Blog

Amankah Pemeriksaan CT-Scan Pada Anak? Inilah 2 Amazing Faktanya!

pemeriksaan ct-scan
Teknologi medis

Amankah Pemeriksaan CT-Scan Pada Anak? Inilah 2 Amazing Faktanya!

CT-Scan merupakan salah satu bagian penting dalam dunia medis. Pemeriksaan CT-Scan adalah prosedur pemeriksaan yang menggunakan komputer dan sinar X. Biasanya digunakan untuk melihat struktur dan jaringan dalam tubuh manusia dari berbagai sudut. Selain itu, CT-Scan juga digunakan untuk membantu pencegahan atau mendeteksi sebuah penyakit.

CT-Scan menghasilkan gambar jaringan lunak, tulang, dan pembuluh darah di tubuh manusia. Gambar yang dihasilkan oleh CT-Scan lebih jelas serta lebih rinci ketimbang pemeriksaan rontgen. Hasil pemeriksaan CT-Scan membantu dokter mendiagnosis dan menentukan beragam kondisi pasien, dari gangguan otot, patah tulang, hingga kanker. Dalam situasi darurat, CT-Scan juga dapat membantu dokter lebih cepat menentukan tingkat keparahan luka dalam atau perdarahan yang terjadi.

Lalu, apakah CT-Scan aman dilakukan? CT-scan umumnya aman dilakukan. Namun, sama seperti prosedur medis lainnya, pemeriksaan ini juga bisa menimbulkan beberapa efek samping. CT-Scan tidak dianjurkan dilakukan untuk ibu hamil maupun bayi. Karena sinar X dapat mempengaruhi perkembangan serta pertumbuhan bayi dan janin. Lalu, bagaimana dengan anak-anak? Apakah CT-Scan aman untuk anak-anak?

Pemeriksaan CT-Scan Pada Anak

Source: halodoc.com

Anak-anak biasanya sering terjatuh saat asyik bermain. Sebagai orang tua, mereka tidak ingin anak-anak mereka mengalami luka. Bila anak terjatuh dari lokasi yang cukup tinggi ini sangat bahaya. Segera bawa ke dokter dan lakukan pemeriksaan. Namun, banyak orang tua yang khawatir saat melakukan CT-Scan pada anak mereka karena dapat berakibat buruk. Ini menjadi pemikiran yang wajar karena CT-scan memang melibatkan radiasi dalam penggunaannya. Inilah fakta mengenai amankah CT-Scan dilakukan pada anak-anak:

1. Dapat Menimbulkan Alergi

Pada pemeriksaan CT-Scan biasanya menggunakan cairan pewarna khusus bernama kontras. Cairan kontras berfungsi memblokir sinar X agar pembuluh darah, usus, dan struktur lainnya terlihat berwarna putih pada hasil pemindaian. Tujuannya adalah agar hasil pemindaian dapat diamati dengan lebih jelas. Cairan kontras ini dapat menimbulkan alergi. Ciri-ciri saat timbul alergi adalah akan muncul ruam dan rasa gatal pada kulit. Namun, ada pula alergi serius yang dapat menimbulkan anafilaksis. Pasien yang mengalami anafilaksis akan mengalami kesulitan bernapas, gatal-gatal, ruam kulit, serta pembengkakan pada tubuh.

Baca juga: CT Scan, Ini yang Harus Anda Ketahui

2. Dapat Memicu Kanker

Sebuah penelitian mengatakan bahwa penggunaan alat pemindaian (scan) yang memancarkan radiasi khususnya pada anak-anak ternyata dapat berpotensi menimbulkan dampak yang cukup serius. Ketika melakukan pemindaian, dibutuhkan radiasi minimal 150 kali lebih banyak dibandingkan dengan proses rontgen. Namun, dosis radiasi yang masuk di tubuh sekecil apa pun dapat selalu memicu terjadinya kerusakan pada sel di tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah kesehatan lain seperti kanker. Anak-anak yang terpapar CT-Scan dapat memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk mengidap kanker darah, otak, atau tulang. Oleh karena itu, mereka merekomendasikan supaya dosis radiasi dari CT-Scan yang diberikan pada anak sebaiknya seminimum mungkin.

Fungsi dari CT-Scan

Source: alodokter.com

Seperti yang kita ketahui dari penjelasan di atas, CT-Scan biasanya digunakan dalam pemeriksaan medis. CT-Scan digunakan untuk membantu para dokter mendiagnosis dan menentukan beragam kondisi pasien. Selain itu, CT-Scan dapat membantu dokter lebih cepat menentukan tingkat keparahan luka dalam atau perdarahan yang terjadi. CT-Scan biasanya dilakukan pada bagian tubuh seperti dada, perut, kepala, panggul, tulang belakang, dan sebagainya. Berikut adalah fungsi CT-Scan yang digunakan oleh dokter untuk beberapa keperluan sebagai berikut:

  • Abdomen untuk mendeteksi masalah pada hati, ginjal, pankreas, atau saluran kemih.
  • Sistem kardiovaskular untuk memetakan aliran darah serta membantu diagnosis masalah seperti gangguan ginjal.
  • Jantung untuk membantu mendiagnosis dan memantau penyakit arteri koroner atau dalam rangka operasi penggantian katup.
  • Kepala untuk mengidentifikasi tumor, perdarahan, trauma tulang, dan penyumbatan aliran darah.
  • Paru-paru untuk mengetahui perubahan pada paru-paru akibat fibrosis atau masalah paru lainnya.
  • Tulang untuk membantu diagnosis cedera tulang atau kerusakan sendi.

Prosedur CT-Scan yang Tepat

pemeriksaan ct-scan
Source: alodokter.com

Pemeriksaan ini relatif cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Pemeriksaan CT-Scan ini biasanya hanya memakan waktu sekitar 30-60 menit. Durasi waktu mungkin akan berbeda-beda tergantung bagian tubuh mana yang akan diperiksa. Umumnya CT-Scan dilakukan sekali. Setelah hasilnya keluar dan dapat dibaca, anda tidak perlu melakukan pemeriksaan ini lagi. Namun, terkadang CT-Scan dapat dilakukan ulang pada beberapa kondisi tertentu.

Melakukan pemeriksaan CT-Scan tidak boleh sembarangan. Ada beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan untuk melakukan CT-Scan. Kondisi tersebut adalah sedang hamil, memiliki asma, menderita diabetes, atau memiliki gangguan fungsi jantung maupun ginjal. Selain itu, ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan CT scan. Dokter akan melarang pasien untuk makan atau minum beberapa jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Lalu, diwajibkan untuk melepaskan benda logam seperti jam tangan, perhiasan, kacamata, serta sabuk.

Baca juga: 6 Kondisi Cedera Kepala Anak yang Tak Perlu CT Scan

Setelah melakukan semua persiapan, prosedur CT-Scan akan mulai dilakukan. Pasien akan berbaring di tempat tidur pemeriksaan. Tempat tidur tersebut dilengkapi dengan bantal, sabuk, dan penahan kepala untuk menghindari tubuh bergerak selama prosedur berlangsung. Setelah itu, alat pemindai akan dimasukkan ke dalam mesin yang bentuknya seperti terowongan. Lalu, mesin akan berputar selama prosedur berlangsung. CT-Scan akan bekerja menghasilkan gambar-gambar irisan atau potongan  organ tubuh dari berbagai sisi.

Selama prosedur berlangsung, ada tenaga medis yang mendampingi untuk sesekali memberikan aba-aba. Misalnya kapan harus menahan napas, membuang napas, bernapas selama normal, dan aba-aba lainnya. Selain itu, selama pemeriksaan berlangsung pasien tidak diperkenankan untuk bergerak agar hasil gambar tidak rusak.

Itulah penjelasan mengenai pemeriksaan CT-Scan terutama pada anak. Walau memiliki risiko dan efek samping, pemeriksaan CT-Scan memberikan manfaat yang lebih besar. Ada kemungkinan adanya efek samping setelah melakukan pemeriksaan CT-Scan. Munculnya efek samping CT-Scan ini tentu tidak boleh dianggap sepele. Jika ada efek samping yang berlebihan, anda perlu mendiskusikan lebih lanjut dengan dokter.

Baca juga: Important Spoiler! 5 Hal Mengenai MRI yang Perlu Kamu Catat Sebelum Melakukan Pemeriksaan

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare