Blog

Awesome! Yuk Kenali Step-By-Step 2 Sistem Saraf Pada Tubuh Manusia Serta Fungsinya.

maia-1436594 (1)
Anatomi Kesehatan

Awesome! Yuk Kenali Step-By-Step 2 Sistem Saraf Pada Tubuh Manusia Serta Fungsinya.

Sistem saraf adalah jaringan kompleks yang berperan penting dalam mengatur setiap kegiatan yang ada dalam tubuh. Dilansir melalui alodokter.com, dalam tubuh kita saraf terbagi menjadi dua, yaitu saraf pusat dan tepi. Saraf pusat sendiri berupa otak dan tulang sum-sum belakang, sedangkan saraf tepi berupa saraf somatik dan otonom.

Bagan saraf pada tubuh. Sumber: pngwing.com

Namun kedua saraf tersebut sangat berjasa dan dibutuhkan bagi tubuh kita karena mereka bekerjasama untuk mengendalikan seluruh aktivitas yang disadari maupun yang tidak disadari dalam tubuh manusia. Berikut dua bagian umum yang terdapat dalam sistem saraf:

1. Sistem saraf Pusat

Sistem Saraf pada Tubuh
Saraf Utama pada Otak

Sistem saraf pusat sendiri merupakan saraf yang menjadi pusat dalam mengatur seluruh aktivitas dalam tubuh. Tugas pada bagian ini adalah mengatur setiap rangsangan pada tubuh seperti gerakan, emosi, denyut jantung, pernapasan, dan lainnya. Di dalam sistem ini terdiri dari beberapa bagian:

  • Otak: Otak adalah salah satu bagian pada tubuh yang memiliki pusat saraf paling utama. Hal tersebut dikarenakan otak bertugas dalam mengatur gerakan, hormon, daya pikir, emosi, dan lainnya. Saraf pusat tersebut berada dalam rongga tengkorak. Otak juga terbagi menjadi dua bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri. Yang mana, kedua bagian tersebut bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing.
  • Sumsum Tulang Belakang: Sumsum tulang belakang sendiri berada di bagian ruas-ruas tulang belakang dan terbungkus selaput meninges. Saraf pusat juga berada pada bagian ini, ketika rangsangan seperti refleks yang dialami tubuh langsung mengalir melalui sumsum tulang belakang tanpa melewati otak terlebih dahulu.
Bagian Sumsum Tulang Belakang Manusia. Sumber: Merdeka.com
  • Sel Saraf: Merupakan unit kerja dari saraf pusat. Di dalam sel saraf ini terdapat 12 nervus kranial, nervus spinal, serta yang lainnya. Fungsi saraf pada bagian ini adalah untuk mengantarkan informasi berupa rangsangan sehingga dengan adanya sel ini organ pada tubuh bisa memberikan respons.
Bentuk Sel Saraf. Sumber: Wikipedia

Baca juga: Warning! Jangan Sepelekan Tangan Gemetar Bertanda Penyakit Saraf Parkinson

2. Saraf Tepi

Struktur Dan Fungsi Sistem Saraf Pusat
Bagian Saraf Tepi. Sumber: struktur.shareinspire.me

Saraf perifer atau sistem saraf tepi sendiri terdiri dari seluruh saraf di luar saraf pusat, yaitu di luar bagian otak dan sum-sum tulang belakang. Saraf tepi memiliki sistem kerja yang sama dengan saraf pusat. Namun yang membedakannnya adalah saraf tepi bekerja menghantarkan respons yang sudah diolah oleh saraf pusat ke seluruh tubuh kita.

Dengan kata lain, sistem saraf ini bertugas untuk menghubungkan saraf pusat ke bagian tubuh kita seperti, kaki, tangan, kulit, atau yang lainnya. Saraf tepi sendiri terbagi menjadi dua bagian:

  • Saraf Somatik: Berguna untuk membawa sensorik dan motorik ke dan dari saraf pusat. Dengan kata lain, saraf ini bekerja dalam kondisi ‘sadar’. Sensorik yang di dalamnya berfungsi untuk menerima setiap impuls berupa cahaya, suhu, sentuhan, dan impuls lainnya yang dirasakan oleh bagian luar dan dalam tubuh. Sedangkan saraf motorik berfungsi untuk memberikan tanggapan dan reaksi atas setiap impuls yang telah diproses oleh saraf pusat.
  • Saraf Otonom: Selain bekerja dalam kondisi ‘sadar’, saraf tepi juga memproses setiap gerakan yang tidak disadari, saraf itu dinamakan saraf otonom. Contoh gerakannya seperti detak jantung, aliran darah, bernafas, serta proses pencernaan di dalam tubuh kita yang terjadi secara alami. Cedera yang sering terjadi pada saraf otonom gejalanya berupa tidak tahan terhadap suhu, mengeluarkan keringat secara berlebihan atau tidak sama sekali, mudah lelah dan pusing karena tekanan darah yang rendah, dan gangguan sistem pencernaan.

Saraf juga bisa mengalami kerusakan yang penyebabnya bisa diakibatkan oleh penyakit seperti diabetes, tumor, kecanduan alkohol, kurang vitamin, cedera saraf, dan masih banyak lagi lainnya. Ciri-ciri saraf mengalami kerusakan adalah:

Sakit Lengan Karena Saraf. Sumber: Klikdokter.com

– Timbul sensasi mati rasa

– Terdapat area yang sensitif saat disentuh

– Timbul rasa sakit saat melakukan kegiatan ringan

– Otot lemas dan kurang keseimbangan pada tubuh

– Lumpuh di area kerusakan saraf

Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya segera kamu periksakan ke dokter. Hal tersebut dilakukan agar menghindari kerusakan yang lebih parah terhadap saraf. Para dokter biasanya akan melakukan penanganan ringan seperti memberikan obat seperti obat pereda sakit (tramadol), pereda kejang (gabapentin), salep (capsaicin), dan antidepresan (amitriptyline).

Selain hal tersebut, para dokter juga akan melakukan tindakan medis untuk menangani kerusakan sistem saraf, seperti:

  • Fisioterapi: Ditujukan bagi pasien yang fungsi ototnya terganggu dan memerlukan latihan untuk dapat kembali ke kondisi awal. Pengobatan ini menggunakan alat bantu seperti tongkat, atau benda lainnya yang berguna.
  • TENS: adalah bentuk penyembuhan dengan menggunakan elektroda untuk mengalirkan arus listrik ke kulit pasien dan durasi penggunaannya adalah 30 menit per hari dan harus menjalankannya selama 1 bulan atau 30 hari.
  • Operasi: Hal ini ditujukan jika gangguan yang terjadi pada saraf diakibatkan oleh tumor.

Sistem saraf adalah salah satu bagian yang sangat penting dan berguna bagi tubuh untuk menjalankan seluruh aktivitas kita. Dilansir dari Alodokter.com, ada suatu kondisi yang dinamakan idiophatic neuropathy, yang mana terkadang kerusakan saraf tidak dapat diketahui penyebabnya meskipun pihak dokter telah melakukan serangkaian tes.

Ketika mengalami gejala tersebut kita perlu menjalankan pola hidup yang sehat serta mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan tubuh. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menjaga berat badan dan juga diimbangi dengan olahraga yang rutin serta istirahat yang cukup guna untuk menghindari gejala kerusakan sistem saraf dan juga bermanfaat untuk memperkuat otot tubuh kita. Sebaiknya juga hentikan mengonsumsi alkohol dan rokok yang dapat menimbulkan penyakit.

Selain itu perlu juga mengonsumsi makanan yang dapat mengurangi kerusakan pada saraf serta menghindari penyakit yang dapat menimbulkan kerusakan pada saraf. Makanan tersebut berupa:

Makanan yang bergizi
  • Alpukat: Mengandung vitamin K dan folat yang diyakini sangat baik untuk kesehatan saraf pada tubuh karena dapat mengurangi risiko stroke serta meningkatkan fungsi kognitif.
  • Kacang: Berupa kacang almond, kenari, mete, hazelnut diyakini memiliki magnesium yang bermanfaat untuk kesehatan sistem saraf. Lalu ada juga kacang brazil yang memiliki zat selenium yang terkandung mineral yang sangat baik untuk saraf.
  • Brokoli: Terkandung vitamin K dan kolin yang sangat tinggi dan juga berguna untuk membantu pikiran tetap tajam.
  • Teh Hijau: Mengandung antioksidan atau katekin. Zat tersebut sangat baik untuk saraf karena dapat mencegah otak mengalami stres atau penuaan.
  • Oatmeal: Mengonsumsi oatmeal semangkuk sehari dapat menurunkan risiko kerusakan sistem saraf dan juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Selain itu, oatmeal juga dapat menurunkan berat badan karena tinggi serat dan bisa dijadikan pengganti nasi saat sarapan atau pagi hari sehingga bisa juga mengurangi gejala diabetes

Perlunya kita menjaga saraf kita dengan baik. Untuk itu jika ada gangguan pada saraf sebaiknya segera konsultasikan ke dokter ya!

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare