergerakan transducer, serta membantu alat pemeriksaan memancarkan gelombang suara ke dalam perut. Gelombang frekuensi yang tinggi akan memudahkan gambar ditangkap dan terlihat di monitor.

Jika telah selesai, dokter akan membersihkan gel pelumas dari perut pasien. Keseluruhan proses ini akan memakan waktu 15 menit sampai 1 jam tergantung jenisnya.

Efek Samping

Alat ekokardiografi untuk kesehatan jantung
Efek samping pusing. Sumber: Tribun

Meskipun termasuk prosedur yang aman, alat ini juga bisa menimbulkan efek samping, seperti:

  • Perih dan tidak nyaman setelah elektroda dicabut dari dada.
  • Iritasi dan sakit pada tenggorokan saat melakukan prosedur TEE.
  • Mual, pusing, bahkan nyeri di dada pada prosedur stress echocardiogram.
  • Alergi ringan seperti gatal-gatal setelah diolesi gel pelumas atau obat suntikan.
  • Jantung berdebar.
  • Pingsan atau serangan jantung.
  • Alergi berat.

Pemeriksaan dengan alat ekokardiografi ini hampir tidak berisiko dan biayanya terjangkau juga. Penting banget nih buat kamu yang mau tau kesehatan jantung kamu, segera periksakan ke dokter ya!

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare