Blog

Important Spoiler! 5 Hal Mengenai MRI yang Perlu Kamu Catat Sebelum Melakukan Pemeriksaan

MRI, salah satu teknologi medis
Teknologi medis

Important Spoiler! 5 Hal Mengenai MRI yang Perlu Kamu Catat Sebelum Melakukan Pemeriksaan

Apa itu MRI?

MRI atau magnetic resonance imaging adalah salah satu teknologi mutakhir dalam bidang kedokteran yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk mengambil gambar organ atau struktur di dalam tubuh. Sekilas, bentuk mesinnya memang tidak jauh berbeda dengan mesin CT Scan. Namun, ada perbedaan diantara keduanya.

Mesin MRI
Bentuk mesin MRI yang berbentuk seperti kapsul.

Teknologi canggih yang telah banyak digunakan ini seumpama scanner yang mampu menghasilkan citra untuk memeriksa organ dalam atau bagian tubuh lainnya. Dengan hasil gambar yang diambil, dokter akan mengetahui penyakit atau kelainan yang ada pada bagian tubuh yang dipindai dan menentukan prosedur medis selanjutnya. Selain itu, prosedur ini juga berkontribusi dalam membantu dokter melihat efektivitas pengobatan yang sebelumnya dilakukan oleh pasien.

CT Scan mengambil gambar bagian tubuh dengan bantuan pancaran radiasi, sama seperti foto rontgen, sedangkan MRI bebas dari radiasi, jadi sering dianggap sebagai prosedur yang minim risiko dan cukup aman untuk ibu hamil dan anak-anak.

Tapi, dibutuhkan zat pewarna khusus yang diinjeksi melalui pembuluh darah pasien untuk meningkatkan akurasi gambar, sehingga hasilnya lebih jelas dari CT Scan. Bahkan kita dapat membedakan mana otot, lemak, air, dan jaringan lunak lainnya.

Hasil scan bagian kepala
Hasil scan bagian kepala yang di bantu dengan MRI.

Hampir semua bagian tubuh dapat dipindai dengan teknologi medis ini. Menyaran dari alodokter.com, beberapa organ yang dapat diidentifikasi antara lain adalah:

  • Otak dan saraf tulang belakang. Otak dan saraf tulang belakang dapat dipindai untuk mencari lokasi cedera kepala, tumor, stroke, pembuluh darah otak yang rusak, cedera saraf tulang belakang, kelainan pada telinga bagian dalam dan mata, serta multiple sclerosis (gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang).
  • Jantung dan pembuluh darah. Kondisi jantung diperkirakan kurang baik dapat dipindai untuk mengetahui sumber rasa sakit, seperti penyumbatan aliran darah, penyakit jantung, kerusakan jantung, dan aneurisma aorta (diseksi).
  • Tulang dan sendi. Tidak hanya dengan CT Scan atau foto rontgen, magnetic resonance imaging mampu melakukan pemindaian untuk mendeteksi infeksi tulang, kanker tulang, cedera sendi, dan nyeri leher atau punggung.

Baca juga: Sering Dengar Tapi Belum Tahu CT Scan? Yuk Ketahui 4 Hal Tentang Teknologi Medis Super Ini!

Amankah Melakukan MRI?

MRI
MRI aman dilakukan dan tidak ada efek samping yang berbahaya.
(Sumber: primayahospital.com)

Banyak pertanyaan yang muncul soal penggunaan prosedur ini, apalagi untuk yang baru pertama kali akan melakukan pemeriksaan tubuh dengan MRI. Pemindaian akan dilakukan atas saran dokter untuk melihat penyakit yang muncul, sejauh apa perkembangannya, dan apakah pengobatan yang dijalani pasien efektif atau tidak.

Karena MRI menggunakan prinsip magnet, maka bidang magnetik yang terpancar sifatnya kuat dan tetap. Selama prosedur dijalankan, kamu akan ditemani dan dipantau oleh tenaga medis. Jadi tentu saja aman selama dilakukan dengan prosedur yang sesuai. Menurut FDA pun, paparan magnet yang sementara tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan bagi kesehatan.

Berbeda dengan sinar-X yang menggunakan radiasi, pemeriksaan ini cukup aman untuk ibu hamil dan anak-anak, juga tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, untuk ibu hamil disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan, terutama untuk wanita hamil yang masih trimester pertama.

Perlu diketahui bahwa penyuntikkan kontras untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas sebaiknya tidak dilakukan pada ibu hamil, kecuali jika sangat perlu dilakukan.

Cedera bisa saja terjadi akibat pasien yang kurang kooperatif saat prosedur berlangsung, semisal pada anak-anak atau pasien yang tidak bisa berbaring terlalu lama. Maka, anestesi diperlukan untuk menghindari risiko tersebut. Ada beberapa kasus bahwa pasien mengalami kedutan ketika proses pemindaian. Hal ini wajar karena MRI memunculkan stimulus saraf tubuh.

Ada pula yang meragukan prosedur pemindaian dikaranekan efek yang tidak baik untuk pendengaran. Tenang saja, hal tersebut tidak terjadi. Pasein akan dipakaikan penutup telinga yang nyaman dan efektif meredam suara ketukan yang cukup keras akibat bidang magnetik dari mesin MRI.

Selama ini, tidak ada laporan mengenai efek yang berbahaya bagi kesehatan jangka panjang pasien setelah menjalani prosedur MRI. Ada beberapa efek samping yang dapat terjadi, namun langka, dan tidak membahayakan kesehatan. Jadi, teknologi ini aman untuk dijalani.

Peringatan Sebelum Melakukan Prosedur dengan MRI

Sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa prosedur berteknologi canggih ini menggunakan bantuan magnetik yang sangat kuat dan statis. Oleh sebab itu, pemakaian logam tidak disarankan karena akan mengganggu cara kerja mesin dan hasil pemeriksaan.

Pasien tidak diperbolehkan untuk menggunakan perhiasan atau benda apapun yang mengandung besi dan metal. Pasien juga akan mengenakan pakaian khusus selama proses pemindaian berlangsung.

Dilansir dari alodokter.com, Kamu bisa menginformasikan kepada dokter jika memiliki implan logam atau elektronik yang ada pada tubuh, seperti implan atau eletronik berikut:

  • Katup jantung buatan
  • Alat pacu jantung
  • Implantable Cardioverter-Defibrillator (ICD)
  • Prostesis (bagian tubuh buatan) lutut atau sendi lainnya
  • Alat bantu dengar
  • Tambalan gigi
  • KB spiral dan KB susuk
  • Tato, karena ada tinta yang mengandung logam
  • Tindikan di tubuh

Perlu diingat untuk pasien penderita penyakit ginjal atau hati, harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan berhati-hati ketika menggunakan zat pewarna khusus (kontras) untuk memperjelas gambar bagian tubuh yang dipindai. Hal ini juga wajib dilakukan bagi pasien yang memiliki riwayat alergi dengan zat kontras.

Pasien yang memiliki fobia claustrophobia atau takut pada ruangan tertutup juga perlu menginformasikan hal tersebut, sehingga dokter dapat memberikan obat penenang jika memang perlu.

Pada kasus tertentu, pasien disarankan untuk berpuasa selama 4 jam sebelum pemeriksaan dengan MRI. Hal tersebut tergantung pada bagian tubuh yang akan diperiksa. Tapi, pada umumnya, pasien diperbolehkan makan, minum, atau mengonsumsi obat-obatan tertentu, kecuali ada larangan tertentu dari dokter.

Proses Pemindaian dengan MRI

MRI
Pasien yang sedang menjalani prosedur MRI.
(Sumber: alodokter.com)

Setelah melakukan persiapan pra-pemeriksaan, pasien akan diminta untuk berbaring pada media yang telah disiapkan. Ketika melakukan pemeriksaan, tubuh harus diam dan tidak bergerak agar alat dapat bekerja maksimal untuk memindai bagian tubuh yang harus diperiksa. Petugas medis akan memantau dan berkomunikasi dengan pasien melalui interkom yang tersambung di kedua ruangan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pasien akan dipakaikan penutup telinga untuk mengurangi rasa tidak nyaman karena bunyi yang keluar dari mesin. Pemeriksaan akan berlangsung selama kurang lebih 15-90 menit. Jika ada keluhan yang dirasakan, pasien tidak perlu sungkan untuk mengatakannya.

Bagi pasien yang menggunakan MRI untuk memindai bagian otak dan saraf tulang belakang, dokter akan meminta pasien untuk melakukan aktivitas kecil, seperti menggosok benda atau menjawab pertanyaan untuk mengetahui bagian otak yang teraktivasi.

Beberapa Hal yang Penting Untuk Diketahui Setelah MRI

Pasien dipersilakan untuk pulang dan beraktivitas seperti biasa. Namun, bagi pasien yang diberikan obat penenang sebelum prosedur, dianjurkan untuk tidak mengendarai kendaraan dan menggunakan alat berat selama 24 jam.

Hasil pemeriksaan akan ditinjau oleh dokter radiologi. Jika diperlukan, dokter akan menganjurkan pasien untuk menjalani tes lain untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat. Hasil pemindaian dapat diterima oleh pasien dalam jangka waktu kurang lebih satu minggu setelah pemeriksaan. Jika ditemukan penyakit atau kelainan, dokter akan memberikan penanganan tepat sesuai keadaan pasien.

Comments (3)

  1. […] Baca juga : Important Spoiler! 5 Hal Mengenai MRI yang Perlu Kamu Catat Sebelum Melakukan Pemeriksaan […]

  2. […] Baca juga: Important Spoiler! 5 Hal Mengenai MRI yang Perlu Kamu Catat Sebelum Melakukan Pemeriksaan […]

  3. […] Baca juga: Important Spoiler! 5 Hal Mengenai MRI yang Perlu Kamu Catat Sebelum Melakukan Pemeriksaan […]

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare