Blog

Tahukah Kamu? Inilah 6 Penyakit Kardiovaskuler yang Perlu Diwaspadai!!!

Penyakit

Tahukah Kamu? Inilah 6 Penyakit Kardiovaskuler yang Perlu Diwaspadai!!!

Penyakit kardiovaskuler terjadi karena adanya gangguan pada  jantung dan pembuluh darah. Penyakit jantung dan stroke merupakan dua penyakit kardiovaskuler yang paling banyak dikenal, namun ada juga penyakit kardiovaskuler yang lain.

Pengertian penyakit jantung dan pembuluh darah atau penyakit kardiovaskular adalah berbagai kondisi di mana terjadi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada (angina), atau stroke.

Penyakit kardiovaskuler termasuk kondisi kritis yang butuh penanganan segera. Pasalnya, jantung adalah organ vital yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika jantung bermasalah, peredaran darah dalam tubuh bisa terganggu.

Tanpa pertolongan medis yang sesuai, penyakit kardiovaskuler bisa mengancam jiwa dan menyebabkan kematian.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit jantung adalah penyakit yang tergolong umum terjadi. Penyakit kronis ini disebut-sebut sebagai penyebab kematian yang cukup sering di seluruh dunia baik bagi pria maupun wanita dari semua ras.

Berbagai Jenis Penyakit Kardiovaskuler

Sistem kardiovaskuler memiliki fungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Saat ada gangguan maupun penyumbatan di kedua bagian tersebut, sirkulasi darah di tubuh dapat terganggu dan bisa menyebabkan timbulnya berbagai penyakit kardiovaskuler.

https://ukmppd.com/2021/10/28/dianggap-remeh-jamu-memiliki-banyak-khasiat/(opens in a new tab)

Berikut adalah penyakit kardiovaskuler yang perlu diwaspadai:

1. Aritmia

Aritmia adalah kondisi ketika jantung memiliki detak atau ritme yang tidak normal, seperti terlalu cepat, lambat, atau tidak teratur. Aritmia terjadi ketika implus elektrik yang berfungsi sebagai pengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik.

2. Penyakit jantung koroner (PJK)

Penyakit jantung koroner adalah penyumbatan atau penyempitan di pembuluh arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan plak. Kondisi ini membuat pasokan darah menuju ke jantung menjadi berkurang. Jika tidak segera ditangani, PJK dapat menyebabkan serangan jantung, aritmia, dan gagal jantung.

3. Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah gangguan pada otot jantung. Kardiomiopati dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal jantung, penggumpalan darah, henti jantung, dan gangguan katup jantung.

4.  Stroke

Stroke adalah penyakit yang terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah. Tanpa pasokan darah yang cukup, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi. Akibatnya, sel-sel di otak akan rusak.

5. Deep vein thrombosis (DVT)

Deep vein thrombosis atau trombosis vena dalam adalah kondisi adanya  gumpalan darah di pembuluh darah vena. Biasanya kondisi ini terjadi di bagian paha dan betis. Pada beberapa kasus, gumpalan darah ini dapat mengalir ke paru-paru dan menyebabkan komplikasi serius, seperti emboli paru.

6. Penyakit arteri perifer

Peripheral arterial disease (PAD) atau penyakit arteri perifer adalah kondisi ketika aliran darah menuju kaki tersumbat akibat penumpukan plak di pembuluh darah arteri. Hal ini membuat kaki kekurangan suplai darah, sehingga menimbulkan rasa sakit ketika berjalan.

Penyebab penyakit jantung

Penyebab penyakit jantung adalah kerusakan, penyumbatan, peradangan, maupun kelainan pada jantung, otot, maupun pembuluh darah di sekitarnya.

Penyumbatan di pembuluh jantung biasanya disebabkan oleh plak. Plak ini menumpuk pada arteri yang rusak. Penumpukan plak pada arteri koroner mungkin mulai di masa kanak-kanak.

Seiring waktu, plak dapat mengeras dan kemudian pecah. Plak yang mengeras akan mempersempit arteri koroner dan mengurangi suplai aliran darah yang kaya oksigen ke jantung. Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada atau ketidaknyamanan yang disebut angina.

Jika plak pecah, kepingan darah yang disebut platelet menempel pada lokasi cedera. Platelet mungkin mengumpul untuk membentuk bekuan darah.

Gumpalan darah dapat lebih mempersempit arteri koroner dan memperburuk angina. Jika bekuan menjadi cukup besar, maka dapat menyumbat arteri koroner secara menyeluruh dan menyebabkan serangan jantung.

Penyebab lainnya adalah perkembangan jantung yang tidak sempurna, infeksi, atau aliran darah kaya oksigen ke jantung yang tidak tersuplai dengan baik.

Faktor risiko penyakit jantung

Berikut ini beberapa faktor yang dapat meningkatkan peluang Anda terkena sakit jantung adalah:

  • Bertambahnya usia bisa menyebabkan kerusakan maupun penyempitan pada pembuluh darah jantung.
  • Laki-laki berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini. Wanita akan meningkat risikonya setelah mengalami menopause.
  • Memiliki ayah atau ibu dengan penyakit kardiovaskuler.
  • Punya kebiasaan merokok sehingga pembuluh darah jantung meradang akibat zat kimia rokok.
  • Gaya hidup buruk, seperti tinggi konsumsi garam, lemak, dan kolesterol. Selain itu juga malas olahraga dan tidak mencegah kebersihan dengan baik sehingga mudah terkena infeksi.
  • Terdapat masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan kadar kolesterol tinggi, serta terus-menerus stres.

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Kardiovakuler

Berikut ini adalah kebiasaan hidup sehat yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskuler Anda:

1. Berhenti merokok

Merokok adalah salah satu faktor risiko pada penyakit jantung. Hal ini karena bahan kimia di rokok dapat merusak dan menyebabkan penyempitan di pembuluh darah. Oleh karena itu, Anda sebaiknya berhenti merokok untuk mencegah munculnya penyakit jantung.

2. Batasi makanan berlemak

Terlalu banyak mengonsumsi makanan tidak sehat, misalnya makanan yang banyak mengandung lemak jenuh  dan lemak trans dapat meningkatkan kolesterol di dalam darah. Kolesterol yang menumpuk ini berpotensi menyumbat pembuluh darah jantung.

3. Olahraga secara rutin

Melakukan olahraga atau aktivitas fisik secara rutin dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Jadi, luangkan waktu setidaknya 30 menit setiap hari untuk berolahraga.

4. Konsumsi banyak serat

Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah. Untuk itu, penuhilah kebutuhan serat setidaknya 30 gram per hari. Anda bisa mendapatkan asupan serat dari sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Salah satu pilihan makanan yang baik untuk mencegah penyakit kardiovaskular adalah kucai.

Selain beberapa cara di atas, Anda juga disarankan untuk menjaga berat badan tubuh, istirahat yang cukup, mengelola stres, dan memeriksakan diri secara rutin ke dokter.

Penyakit kardiovaskular tidak boleh dianggap remeh, karena dapat menimbulkan masalah yang serius pada seluruh bagian tubuh. Oleh karena itu, jagalah kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda sebelum mengalami gangguan. Namun jika Anda sudah memiliki gangguan pada sistem kardiovaskular, jalani pengobatan dan lakukanlah pemeriksaan rutin ke dokter sebelum terjadi komplikasi.

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare