Blog

Impressive! Mengenal Radiologi dan 7 Amazing Jenis Pemeriksaan Radiologi.

radiologi
Teknologi medis

Impressive! Mengenal Radiologi dan 7 Amazing Jenis Pemeriksaan Radiologi.

Pernahkah kamu mendengar kata radiologi? Radiologi merupakan sebuah kata yang tidak asing dalam dunia kesehatan. Dalam dunia kesehatan, ia berperan sangat penting untuk mengetahui bagian dalam tubuh manusia. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk melihat bagian dalam tubuh pasien apakah ada gangguan kesehatan yang dialami. Tanpa adanya teknologi ini, maka penyakit akan sulit terdiagnosis yang mengakibatkan semakin banyak orang yang sakit dan meninggal dunia karena penyakitnya tidak terdiagnosis sejak dini. Jadi, semakin dini penyakit terdiagnosis, maka peluang pasien untuk mengalami kesembuhan juga akan semakin besar.

Ada banyak cara dalam melakukan pemeriksaan ini yaitu lewat penyinaran, medan magnet, zat radioaktif, hingga gelombang suara. Ada juga jenis pemeriksaan radiologi seperti Rontgen, USG, MRI, Fluoroskopi, CT-Scan, Pemeriksaan Nuklir, dan PET-Scan. Selain itu, terdapat pula prosedur pemeriksaan radiologi yang penting untuk diketahui. Nantinya dokter akan menafsirkan gambar medis dari hasil pemeriksaan. Kemudian, melalui hasil tes itu ia akan mengarahkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Jenis Pemeriksaan Radiologi

radiologi
Source: halodoc.com

Pemeriksaan ini melibatkan peralatan khusus untuk mendapatkan gambar yang menjadi hasil pemeriksaan. Ada beberapa jenis pemeriksaan yang biasanya digunakan untuk diagnosis penyakit maupun digunakan pada prosedur medis. Jenis-jenis ini mempunyai fungsinya masing-masing dalam mendeteksi penyakit, diantaranya:

1. Rontgen

Rontgen atau pemeriksaan sinar X dapat digunakan untuk membantu diagnosis berbagai penyakit. Rontgen menggunakan mesin yang mengeluarkan radiasi sinar X untuk menampilkan bagian dalam tubuh pasien dalam gambar 2 dimensi. Pemeriksaan ini hanya berlangsung selama beberapa menit. Ada jenis-jenis rontgen yaitu rontgen dada, rontgen anggota gerak, dan rontgen tulang belakang.

Rontgen dilakukan untuk melihat kondisi bagian dalam tubuh dan juga dapat digunakan untuk melihat keparahan trauma fisik seperti patah tulang dan kerusakan jaringan keras akibat benturan kepala. Selain itu, rontgen juga dapat dilakukan untuk mengamati perkembangan penyakit, mengetahui kemajuan dari pengobatan, serta menjadi pedoman untuk melakukan prosedur tertentu.

2. USG

USG atau Ultra Sonography adalah suatu proses dengan memanfaatkan gelombang suara yang memiliki frekuensi tinggi dan ditujukan langsung ke bagian tubuh yang akan diperiksa. Gelombang suara tersebut selanjutnya terpantul ketika bersentuhan dengan probe lalu pantulannya diubah menjadi gambar dengan kualitas 2D / 3D / 4D. USG umumnya berlangsung selama 20–40 menit.

USG digunakan agar mendapatkan ketepatan dalam mendiagnosis penyakit atau sebagai penunjang untuk membantu dokter mengidentifikasi penyebab penyakit pada seseorang. Metode ini sering digunakan karena menghasilkan hasil lebih akurat, lebih spesifik, dan efektif.  Pemeriksaan ini paling banyak digunakan untuk memeriksa kondisi kandungan dan mendiagnosis gangguan pada janin maupun rahim ibu.

Baca juga: Seputar Pemeriksaan Radiologi yang Perlu Diketahui

3. MRI

MRI atau Magnetic Resonance Imaging adalah pemeriksaan yang menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio. MRI menghasilkan gambar organ di dalam tubuh pasien secara detail. Gambar yang dihasilkan dari MRI juga lebih detail dan jelas jika dibandingkan dengan jenis pemeriksaan radiologi lain. Mesin MRI berbentuk seperti tabung yang dikelilingi oleh magnet melingkar yang besar.

Pemeriksaan MRI dapat berlangsung selama 15 menit sampai lebih dari 1 jam. Bagian tubuh yang dapat diperiksa dengan metode ini adalah tulang, sendi, otak, jantung maupun hati. Berbeda dengan rontgen atau CT-Scan, MRI tidak memancarkan radiasi sehingga cukup aman untuk dilakukan pada ibu hamil sekalipun. Keunggulan metode ini adalah dapat mengkarakterisasi dan membedakan jaringan menggunakan sifat fisik dan biokimianya.

4. Fluoroskopi

Mungkin anda kurang familiar dengan fluoroskopi yaitu sebuah metode pemeriksaan menggunakan sinar X untuk menampilkan gambar organ tubuh dalam bentuk video. Metode ini digunakan untuk mengamati kondisi organ tubuh secara langsung. Sama dengan CT-Scan, fluoroskopi menggunakan pancaran sinar X dalam menangkap gambar. Namun, perbedaannya adalah gambar yang dihasilkan fluoroskopi hanya memiliki satu sudut pandang.

Tujuan dilakukannya fluoroskopi di antaranya adalah untuk penetapan diagnosis penyakit, memeriksa kondisi sebelum dan sesudah terapi pengobatan, atau untuk menunjang pelaksanaan operasi. Pemeriksaan ini berlangsung tergantung pada bagian tubuh yang akan diperiksa. Pemeriksaan ini bisa dilakukan untuk melihat kondisi berbagai organ tubuh seperti tulang, sendi, otot, jantung, ginjal, hingga paru-paru secara rinci.

5. CT-Scan

CT-Scan adalah pemeriksaan yang menggunakan teknologi komputer dan mesin sinar X yang biasanya digunakan untuk melihat struktur dan jaringan dalam tubuh manusia dari berbagai sudut. Pada pemeriksaan menggunakan CT-Scan, gambar yang dihasilkan bisa jauh lebih detail. CT-Scan bisa mengambil gambaran detail bagian dalam kepala, tulang belakang, jantung, perut, dada, dan organ-organ lainnya.

Proses pemeriksaan CT Scan biasanya berlangsung selama 20 menit hingga 1 jam. Hasil pemeriksaannya membantu dokter mendiagnosis dan menentukan beragam kondisi pasien. Dalam situasi darurat juga dapat membantu dokter lebih cepat menentukan tingkat keparahan luka dalam atau perdarahan yang terjadi.

6. Pemeriksaan Nuklir

Pemeriksaan nuklir adalah sebagai prosedur medis yang melibatkan panas dari tenaga nuklir untuk diagnosis pencitraan dan terapi penyakit. Dengan metode ini, tenaga nuklir yang memancarkan gelombang radioaktif akan ditembakkan ke bagian tubuh tertentu yang ingin dilihat strukturnya. Gelombang tersebut akan membuat organ yang ditembak tersebut memancarkan cahaya yang kemudian ditangkap oleh komputer sehingga bisa ditampilkan berupa gambar.

Metode ini biasanya digunakan untuk memeriksa struktur tulang, tiroid, dan jantung. Pemeriksaan nuklir dilakukan menggunakan mesin yang dilengkapi kamera gamma yang berfungsi mendeteksi sinar gamma di dalam tubuh pasien. Sinar gamma di dalam tubuh pasien berasal dari cairan radioaktif yang disuntikkan ke pasien sebelum pemeriksaan. Sinar tersebut kemudian diolah oleh komputer menjadi gambar 3 dimensi untuk selanjutnya dianalisis oleh dokter.

7. PET-Scan

PET-Scan atau yang lebih dikenal dengan Position Emission Tomography adalah metode yang digunakan untuk melihat struktur serta aliran darah dari dan ke organ. PET-Scan adalah metode yang cukup berbeda dibanding pemeriksaan radiologi lainnya. Pada pemeriksaan PET-Scan, dokter akan memasukkan suatu zat radioaktif ke dalam pembuluh darah vena. Zat tersebut akan mengalir bersama dengan darah, sehingga dokter dapat melihat organ dalam secara lebih jelas.

Pemeriksaan ini dilakukan juga untuk mendeteksi penyakit seperti fungsi organ vital tubuh, organ atau jaringan yang tidak berfungsi, sel tumor atau kanker, dan evaluasi kesehatan. Pemeriksaan PET-Scan dapat dilakukan bersama dengan pemeriksaan CT Scan atau MRI.

Baca juga: Mengenal Profesi Dokter Spesialis Radiologi

Prosedur Pemeriksaan Radiologi

radiologi
Source: alodokter.com

Dalam melakukan pemeriksaan radiologi terdapat beberapa prosedur yang harus diikuti dan dipahami. Ini merupakan hal yang penting agar ketika pemeriksaan sedang berlangsung tidak terjadi kesalahan. Mari kita lihat apa saja prosedurnya di bawah ini:

1. Sebelum Pemeriksaan

  • Tidak melakukan aktivitas berat selama 1–2 hari sebelum menjalani pemeriksaan PET-Scan dan menjalani pola diet tertentu 24 jam.
  • Berpuasa 4–12 jam sebelum menjalani USG atau CT scan.
  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit, misalnya pada pasien yang menjalani Rontgen.
  • Minum air putih yang cukup dan tidak buang air kecil sampai selesai pemeriksaan pada pasien yang hendak menjalani USG.
  • Tidak minum apa pun kecuali air putih, dimulai sejak 24 jam sebelum menjalani PET-Scan.
  • Melepas semua aksesoris yang dipakai, seperti perhiasan, jam tangan, gigi palsu dan kacamata, lalu mengenakan pakaian khusus yang sudah disediakan.

2. Setelah Pemeriksaan

  • Pasien bisa kembali beraktivitas setelah selesai menjalani pemeriksaan.
  • Pasien yang menjalani radiologi intervensi, seperti kateterisasi pembuluh darah, harus menjalani rawat inap di rumah sakit selama beberapa hari.
  • Hasil pemeriksaan akan dianalisis oleh dokter radiologi. Pasien dapat mengetahui hasil pemeriksaan radiologi di hari yang sama atau beberapa hari setelahnya.
  • Jika dari hasil pemeriksaan radiologi ditemukan penyakit, dokter akan meminta pasien untuk segera menjalani pengobatan.
  • Pasien yang menjalani pemeriksaan PET-Scan dan pemeriksaan nuklir diharuskan banyak minum air putih agar cairan radioaktif keluar melalui urine.

Itulah tadi beberapa penjelasan tentang radiologi, jenis pemeriksaannya dan prosedur yang harus dilakukan. Jenis-jenis pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan akan sangat membantu dokter untuk mendiagnosis suatu penyakit. Segeralah lakukan konsultasi dengan dokter jika kalian merasa perlu untuk proses pemeriksaan.

Baca juga: Tahukah Kamu? Inilah 6 Penyakit Kardiovaskuler yang Perlu Diwaspadai!!!

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare