Blog

5 Penyakit Kulit Akibat Unseen Organism yang Dapat Muncul Karena Kurangnya Sanitasi! Yuk, Keep Clean!

ilustrasi gatal pada kulit
Penyakit Kesehatan

5 Penyakit Kulit Akibat Unseen Organism yang Dapat Muncul Karena Kurangnya Sanitasi! Yuk, Keep Clean!

Mengapa Sanitasi Penting?

Lingkungan yang bersih merupakan tempat yang ideal untuk ditinggali. Keadaan yang bersih akan membuat suatu tempat menjadi nyaman. Selain itu, kebersihan menjadi salah satu kunci utama agar lingkungan dan masyarakat dapat mencapai hidup yang sehat. Seperti kata pepatah, kebersihan adalah pangkal kesehatan.

Cuci tangan sebagai bagian dari sanitasi
Cuci tangan sebagai bagian dari sanitasi.

Kurangnya sanitasi juga dapat memicu terjadinya penyakit kulit yang cukup beragam dan umum terjadi di masyarakat, terutama di lingkungan yang kurang bersih sehingga akses sanitasi kurang memadai dan kesadaran diri sendiri untuk hidup bersih yang rendah. Akhirnya, bermacam mikroorganisme atau hewan kecil seperti kutu dapat bersarang dan memicu munculnya penyakit kulit.

Berdasarkan Data Profil Kesehatan Indonesia pada 2010 yang dirangkum oleh Jurnal Averrous dari Universitas Malikussaleh, penyakit kulit dan jaringan subkutan (lapisan kulit terdalam/hipodermis) menjadi peringkat ketiga dari 10 penyakit paling banyak yang diidap para pasien rawat jalan di rumah sakit se-Indonesia. Bahkan, menurut WHO, 20% orang di dunia terjangkit infeksi larva cacing dengan yang disertai dengan infeksi dermatofitosis (penyakit jamur kulit yang disebabkan oleh jamur dermatofita).

Penelitian yang dipublikasikan pada pada Mei 2019 tersebut menunjukkan bahwa di desa Kuala Kerto Barat, Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Selatan, banyak para nelayan yang merasakan berbagai penyakit kulit dikarenakan sulitnya akses air bersih, perumahan kumuh dan padat, serta minimnya kebersihan diri para nelayan.

Penyakit Kulit Akibat Minimnya Sanitasi

Rasa gatal yang muncul sebagai tanda awal penyakit kulit akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman dan kurang bebas untuk beraktivitas. Di samping itu, gatal-gatal di kulit turut mengurangi imunitas kulit. Kita juga cenderung menggaruk kulit lebih sering ketika terserang gatal-gatal. Akibatnya, area tersebut dapat tergores luka dan terkena kuman melalui kontak dengan tangan yang kurang bersih saat menggaruk.

Apa saja ya penyakit kulit yang dapat timbul karena kurangnya sanitasi? Dilansir oleh lifebuoy.co.id, beberapa jenis infeksi ini umum sekali terjadi. Yuk kita simak sama-sama!

kudis (scabies), salah satu penyakit kulit
Kudis (scabies), penyakit kulit akibat tungau Sarcoptes scabiei.
(Sumber: halodoc.com)

Kudis atau biasa kita sebut sebagai scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh sejenis tungau bernama Sarcoptes scabiei yang ukurannya sangat kecil hingga tidak bisa dilihat oleh mata. Penyakit ini umum dirasakan oleh orang yang tinggal di tempat yang ramai. Selain itu, penanganannya yang masih saja terabaikan disinyalir juga menjadi penyebab mengapa scabies menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia.

sarcoptes scabiei, tungau penyebab kurap
Ilustrasi tungau Sarcoptes scabiei, penyebab gatal akibat kurap.
(Sumber: alomedika.com)

Seseorang dapat terjangkit kudis jika merasakan gatal yang amat sangat, terutama pada malam hari dan munculnya ruam yang mirip jerawat atau berupa lepuhan kecil yang bersisik. Pada orang dewasa, ruam muncul di bagian sela-sela jari tangan dan kaki, ketiak, payudara, puting, siku, pergelangan tangan, pinggang, bokong, lutut, telapak kaki, dan di sekitar kelamin. Bayi, balita, dan lansia akan merasakan gatal di bagian kepala, wajah, leher, tangan, dan telapak kaki.

Perlu diingat bahwa kudis dapat menular secara langsung maupun tidak. Tungau Sarcoptes scabiei bisa menyebar area tubuh lainnya kalau tidak segera diatasi.

Kurap, penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur
Ruam akibat kurap yang timbul pada kulit.
(Sumber: alodokter.com)

Masyarakat sering kali tertukar mengenai kudis dan kurap. Walaupun sama-sama menimbulkan rasa gatal dan ruam yang nyaris serupa, keduanya berbeda, lho, penyebabnya. Kurap tidak disebabkan oleh tungau, melainkan karena kemunculan jamur jenis Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes yang ditularkan secara langsung atau tidak langsung.

Bentuk ruam yang dihasilkannya pun tidak mirip dengan jerawat seperti kudis. Kurap ditandai dengan ruam atau bercak yang bersisik serupa cincin. Area yang paling sering ‘didatangi’ kurap adalah bagian tangan kaki. Tapi, tidak menutup kemungkinan bercak kurap dapat tumbuh di bagian manapun, seperti telapak kaki, kulit kepala, atau sekitar selangkangan. Kurap juga menimbulkan bau tak sedap jika tumbuh di kaki.

Jamur penyebab infeksi kulit ini dapat berkembang jika berbagi pemakaian barang pribadi, udara yang panas dan lembap,  menggunakan pakaian yang ketat, dan kurang menjaga kebersihan badan. Kurap juga dapat timbul di kaki yang tidak dikeringan dengan benar setelah bertelanjang kaki.

ringworm akibat infeksi jamur
Bayi yang terkontaminasi penyakit kulit ringworm.
(Source: motherandbeyond.id)

Si jamur kulit yang satu ini mampu tumbuh di mana saja. Sama seperti kurap, penularannya bisa melalui kontak langsung, melalui benda, ataupun dari tanah. Infeksi ini turut memiliki empat jenis dengan nama yang berbeda sesuai tempat tumbuhnya jamur, yaitu:

1. Tinea pedis

Kutu air (tinea pedis)
Tinea pedis, penyakit kulit yang muncul pada area kaki.
(Sumber: idntimes.com)

Pernah mendengar kata athlete’s foot? Ya, athlete’s foot adalah istilah bahasa Inggris dari penyakit kulit ini. Tinea pedis atau kutu air memang acapkali dirasakan oleh para atlet. Adapun symptoms yang muncul karena kutu air adalah rasa gatal, sensasi panas, pengelupasan kulit, sampai kulit kering. Tidak hanya itu, kutu air membuat kulit berubah warna, menebal, mudah pecah, dan tertarik keluar dari kuku.

2. Tinea cruris (jock itch)

tinea cruris, salah satu pemicu rasa gatal di area kaki
Ruam tinea crusis.
Sumber: jpeeiclinic.com)

Jamur ini tumbuh di area kelamin, bokong, dan paha bagian dalam. Gejala yang ditimbulkan hampir sama dengan tinea pedis, yaitu berupa ruam yang memerah, perubahan warna kulit, rasa gatal dan panas, serta kulit yang mengelupas. Tinea cruris dapat menular ke orang lain yang terkontaminasi. Untuk itu, hindari pemakaian barang pribadi dengan orang lain.

3. Tinea capitis

Penyakit kulit akibat infeksi jamur di kulit kepala
Tinea capitis pada anak.
(Sumber: orami.co.id)

Jenis jamur ini menginfeksi kulit kepala dan rambut. Walaupun dapat terjadi pada semua kalangan, tinea capitis umumnya terjadi pada anak. Jika menderita penyakit ini, seseorang akan merasa gatal, kulit yang bersisik, kerapuhan rambut, sakit pada bagian kulit kepala, demam, hingga yang terparah sampai pembengkakan pada kelenjar getah bening. Perlu diketahui bahwa jamur ini juga mampu menjangkit hewan, ya.

4. Tinea corporis

tinea corporis pada kulit
Ruam akibat tinea corpotis di kulit.
(Sumber: halodoc.com)

Penyakit kulit ini dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, namun umumnya jamur ini berkembang di lengan dan kaki. Tidak berbahaya, namun penularannya tergolong singkat dan mudah, terutama di wilayah beriklim panas dan lembap. Biasanya, gejala tinea corporis muncul 10 hari setelah terkena kontak dengan jamur, diikuti dengan tanda seperti ruam yang melingkar berwarna kemerahan atau keperakan pada kulit, terasa gatal, terlihat meradang, dan kulit seperti bersisik. Jika tinea corporis bertambah parah, ruam menjadi besar dan menyatu dengan ruam lainnya. Dapat pula munculnya luka melepuh disertai nanah di sekitar ruam.

  • Kandidiasis kulit
kandidiasis kulit
Ruam kulit karena terinfeksi jamur Candida albicans.
(Sumber: idntimes.com)

Penyebab munculnya penyakit kulit ini juga dikarenakan kemunculan jamur, yaitu jamur Candida albicans yang mampu berkambang biak di berbagai area tubuh. Kasus kandidiasis kulit umumnya muncul di kulit, mulut, dan organ intim. Gejala yang muncul dapat berbeda, tergantung tempat berkembang biaknya jamur. Darah juga dapat terpapar jamur candida yang mengakibatkan efek serius pada organ dalam. Kandidiasis dapat terjadi oleh siapa saja. Namun, orang dengan kekebalan tubuh yang rendah lebih rentan terinfeksi.Menyaran alodokter.com, berikut jenis-jenis kandidiasis yang perlu diketahui:

1. Kandidiasis mulut (thrush)

Pada mulut penderita kandidiasis, terdapat bercak berwarna putih dan kuning di bagian lidah, bibir, gusi, langit-langit mulut, dan pipi bagian mulut. Infeksi ini juga membuat orang yang terinfeksi jadi sulit untuk mencerna makanan karena rasa nyeri saat menelan. Area tenggorokan dan mulut berwarna kemerahan serta kulit yang pecah yang kedua ujung mulut.

2. Kandidiasis vulvovaginal

Sesuai namanya, penyakit ini menginfeksi lokasi di sekitar area intim. Gejala yang timbul berupa gatal yang parah di vagina diikuti dengan rasa nyeri dan terbakar saat buang air kecil. Vagina dan vulva juga mengalami pembengkakan. Rasa tidak nyaman muncul ketika penderita berhubungan seks akibat infeksi ini. Kandidiasis vulvovaginal juga memunculkan keputihan yang berbentuk gumpalan.

3. Kandidiasis kulit (cutaneous candidiasis)

Lipatan kulit yang lembap dapat memicu terjadinya kandidiasis di bagian lipatan kulit, seperti di ketiak, selangkangan, sela-sela jari, atau di bawah payudara. Gejalanya relatif sama dengan infeksi jamur lainnya. Muncul ruam yang gatal serta kulit yang terasa kering dan pecah-pecah.

  • Impetigo
Infeksi kulit akibat impetigo
Infeksi impetigo pada anak.
(Sumber: popmama.com)

Masih banyak yang belum mengetahui penyakit kulit yang satu ini. Siapapun dapat terpapar impetigo jika terdapat rasa gatal karena bakteri Staphylococcus aureus atau Staphylococcus pyogenes. Tidak hanya gatal, impetigo turut diikuti dengan bercak merah disertai pembengkakan dan cairan. Jika tidak langsung ditangani, impetigo meninggalkan jejak di tubuh berupa bercak-bercak gelap di kulit.

Lalu, Apa Saja Langkah yang Tepat Untuk Mencegah Penyakit Kulit Tersebut?

  1. Bersihkan pakaian, handuk, dan seprai secara berkala. Benda yang lembap dan kotor menjadi tempat bersarangnya bakteri, kuman, jamur, dan mikroorganisme lainnya.
  2. Kenakan pakaian yang tidak ketat. Selain nyaman, pakaian yang longgar membuat kulit mampu bersirkulasi dan tidak mudah berkeringat.
  3. Segera ganti pakaian saat berkeringat. Untuk orang yang mudah berkeringat dan beraktivitas penuh, disarankan untuk sering mengganti pakaian untuk mencegah tumbuhnya mikroorganisme yang tidak diinginkan.
  4. Tidak menggunakan barang pribadi orang lain. Penularan dapat lebih mudah jika seseorang berbagi barang pribadi, apalagi benda seperti handuk, pakaian, seprai yang menjadi perantara kulit dan mikroorganisme.
  5. Jangan menggaruk kulit yang gatal. Menggaruk kulit yang gatal dapat membuat rasa gatal itu sendiri dapat menyebar, lho. Kulit yang gatal dapat diatasi dengan membersihkannya. Dapat juga dibubuhi dengan bedak atau salep sesuai kebutuhan dan jenis penyakitnya.
  6. Jangan malas mandi. Dengan mandi minimal dua kali sehari, kulit akan terasa bersih dan sehat. Bila perlu, gunakan sabun antiseptik untuk membersihkan kotoran dan membunuh mikroorganisme dengan lebih baik.
  7. Menjaga kebersihan rumah. Rumah yang kotor dan lembap jadi salah satu tempat yang sempurna untuk perkembangbiakan mikroorganisme penyebab infeksi kulit. Jadi jangan lupa untuk bersih-bersih rumah dengan teratur, ya!

Bila merasakan gejala penyakit kulit diatas, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut guna menghindari hal fatal yang dapat ditimbulkan. Jangan lupa, keep clean and healthy. Salam sehat!

Comments (2)

  1. […] Baca juga: 5 Penyakit Kulit Akibat Unseen Organism yang Dapat Muncul Karena Kurangnya Sanitasi! Yuk, Keep Clean… […]

  2. […] Baca juga: 5 Penyakit Kulit Akibat Unseen Organism yang Dapat Muncul Karena Kurangnya Sanitasi! Yuk, Keep Clean… […]

Leave your thought here

Your email address will not be published.

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Image
  • SKU
  • Rating
  • Price
  • Stock
  • Availability
  • Add to cart
  • Description
  • Content
  • Weight
  • Dimensions
  • Additional information
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Click outside to hide the compare bar
Compare