Blog

Classified as 5 Symptoms of Musculoskeletal. Kenali Gangguan dan Cara Menjaganya!

Musculoskeletal
Tips kesehatan Kesehatan

Classified as 5 Symptoms of Musculoskeletal. Kenali Gangguan dan Cara Menjaganya!

Muskuloskeletal (Musculoskeletal) adalah sistem yang terdiri dari otot, saraf, jaringan ikat, serta tulang dan sendi. Karena berhubungan dengan otot dan saraf, tentunya sistem ini berperan sangat penting bagi gerakan tubuh setiap manusia. Seluruh aktivitas yang biasa dikerjakan oleh manusia otomatis akan terganggu apabila sistem ini sendiri terganggu.

Kegiatan bergerak yang biasa dilakukan oleh tubuh kita seperti berjalan, berlari, mengambil sesuatu dengan tangan, serta berenang merupakan bukti dari adanya sistem musculoskeletal. Selain itu, tidak hanya bergerak, tetapi sistem musculoskeletal juga berguna untuk membentuk postur pada tubuh sekaligus melindungi berbagai organ penting di dalam tubuh. Organ penting tersebut diantaranya adalah otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan hati.

Susunan Sistem Musculoskeletal

Sistem musculoskeletal sendiri tersusun dari berbagai bagian dan jaringan tubuh, yaitu:

  • Tulang
Tulang (Sumber: https://www.kompas.com/sains/image/2021/09/03/180200923/macam-macam-tulang-berdasarkan-bentuknya?page=1)

Jaringan tubuh kaku, lalu terdiri dari sel-sel yang tertanam di antara sel keras dan berlimpah adalah tulang. Terdapat dua komponen pada tulang yaitu kolagen dan kalsium gosfat. Komponen itu lah yang berguna untuk membedakannya dari jaringan keras lain, seperti kitin, enamel, dan cangkang. Tulang sendiri berfungsi untuk menopang, memberi bentuk, serta menunjang gerakan pada tubuh. Tulang juga berfungsi untuk melindungi organ lunak seperti otak dan ginjal.

Jumlah tulang yang dimiliki oleh bayi saat lahir dengan orang dewasa berbeda. Jumlah tulang pada bayi lahir lebih banyak dari pada orang dewasa yaitu sekitar 350 tulang, sedangkan pada orang dewasa berjumlah sekitar 206 tulang. Tulang yang terdapat di dalam tubuh manusia menyimpan mineral kalsium dan fosfor. Lapisan pada tulang terbagi menjadi dua, yaitu lapisan luar dan dalam. Lapisan luar memiliki tekstur yang keras dan terbuat dari protein, kolagen, bermacam-macam mineral, dan kalsium.

  • Otot

Otot adalah sebuah jaringan konektif di dalam tubuh yang tugas utamanya adalah kontraksi. Kontraksi dari otot tersebut berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh dan substansi dalam tubuh. Dalam sistem muskuloskeletal, terdapat tiga jenis otot diantaranya adalah otot rangka, otot jantung, dan otot polos.

Otot rangka adalah otot yang melekat pada kerangka tulang dan sendi. Saat berjalan, berlari, atau kegiatan lain yang dapat mengubah posisi tubuh kita – misalnya saat kita menekuk tangan dan kaki, meluruskan lengan, otot ini dapat meregang dan berkontraksi. Lain halnya dengan otot rangka, otot polos merupakan jenis otot yang terdapat pada organ-organ tubuh seperti saluran pencernaan, dan pembuluh darah. Saraf otonom merupakan pengatur dari aktivitas yang dilakukan oleh otot polos, hal tersebut dapat bekerja secara otomatis.

Mirip dengan otot polos, otot jantung juga bekerja secara otomatis saat memompa darah ke seluruh tubuh. Akan tetapi struktur jaringan dari otot polos mirip dengan otot rangka. Pada pembuluh darah, otot polos bertugas untuk mengatur aliran darah, yaitu dengan cara melebarkan dan menyempitkan pembuluh darah. Sedangkan dalam saluran pencernaan, otot polos bertugas untuk menggerakkan usus saat mengolah makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kemudian dapat dicerna, dan dibuang sebagai kotoran.

  • Sendi
Sendi (Sumber: https://www.kompas.com/sains/image/2021/09/10/183400123/macam-macam-sendi-manusia?page=1)

Sendi adalah sambungan yang menghubungkan kedua tulang yang dapat membantu tubuh untuk bergerak. Jumlah sendi pada setiap orang berbeda-beda. Terdapat sekitar 250 hingga 350 sendi yang menghubungkan seluruh tulang-tulang yang ada di dalam tubuh kita. Sendi sendiri ada yang bisa digerakkan, tetapi ada juga yang tidak. Sendi yang bisa digerakkan diantaranya adalah sendi jari tangan dan kaki, sendi siku, sendi pergelangan tangan, bahu, rahang, panggul, lutut, dan pergelangan kaki. Sedangkan sendi yang tidak dapat digerakkan adalah sendi yang terdapat di lempengan tengkorak.

  • Tulang Rawan
Tulang Rawan (Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/tulang-rawan/)

Sejenis jaringan ikat yang menutupi sendi ialah tulang rawan. Tidak hanya ada di antara sambungan tulang lain, tulang rawan juga ada di hidung, telinga, dan paru-paru. Struktur dari tulang rawan sendiri adalah kokoh, tetapi lebih kenyal dan lentur, berbeda dengan tulang rangka. Karena strukturnya yang kenyal dan lentur, tulang rawan berfungsi untuk mencegah tulang dan sendi saling bergesekan serta dapat menjadi peredam fisik saat tubuh mengalami cedera.

  • Ligamen
Ligamen (Sumber: https://www.liputan6.com/health/read/4286713/ini-fakta-tentang-ligamen-penyakit-yang-selalu-menghantui-para-atlet)

Jaringan berserat yang tersusun dari proten dan bentuknya menyerupai pita elastis disebut ligamen. Ligamen dalam tubuh berfungsi sebagai penghubung antar tulang dan sendi. Sendi yang dapat ditopang oleh jaringan ikat ini diantaranya adalah pergelangan kaki, siku, bahu, dan dapat memungkinkan untuk pergerakan tubuh kita.

  • Tendon
Tendon (Sumber: https://www.klikdokter.com/penyakit/cedera-tendon-achilles)

Tendon adalah jaringan tebal yang berfungsi untuk menempelkan otot ke tulang. Setiap pergerakan yang biasa kita lakukan, semuanya melibatkan gerakan dari tendon pada persendian. Tendon umumnya terdapat di seluruh tubuh, mulai dari kepala, leher, hingga kaki. Ada banyak jenis dari tendon, dan salah satu jenis tendon terbesar adalah tendon Achilles. Tendon ini menempelkan otot betis ke tulang tumit dan dapat menggerakkan kaki serta tungkai.

Apa Saja Gangguan Yang Bisa Muncul Sistem Musculoskeletal?

Gangguan pada sistem musculoskeletal bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pasalnya gangguan tersebut diantaranya adalah nyeri, otot dan sendi yang terasa kaku, sampai sulit untuk bergerak. Berikut beberapa gangguan yang bisa timbul pada sistem musculoskeletal:

  • Patah tulang, dislokasi, cedera otot, dan keseleo
  • Kelainan bentuk tulang. Hal tersebut bisa disebabkan karena cedera, kelainan gen, tumor atau kanker, osteoporosis, dan penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif adalah penyakit yang umumnya diakibatkan oleh penurunan kinerja pada sel-sel tubuh secara bertahap, kemudian bisa berdampak pada fungsi organ secara umum.
  • Infeksi yang menyerang tulang sekaligus jaringan di sekitarnya, atau yang biasa disebut denfan osteomielitis
  • Radang sendi, ligamen yang robek, dislokasi sendi, serta nyeri sendi
  • Cedera yaitu robekan pada ligamen lutut, dan gangguan pada sendi lutut
  • Penyakit autoimun

Menjaga Kesehatan Sistem Musculoskeletal

Pentingnya menjaga kesehatan dari sistem musculoskeletal maupun secara keseluruhan tubuh anda – agar sistem ini dapat bekerja dengan baik. Berikut cara-cara yang dapat dilakukan dalam upaya menjaga kesehatan sistem ini, yaitu:

  • Berolahraga secara rutin. Berbagai macam olahraga kini sudah banyak dilakukan, meskipun hanya di rumah. Tidak harus mengunjungi gym atau tempat kegiatan latihan lainnya. Olahraga tersebut bisa dimulai dari berjalan santai, jogging, maupun yoga.
  • Kebiasaan duduk dan berdiri juga bisa menjadi upaya menjaga kesehatan dari sistem ini. Hal tersebut dikarenakan apabila duduk dan berdiri tegap dapat memperbaiki postur tubuh.
  • Mengurangi makanan yang dapat menambah berat badan, karena menjaga berat badan tetap ideal adalah kunci utama dalam mengurangi tekanan yang berlebihan pada tulang dan sendi kita.
  • Selain mengurangi makanan yang tidak sehat, solusi dari hal tersebut tentu sudah sejalan dengan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Makanan yang sangat diutamakan adalah makanan yang mengandung banyak kalsium, protein, serta vitamin D – itu bertujuan untuk menjaga agar tulang tetap kuat.
  • Mengurangi konsumsi dari minuman beralkohol serta berhenti merokok.

Upaya menjaga kesehatan sistem musculoskeletal tidak hanya dari yang sudah disebutkan di atas. Hal lainnya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara rutin menjalani pemeriksaan kesehatan atau check-up ke dokter agar dapat dibantu pemantauannya. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi orang yang sudah lanjut usia, dimana usia tersebut lebih beresiko mengalami masalah tulang seperti osteoporosis.

Melalui penjelasan di atas, tentunya kita mengetahui bahwa sistem musculoskeletal ini memiliki peran yang sanga besar pada gerak tubuh setiap individu. Adanya masalah atau gangguan pada sistem ini akan menyebabkan gangguan kesehatan yang berdampak pada aktivitas sehari-hari.

Baca juga: https://ukmppd.com/2021/10/25/kenali-empat-penyakit-saraf-pada-anak-anak/

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare